----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: Sunny ambon [email protected] 
[nasional-list] <[email protected]>Terkirim: Kamis, 1 Februari 2018 
04.26.50 GMT+1Judul: [nasional-list] Perempuan Misterius Pengawal Presiden 
Jokowi Curi Hati Publik
     

  



Pacar gelap menjadi terang? hehehehehehe

https://www.suara.com/news/2018/01/30/070000/perempuan-misterius-pengawal-presiden-jokowi-curi-hati-publik
 
Perempuan Misterius Pengawal Presiden Jokowi Curi Hati Publik
 
Reza Gunadha 
 
Selasa, 30 Januari 2018 | 07:00 WIB
 
 
 
Perempuan misterius pengawal Presiden Jokowi saat mengunjungi Afghanistan, 
Senin (29/1/2018). [Twitter]
 
Ada pula yang memuji paras perempuan misterius itu.
    


 
Suara.com - Presiden RI Joko Widodo berani mengunjungi Afghanistan, ketika 
negara tersebut diguncang oleh serangan bom teroristik, Senin (29/1/2018).
 
Namun, dalam kunjungan tersebut, seorang perempuan yang disebut sebagai 
pengawal Presiden Jokowi turut mencuri perhatian publik Indonesia.
 
Foto perempuan berkacamata hitam tersebut, viral di media-media sosial 
sepanjang Senin.
  


 
  


 
  


 
  


 
    


 
   
 


 
 

  

   


 
  

 
 

 

    


 
  


 
   


 
       


 
    
Baca Juga
    
   
   
   -    
Siswa Sering Kesurupan, Sebuah Sekolah di Bangka Diliburkan
 
   -    
Pique Pensiun Usai Ikut Piala Dunia 2018 di Rusia
 
   -    
Gempa Berkekuatan 5,1 SR Guncang Jayapura Papua
 
 
 
 
Satu foto yang laris manis disebar warganet adalah, ketika perempuan itu tampak 
berjalan di samping Jokowi sembari menenteng koper berwarna hitam.
 
"Warganet sudah tahu siapa pengawal Jokowi ini?" tulis akun @ndorokakung di 
Twitter.
 

 
Banyak warganet yang menduga perempuan itu adalah anggota militer Afghanistan 
yang ditugaskan untuk mengawal tamu negara. 
 
Ada pula warganet yang memuji paras perempuan misterius itu. Sementara yang 
lain, memperdebatkan keaslian foto tersebut.
 
Ada warganet yang memercayai foto itu hoaks. Sebab, mereka menilai terdapat 
ketidakcocokan warna antara leher si perempuan dengan kerah baju yang 
dikenakannya. 
 
Doa Jokowi
 
Dalam kunjungannya, Jokowi menegaskan pemerintah dan bangsa Indonesia 
menyampaikan rasa duka atas tragedi penyerangan yang terjadi di Afghanistan dan 
akan terus memberikan dukungan agar perdamaian dapat tercipta di negara yang 
tengah mengalami konflik itu.
 
"Saya berdoa agar para korban dapat segera pulih dan kepada keluarga serta 
kerabat yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran," ujar Jokowi saat 
pernyataan pers bersama seusai melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden 
Afghanistan Ashraf Ghani di Istana Presiden Agr, Kabul, Senin.
 
Jokowi juga menyatakan, kunjungannya ke Afghanistan merupakan bentuk 
penghormatan dirinya atas kunjungan serupa yang dilakukan Presiden Afghanistan 
ke Indonesia pada 2017.
 
Kunjungan Kenegaraan Bilateral Presiden Republik Indonesia ke Afghanistan itu 
sekaligus menjadi yang pertama setelah hampir enam dekade lalu.
 
"Kunjungan saya ke Afghanistan merupakan kunjungan Kenegaraan Bilateral pertama 
Presiden Republik Indonesia setelah hampir enam dekade. Terakhir, Presiden 
Sukarno berkunjung ke Afghanistan pada Mei 1961," tuturnya.
 
Kunjungan tersebut, ujar Presiden, dapat dimaknai sebagai komitmen kuat 
Indonesia untuk dapat meningkatkan hubungan dan kerja sama dengan Afghanistan.
 
Indonesia juga berkomitmen untuk membangun perdamaian dan mendukung 
kesejahteraan bangsa Afghanistan.
 
Komitmen yang diwujudkan dalam pertemuan bilateral berlangsung secara hangat 
dan penuh rasa persaudaraan. Selain itu, kerja sama terkait pembangunan 
perdamaian di Afghanistan semakin dimatangkan kedua pihak.
 
"Indonesia dan Afghanistan akan meningkatkan berbagai kegiatan yang dapat 
membantu proses 'peace building' dan rekonsiliasi di Afghanistan," jelasnya.
 
Salah satu dukungan Indonesia dalam mewujudkan perdamaian di Afghanistan 
ditunjukkan dengan berlanjutnya pembangunan kompleks Indonesia Islamic Centre 
(IIC) di Kabul. Rencananya, fasilitas kesehatan akan turut dibangun dalam 
kompleks tersebut pada 2018.
 
"Klinik kesehatan di kompleks IIC akan mulai dibangun pada musim semi 2018 
melengkapi Masjid As-Salam yang telah digunakan oleh masyarakat Afghanistan 
sejak tahun 2015," terangnya.
 
Kompleks IIC merupakan simbol atau monumen dari persahabatan Indonesia dan 
Afghanistan. Lokasi tersebut diharapkan akan menjadi pusat kegiatan yang 
mendorong perdamaian.
 
Sementara itu, Presiden Ashraf Ghani menyambut baik kunjungan Presiden Jokowi 
di Kabul, Afghanistan.
 
"Saya sangat menghargai dan menyampaikan terima kasih dari rakyat Afghanistan 
atas kedatangan di sini. Presiden Jokowi selalu mendorong terjadinya perdamaian 
di Afghanistan," ucap Presiden Ghani.
 
Selain itu, kedatangan Presiden Jokowi juga dikatakan Ghani membawa berkah bagi 
masyarakat Afghanistan.
 
"Kedatangan Yang Mulia tidak perlu membawa emas, tapi membawa hujan dan salju. 
Hujan dan salju merupakan berkah bagi kami. Salju dan hujan tidak pernah 
memilih akan turun pada orang kaya atau orang miskin," pujinya.




    

Kirim email ke