----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: '[email protected]'
[email protected] [GELORA45] <[email protected]>Kepada:
"[email protected]" <[email protected]>Terkirim: Senin, 5
Februari 2018 13.29.21 GMT+1Judul: [GELORA45] Love check
|
Di Singapura sedang muncul musim Love check. Singapura terkenal dengan biaya
hidup yang mahal. Orang harus kerja keras untuk hidupnya. Perkawinan dan
berumah-tangga menjadi masalah aktual untuk difikirkan secara serius. Pasangan
muda mudi sangat berhati-hati memberi jawaban ,,Ya” sebelum memasuki
perkawinan. Beban berat berumah-tangga banyak mendatangakan frustasi, banyak
tipuan, perselingkuhan, hingga mengganggu kestabilan rumah tangga. Untuk
mengatasi itu, pasangan menyewa detektive prive yang bertugas memantau
partnernya. Inilah yang disebut Love check. Tugas ini bukan tugas barang satu
dua hari selesai, butuh waktu yang tidak singkat, lebih-lebih kalau harus
melacak ke luar-negeri. Banyak risiko menyangkut keselamatan serta keamanan
detektive. Sedang para muda-mudi yang berpasangan penyewa Love check itu,
berperhitungan mempunyai anak, setidaknya membangun rumah-tangga selama 20
tahun. Ongkos hidup seorang anak di Singapura sungguh sangat luar biasa
mahalnya, orang harus bekerja lebih keras lagi. Dewasa ini Singapura mengalami
kekurangan penduduk setempat, oleh karena itu tambahan penduduk setempat sangat
dinantikan.
Demikian diberitakan oleh Michel Maas - correspondent Radio Nasional Belanda
untuk Asia Tenggara.
( diambil isinya secara bebas -- Titiek Maslam )
salam,
Titiek Maslam
|
|
| | |
|