GubernurPapua dan Bupati Asmat Tolak Usul Jokowi untuk Relokasi Warga "Alangkah lebih baikapabila direlokasi ke kota. Jadi (penduduk) desa-desa direlokasi ke kota,"ujar Jokowi Panglima TNI Klaim KLB Campak Asmat Teratasi, Bupati Elisa Buka-bukaan Bupati Kabupaten Asmat,Elisa Kambo mengatakan, bahwa orang-orang (para pejabat) di pusat, "hanyamau bicara uang saja, uang banyak datang ke Papua". -
BPK: PenggunaanDana Otsus Papua Belum Optimal Jumat 02 February2018 00:11 WIBRed: AndriSaubani REPUBLIKA.CO.ID, JAYAPURA -- Kepala BadanPemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Papua Beny Ruslandi mengatakan dari hasil pemeriksaanyang dilakukan diketahui penggunaan dana otonomi khusus (otsus) di Papua belumoptimal. BPK Papua kemudian menyarankan penggunaan dana otsus disertaiperencanaan matang sehingga manfaatnya dapat menyentuh masyarakat. "Beberapa proyek yang didanaimelalui dana otsus tidak terukur sehingga terkesan mubazir," kata Beny diJayapura, Kamis (1/2). Beny mengatakan, pemeriksaan yangdilakukan BPK Papua belum bersifat investigasi dan hanya dilakukan di beberapakabupaten dan tingkat provinsi. Hasilnya, penggunaan dana otsus tidak melaluiperencanaan yang matang, misalnya puskesmas yang dibangun lokasinya jauh daripemukiman dan akses jalan sehingga masyarakat kesulitan menjangkaunya. "Dalam rekomendasi BPK Papua telahdiminta agar kegiatan yang dibiayai melalui dana otsus direncanakan sebaikmungkin sehingga selain fisiknya yang tuntas juga manfaatnya dirasakanmasyarakat," kata Beny. Ia mengaku belum melakukan investigasitentang penggunaan dana otsus disebabkan belum ada laporan tentangpenyalahgunaan dana tersebut. Selain itu, program otsus sudah hampir berakhirsehingga BPK Papua masih menunggu kebijakan pemerintah apakah diperpanjang atauada program lain. "BPK Papua hanya melakukanpemeriksaan secara sampel terhadap penggunaan dana otsus yang dirasakanmasyarakat," kata Beny.
