Di Singapura sedang muncul musim Love check. Singapura terkenal dengan biaya
hidup yang mahal. Orang harus kerja keras untuk hidupnya. Perkawinan dan
berumah-tangga menjadi masalah aktual untuk difikirkan secara serius.
Pasangan muda mudi sangat berhati-hati memberi jawaban ,,Ya” sebelum
memasuki perkawinan. Beban berat berumah-tangga banyak mendatangakan
frustasi, banyak tipuan, perselingkuhan, hingga mengganggu kestabilan rumah
tangga. Untuk mengatasi itu, pasangan menyewa detektive prive yang bertugas
memantau partnernya. Inilah yang disebut Love check. Tugas ini bukan tugas
barang satu dua hari selesai, butuh waktu yang tidak singkat, lebih-lebih
kalau harus melacak ke luar-negeri. Banyak risiko menyangkut keselamatan
serta keamanan detektive. Sedang para muda-mudi yang berpasangan penyewa
Love check itu, berperhitungan mempunyai anak, setidaknya membangun
rumah-tangga selama 20 tahun. Ongkos hidup seorang anak di Singapura sungguh
sangat luar biasa mahalnya, orang harus bekerja lebih keras lagi. Dewasa ini
Singapura mengalami kekurangan penduduk setempat, oleh karena itu tambahan
penduduk setempat sangat dinantikan. 
Demikian diberitakan oleh Michel Maas - correspondent Radio Nasional Belanda
untuk Asia Tenggara.
( diambil isinya secara bebas -- Titiek Maslam )

salam,
Titiek Maslam

Kirim email ke