http://www.mediaindonesia.com/news/read/143449/indonesia-siap-dorong-instrumen-ekstradisi-asean/2018-02-02
Indonesia Siap Dorong Instrumen Ekstradisi ASEAN

Jum'at, 2 February 2018 01:31 WIB Penulis: *(Ire/I-2) *

<http://www.mediaindonesia.com/files/news/2018/02/men.jpg>
<http://www.mediaindonesia.com/files/news/2018/02/men.jpg>

MI/MOHAMAD IRFAN

PEMERINTAH Indonesia diwakili Menteri Luar Negeri Retno Marsudi akan
menghadiri Pertemuan Retret Menteri Luar Negeri ASEAN pada 5-6 Februari
2018 di Singapura. Hal itu disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri
RI Arrmanatha Nasir pada press briefing di Ruang Palapa, Kementerian Luar
Negeri RI, Jakarta, kemarin. Pertemuan pertama tingkat menteri luar negeri
pada 2018 yang diketuai Singapura itu bertema Resilient and innovative
ASEAN. Dalam keketuaan Singapura periode 2018-2019 itu, Indonesia
dipastikan akan mendorong instrumen perjanjian ekstradisi untuk kawasan
ASEAN (ASEAN extradition treaty).

Direktur Politik dan Keamanan ASEAN Kementerian Luar Negeri RI Chandra
Widya Yuda mengungkapkan instrumen perjanjian tersebut penting bukan hanya
bagi Indonesia, melainkan untuk kawasan sekitar dengan semakin
berkembangnya kejahatan transnasional.
“Secara teknis, ada beberapa penat mungkin.

Chandra mengakui meski ada dinamika dalam pembahasan, saat ini merupakan
momentum yang tepat untuk memulai kembali untuk instrumen perjanjian
tersebut sejalan dengan visi ASEAN. “Mudah-mudahan satu timeline, kita
harapkan. Tapi, bergantung ke dinamika pembahasan working group yang
terdiri dari official negara anggota ASEAN,” paparnya. Adapun pembentukan
petunjuk baru dapat dilakukan setelah pembahasan lebih dari satu tahun
karena selain kejahatan transnasional, perbedaan kapasitas, prosedur,
infrastruktur, dan sistem hukum setiap anggota menjadi hal yang menentukan.

“Saya kira ini suatu proses yang perlu dilalui segera. Prosesnya normal,
kalau buntu, enggaklah. Paling barang kali ada upaya untuk melihat secara
lebih komprehensif, mencoba pendekatan lain yang sifatnya umum, dan tidak
membuat satu pihak menang atau kalah,” jelas Chandra. Agenda utama yang
akan dibahas dalam Pertemuan Retret Menlu ASEAN di antaranya, tindak lanjut
dari hasil Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-31 ASEAN di Filipina dan
keketuaan Singapura yang dirangkum dalam dokumen ASEAN Leaders Vision on
Resilient and Innovative ASEAN. (Ire/I-2)dekatan upaya untuk memulainya
dengan membentuk lebih dulu petunjuk. Pertemuan sudah diatur bisa secara
paralel untuk segera melakukan pembahasan treaty sendiri, tapi belum dapat
saya sampaikan di sini,” katanya.
Proses tersebut tengah berlangsung dengan adanya working group dan
Indonesia berkomitmen mendorong agar selesai secep

Kirim email ke