Kok kartu kuning, khan gak pantas dan menghinalah masak kok presiden dikasih 
kartu kuning sama mahasiswa sih!Sepantasnya ya kartu merah-lah.

---In [email protected], <ajegilelu@...> wrote :

Selamatǃ 

Jangan masukkan ke hati itu omongan Jokowi yang dengan 
nada dendam mau mengirim mahasiswa ke Asmat supaya 
mahasiswa tahu betapa beratnya alam Papua, katanya. 

Ingat-ingat sajalah sewaktu Jokowi masih bercelana pendek 
di SD, kalian sudah bolak-balik lakukan ekspedisi dan kegiatan 
sosial di Irian Jaya / Papua. Bahkan Puncak Jaya Wijaya / 
Puncak Carstensz yang bersalju itu sudah seperti rumah kedua 
bagi mahasiswi-mahasiswi.

Sekali lagi, Selamatǃ
-

Mapala UI Gapai Puncak Gunung Tertinggi di Benua Antartika ANGGITA MUSLIMAH 
MAULIDYA PRAHARA SENJAKompas.com – 08/01/2018, 10:44 WIB
Tim Mapala UI berhasil mencapai puncak Vinson Massif yang merupakan puncak 
tertinggi benua Antartika pada 6 Januari 2018 sekitar pukul 
16.30 waktu Chile.(DOC. Ryan Waters/ Mountain Professional) JAKARTA, KOMPAS.com 
– Tim Ekspedisi Vinson Massif Mapala UI berhasil menginjakkan kaki di puncak 
Gunung Vinson Massif (4.987 mdpl) yang merupakan puncak tertinggi benua 
Antartika, Minggu (6/1/2018) pada pukul 16.30 waktu Chile atau 7 Januari 2018 
pukul 02.30 WIB. Salah satu wakil pendaki Mapala UI, Dedi Satria telah 
menyelesaikan puncak ke-6 dalam upaya Mapala UI meneruskan pendakian Seven 
Summits dunia. “Pencapaian yang luar biasa. Telah lama kami menanti dan 
mempersiapkan untuk menggapai puncak ini. Akhirnya kami dapat mencapai puncak 
keenam dalam rangkaian Seven Summits, puncak di benua paling dingin,” ujar 
Manajer Tim Ekspedisi Vinson Massif Mapala UI, Ade Wahyudi, dalam keterangan 
tertulis yang diterima KompasTravel, Senin (8/1/2017). Pendakian tim Mapala UI 
ke Gunung Vinson Massif telah dipersiapkan sejak Febuari 2017. Tim Mapala UI 
yang diwakili oleh Dedi berangkat pada tanggal 25 Desember 2017 dan mendarat di 
Punta Arenas, Chile pada 26 Desember. Tim Mapala UI sempat terhadang cuaca yang 
kurang mendukung. Tim baru dapat melanjutkan penerbangan ke Antartika pada 
tanggal 1 Januari. Sementara pendakian baru dimulai pada tanggal 2 Januari 
2018. Di pendakian hari pertama, tim mencapai camp pertama dengan waktu tempuh 
selama kurang lebih empat jam 30 menit dari base camp. Keesokan harinya, 3 
Januari 2018, tim menetap di low camp sambil berlatih kembali mengenai cara 
berpindah menggunakan fixed rope (tali tetap). Pada tanggal 4 Januari, tim 
melanjutkan perjalanan ke high camp. Di high camp, tim menetap selama dua hari 
untuk beristirahat dan bersiap melakukan summit atau perjalanan ke puncak pada 
6 Januari 2018. Akhirnya, pada hari yang sama, tim Mapala UI berhasil mencapai 
puncak Vinson Massif, titik tertinggi di Antartika. Sebelumnya, Dedi telah 
berhasil mencapai Puncak Carstensz (Indonesia) bersama dengan anggota Mapala UI 
lainnya, yaitu Mahendratta S., Fandhi Achmad, dan Ahmad Nadil pada Mei 2016. 
Tidak lama berselang, tepatnya pada September 2016, Dedi berhasil  mencapai 
Puncak Elbrus (Rusia) bersama, Fandhi dan Ade Wahyudi. Lalu di Februari 2017, 
Dedi serta Agam Napitupulu berhasil mencapai puncak Aconcagua (Argentina). 
Adapun Mapala UI sebelumnya telah mengadakan ekspedisi Seven Summits dunia 
sejak tahun 1970-an. Ekspedisi tersebut merupakan pelopor kegiatan pendakian 
Seven Summits Dunia di kalangan pendaki Indonesia. Pada tahun 1972, tim pendaki 
Mapala UI menjadi tim sipil Indonesia pertama yang menginjakkan kaki di Puncak 
Carstensz, puncak tertinggi di kawasan lempeng Australasia. Selama beberapa 
tahun berikutnya, menyusul empat puncak lain yang berhasil dijamah oleh tim 
Mapala UI, yaitu puncak Kilimanjaro (1983), McKinley (1989), Elbrus (1990) dan 
Aconcagua (1993). “Lima puncak sudah dicapai oleh Mapala UI pada ekspedisi 
Seven Summits saat itu. Namun belum berhasil meneruskan ke puncak Vinson Massif 
dan Everest, karena tewasnya pendaki utama ekspedisi tersebut, yaitu Norman 
Edwin dan Didiek Samsu, dalam upaya pendakian Aconcagua pada tahun 1992,” kata 
Ketua Mapala UI, Yohanes Poda. Dengan demikian, atas pencapaian di puncak 
Vinson Massif, ia berharap ke depannya tim Mapala UI dimudahkan untuk sampai di 
puncak Everest. “Setelah lama tidak melanjutkan upaya pendakian seven summits, 
Mapala UI pada akhir tahun 2017 mengirimkan salah satu pendakinya, Dedi Satria 
ke Vinson Massif, puncak tertinggi (Benua) Antartika. Ketika kami dapat kabar 
Dedi telah mencapai puncak Vinson, rasa bangga dan semangat kami terangkat 
kembali. Semoga tim selalu dimudahkan sampai Everest, puncak tertinggi dunia, 
sehingga akhirnya Seven Summits Mapala UI dapat terselesaikan,” tambah Yohanes. 
Ketinggian 4.987 mdpl menjadikan Vinson Massif sebagai puncak tertinggi di 
benua Antartika. Gunung ini hanya boleh didaki ketika wilayah selatan bumi 
mengalami musim panas, yaitu berkisar bulan Desember dan Januari. Kebalikan 
dari wilayah utara bumi yang pada bulan tersebut sedang mengalami musim dingin. 
Tujuh gunung tertinggi di dunia yang menjadi impian banyak pendaki antara lain 
Gunung Cartenz di Papua, Gunung Elbrus di Rusia, Gunung Kilimanjaro di 
Tanzania, Gunung Aconcagua di Argentina, Gunung Vinson Massif di Antartika, 
Gunung Denali di Amerika Utara, dan Gunung Everest di Nepal. Penulis : Anggita 
Muslimah Maulidya Prahara SenjaEditor : Wahyu Adityo Prodjo

Kirim email ke