Iya dong. Harus lulus. Harus betul-betul paham cara ngitung, 
aturan main, dan teknik ngeles dalam ekonomi makro di 
iklim nekolim, supaya ngerti kalau infrastruktur ambrol dan 
bikin kereta modern mandeg, siapa yang rugi? Ya kalian, Rakyat. 
Karena itu, "bantulah" Rakyat. Ikuti kami, belajar ekonomi kapitalis. 
LOL 

Persis pendidikan jaman kolonial. Pura-puranya 'politik balas budi' 
dengan kasih pendidikan kepada pribumi, padahal mah isinya cuma 
mencetak pengikut penjajah secara massal.
--- jonathangoeij@... wrote:
Maksud ibu dosen yang demo nggak bakalan lulus?
---Saat menjadi dosen pengantar ekonomi mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis 
(FEB) UI, dia mengatakan, kalian sebelum lulus mata kuliah makro ekonomi jangan 
ikut-kutan memberikan kartu kuning untuk Presiden.
"Lulus makro ekonomi dulu, baru boleh demo," ujarnya, di Auditorium FEB UI 
Kampus Depok, Jakarta, Senin (5/2/2018)....
Insiden 'Kartu Kuning', Sri Mulyani: Lulus Mata Kuliah Makro Ekonomi Dulu, Baru 
Demo


| 
| 
| 
| 
 | 
 |

 |

 |
| 
| 
 | 
Insiden 'Kartu Kuning', Sri Mulyani: Lulus Mata Kuliah Makro Ekonomi Dul...
OkezoneMenteri Keuangan Sri Mulyani sedikit menyindir bekas kampusnya 
Universitas Indonesia UI soal pemberian hadiah b... |

 |

 |



Feby Novalius, Jurnalis · Senin 05 Februari 2018, 11:59 WIB
Ilustrasi (Foto: ant)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani sedikit menyindir bekas kampusnya, 
Universitas Indonesia (UI) soal pemberian hadiah berupa kartu kuning yang 
dilakukan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa UI 2018 Zaadit Taqwa kepada Presiden 
Joko Widodo (Jokowi).Saat menjadi dosen pengantar ekonomi mahasiswa Fakultas 
Ekonomi dan Bisnis (FEB) UI, dia mengatakan, kalian sebelum lulus mata kuliah 
makro ekonomi jangan ikut-kutan memberikan kartu kuning untuk Presiden.
"Lulus makro ekonomi dulu, baru boleh demo," ujarnya, di Auditorium FEB UI 
Kampus Depok, Jakarta, Senin (5/2/2018).Dia mengatakan, jangan sampai ada 
mahasiswa mengatakan pertumbuhan ekonomi baru 5% tapi gaji Presiden Jokowi 
lebih dari 5%, kemudian harus diberi kartu kuning. Menurutnya, mahasiswa, harus 
bisa membandingkan pertumbuhan ekonomi 5% dengan negara lain."Harus lihat 
kenapa dia 6%, kita kenapa 5%. Filipina, RRT, India, sekarang lebih tinggi. 
Kenapa gak sama kaya Brasil dan Turki. Nah sebelum kartu kuning, lihat dulu 
bahwa sebenarnya kita itu beruntung ada di negara Asean," ujarnya.Sebelumnya, 
Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi Sapta Prabowo memastikan 
Presiden Jokowi sama sekali tidak tersinggung atas pemberian kartu kuning yang 
dilakukan Ketua BEM UI.Ia menuturkan, sebenarnya Kepala Negara telah 
dijadwalkan menerima pengurus BEM tersebut selepas menghadiri Dies Natalies 
ke-68 UI dan Peresmian Forum Kebangsaan UI di Balairung Kampus UI, Kota 
Depok."Terhadap aksi ini, Presiden Jokowi biasa saja, tidak tersinggung.. 
Soalnya dari awal memang sudah ada agenda Presiden bertemu BEM UI itu selepas 
acara. Tapi acara itu batal karena aksi tersebut," jelasnya.(rzy)
   

Kirim email ke