Waria  dijadikan warrior ?

2018-01-29 20:24 GMT+01:00 [email protected] [GELORA45] <
[email protected]>:

>
>
> Intimidasi?
>
> ---
>
> Ketika diwawancara, Untung mengaku sedang di tengah-tengah kegiatan
> pembinaan tersebut dan menunjukkan kepada BBC 'keberhasilan pembinaan'
> versinya.
>
> <http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-42850327>
>
> Ia bertanya kepada para peserta, "Kalian waria atau bukan?" dan dari latar
> belakang, terdengar jawaban pelan dan samar: "Tidak."
>
> . <http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-42850327>..
> Setelah ditangkap, para waria di Aceh 'dibina agar jadi laki-laki'
> <http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-42850327>
>
>    - 7 jam lalu
>
>
>    - Bagikan artikel ini dengan Facebook
>    <http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-42850327#>
>    - Bagikan artikel ini dengan Twitter
>    <http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-42850327#>
>    - Bagikan artikel ini dengan Messenger
>    <http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-42850327#>
>    - Bagikan artikel ini dengan Email
>    
> <?subject=Shared%20from%20BBC%20Indonesia&body=http%3A%2F%2Fwww.bbc.com%2Findonesia%2Findonesia-42850327>
>
>    - Kirim <http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-42850327#share-tools>
>
> [image: Aceh]Hak atas fotoHUMAS POLRES ACEH UTARA
>
> Kapolres Aceh Utara, AKBP Untung Sangaji, mengatakan kepada BBC Indonesia
> bahwa razia atas para waria pada Sabtu malam (27/01) merupakan langkah
> 'pembinaan'.
>
> "Kita sudah bina, mereka bukan waria lagi. Mereka mengatakan pria yang
> keren," tuturnya.
>
> Dalam percakapan telepon, Senin (29/01) dengan wartawan BBC Indonesia,
> Pijar Anugerah, AKBP Untung menjelaskan para waria telah 'kembali menjadi
> laki-laki tulen' setelah menjalani pembinaan psikologis dan akidah dari
> ulama setempat.
>
>    - Aceh kembali eksekusi hukum cambuk, termasuk terpidana bukan Muslim
>    <http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-42745352>
>    - Pencambukan gay di Aceh berlangsung dalam sorakan
>    <http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-40009560>
>    - "Banyak LGBT Aceh yang pintar tapi sekarang takut dan pergi"
>    <http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-40024655>
>
> Ketika diwawancara, Untung mengaku sedang di tengah-tengah kegiatan
> pembinaan tersebut dan menunjukkan kepada BBC 'keberhasilan pembinaan'
> versinya.
>
> Ia bertanya kepada para peserta, "Kalian waria atau bukan?" dan dari latar
> belakang, terdengar jawaban pelan dan samar: "Tidak."
>
> Namun seorang pegiat HAM di Aceh -yang tak mau disebut namanya- mengatakan
> para waria sekarang dilanda ketakutan. "Sudah tujuh orang yang mengungsi ke
> Medan hari ini."
> Kecaman Komhas HAM
>
> Sebelumnya, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, mengecam tindakan polisi di
> wilayah Aceh Utara yang melakukan penangkapan dan penahanan sejumlah waria,
> memangkas paksa rambut mereka, dan menutup salon tempat mereka bekerja.
>
> Komisioner Pendidikan & Penyuluhan Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara,
> menyebut tindakan itu merendahkan martabat manusia dan bertentangan dengan
> peraturan. "Semua warga negara harus mendapat perlindungan hak asasinya.
> Dan semua warga negara harus mendapat perlakuan yang sama," kata Beka
> kepada BBC, Senin (29/01).
>
> Beka mengatakan Komnas HAM akan meminta klarifikasi kepada Kapolda Aceh
> terkait peristiwa tersebut.
> [image: Aceh]Hak atas fotoHUMAS POLRES ACEH UTARAImage captionPolisi
> menyebut para transgender 'diamankan,' setelah polisi mendapat laporan
> 'keresahan warga.'
>
> Sementara itu, seorang perwakilan komunitas transgender di Aceh mengaku
> dalam kondisi ketakutan setelah penggerebekan terbaru ini.
>
> Kepolisian Aceh Utara dan Polisi Syariah Wilayatul Hisbah menangkap
> sejumlah waria dikawasan Lhoksukon dan Tanah Jambo Aye, pada Sabtu malam
> (27/01).
>
> Kapolres Aceh Utara, AKBP Untung Sangaji mengatakan penangkapan tersebut
> dilakukan karena Pelaksanaan Operasi Pekat (penyakit masyarakat), dalam
> rangka penertiban waria yang disebutnya semakin meresahkan warga.
>
> Sebanyak 12 orang waria ditangkap, dan lima salon yang mempekerjakan
> mereka juga sudah diberi garis polisi, seperti dilaporkan wartawan di Aceh,
> Hidayatullah.Untung Sangaji menyebut para transgender itu 'diamankan,'
> setelah polisi mendapat laporan 'keresahan warga.'
>
> Ia menambahkan polisi kemudian memotong paksa rambut para waria itu serta
> melepas semua pakaian perempuan yang mereka kenakan, untuk diganti dengan
> pakaian laki-laki.
>
> "Mereka kita tahan selama tiga hari untuk diberikan pembinaan. Tadi malam
> saya lihat mereka semua mampu berprilaku dengan baik seperti laki-laki
> 'normal,'" kata Untung Sangaji pula.
> Sherli seorang transgender di Banda Aceh.
>
> Terlepas dari itu, berdasarkan hasil tes urine dan pemeriksaan yang telah
> dilakukan oleh pihak kepolisian, hingga saat ini belum ditemukan tindak
> pidana maupun pelanggaran syariat Islam yang dilakukan sejumlah waria,
> lapor wartawan Banda Aceh, Hidayatullah untuk BBC Indonesia, Minggu
> (28/1/2018).
>
>    - Apa dan siapa di balik pembatalan Porseni kelompok waria di Sulawesi
>    Selatan? <http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-38686691>
>    - 'Saya tak pernah bahagia': kisah kaum LGBT yang dipaksa menikah
>    <http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-39377119>
>    - Pesantren Waria Yogyakarta: Kami hanya belajar agama
>    
> <http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/02/160226_indonesia_pesantren_waria>
>
> Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, Munawar A Djalil, melalui saluran telpon
> mengatakan, hukum jinayat diterapkan hanya jika terjadi perbuatan maksiat,
> misalnya terbukti atas perbuatan homo seksual, lesbian, berjudi,
> mabuk-mabukan, berzina dan berduan dengan yang bukan muhrim."Jika tidak
> terbukti atas tindakan tersebut, akan diberikan pembinaan agar terjauh dari
> perbuatan maksiat," kata Kadis Syariat Islam, Munawar A Djalil.
> [image: Waria Aceh]Hak atas fotoHUMAS POLRES ACEH UTARAImage captionPara
> waria yang ditangkap Polres Aceh dipaksa melepas pakaian dan rambut
> panjangnya dipotong supaya penampilannya lebih mirip laki-laki.
>
> Sebelumnya, Untung dikutip sejumlah media mengatakan bahwa kelompok
> Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender (LGBT) lebih berbahaya dari terorisme.
>
> Ketika ditanya lebih jauh oleh BBC Indonesia, AKBP Untung menjelaskan
> maksud perkataannya, "Kita tidak tahu, dia tampak gagah, keren, tapi
> ternyata dia doyan sama kita, yang nyata-nyata kita kan enggak seperti itu.
> Kalau teroris kan kita tahu berhadapan dengan senjata."
> [image: Waria Aceh]Hak atas fotoHUMAS POLRES ACEH UTARAImage captionMeski
> melakukan penggerebekan, hingga saat ini polisi belum menemukan tindak
> pidana maupun pelanggaran syariat Islam yang dilakukan para waria.
>
> *'**Melanggar aturan** perlindungan minoritas**'*
>
> Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara, menilai penangkapan yang
> dilakukan kepolisian Aceh Utara melanggar aturan internal kepolisian itu
> sendiri. Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia no. 8 tahun
> 2009 mencantumkan tugas polisi untuk melindungi hak khusus kelompok
> minoritas, termasuk dalam hal orientasi seksual.
>
> "Kalau dilihat dari foto-foto dan berbagai informasi yang ada jelas
> melanggar aturan Kapolri," ujar Beka.
>
> Kendati polisi mengklaim operasi yang mereka lakukan berawal dari
> keresahan warga, Beka menekankan bahwa selama tidak undang-undang yang
> dilanggar oleh sekelompok orang, tidak boleh ada perlakuan di luar hukum.
> "Dan seharusnya kan posisi kepolisian melindungi warga yang rentan," ia
> menambahkan.
>
> Namun Untung berdalih bahwa perlakuan terhadap para waria itu bisa
> dibenarkan, karena perilaku mereka bertentangan dengan Qanun Aceh. "Di sini
> Aceh, Serambi Mekah, tidak boleh ada begitu," ujarnya.
> [image: Qanun Jinayat]Hak atas fotoAFPImage captionQanun Jinayat di Aceh,
> yang menerapkan hukuman cambuk bagi pelaku zina dan hubungan sesama jenis,
> dikritik berbagai kalangan karena dianggap bertentangan dengan Konstitusi
> dan merugikan kaum perempuan serta kelompok minoritas.
>
> Penangkapan terhadap kelompok transgender bukan pertama kali terjadi di
> Aceh. Sebelumnya pada Desember 2017, tujuh orang waria ditangkap usai
> berpesta dalam rangka merayakan ulang Tahun salah satu waria di Hotel
> berbintang lima di Kota Banda Aceh.
>
> Setelah penggerebekan terbaru ini, seorang perwakilan kelompok transgender
> di Aceh mengaku merasa ketakutan.
>
> Seorang transgender di Aceh yang dihubungi BBC mengatakan kondisi
> psikologinya "tertekan dengan situasi ini".
>
>
> 
>

Kirim email ke