Memang benar bung Jonathan kita di teknologi pertanian juga banyak dapat mata 
kuliah ekonomi dari mata kuliah ekonomi dasar, ekonomi produksi, ekonomi 
pemasaran dll.
Orang hexata harus harus belajar banyak ekonomi disamping pelajaran matematika, 
fisika, kima dan biologi. Sebab pelajaran ini sangat mendukung dalam 
menjalankan perusahaan.
Bagaimana perusahaan bisa jalan kalau tidak tahu perhitungan kos yang 
diperlukan untuk memproduksi suatu barang. Apakah dapat untung dengan 
memproduksi barang dalam satuan tertentu.
Bagi saya pelajaran ekonomi produksi lumayan susah juga bagi saya, karena 
memakai rumus rumus, walaupun mata kuliah kimia pangan, hidrolika dan teknologi 
pengolahan dan mikrobiologi juga susah

From: [email protected] [GELORA45] [mailto:[email protected]]
Sent: Wednesday, February 07, 2018 8:26 AM
To: Karma, I Nengah [PT. BI-POS] <[email protected]>
Subject: [**EXTERNAL**] Re: Insiden 'Kartu Kuning', Sri Mulyani: Lulus Mata 
Kuliah Makro Ekonomi Dulu, Baru Demo


Di tempat saya kuliah seingatnya ekonomi makro merupakan salah satu elective 
dari general education, maksudnya jurusan apa saja boleh ngambil ekonomi makro 
itu.

---In [email protected]<mailto:[email protected]>, 
<inengahk@...<mailto:inengahk@...>> wrote :

Maaf saya kira mahasisawa ini jurusannya  Sos, sebab jika dia orang jurasan 
Hexsata gak mungkin sempat demo.

Saya sendiri merasakan sendiri jurusan teknologi pertanian gak sempat napas 
menerima mata kuliah teknologi pengolahan sampai 3 kali, malah saya masih utang 
satu mata ini, karena tak lulus lulus. Belum lagi jurusan teknik sipil dan 
arsitek dengan mata kuliah mektek sampai 9 semester.

Jangankan demo sama priesiden sama dosen yang kasi mata kuliah saja kita tak 
berani menundukan kepala



Makanya saya heran sama mahasisa diluar bali dengan mahasiswa dibali, orang 
bali malas ngurusin yang tidak mendatangkan hasil.

Cerita wayang cengblong, istilah anj… borosan/buruan, disuruh ngejar mangsanya 
setelah didapat si anj… dapat tulang saja, sedangkan sang pemburu makan 
buruannya



From: [email protected]<mailto:[email protected]> 
[mailto:[email protected]]
Sent: Tuesday, February 06, 2018 4:10 AM
To: Yahoogroups <[email protected]<mailto:[email protected]>>
Subject: [**EXTERNAL**] [GELORA45] Insiden 'Kartu Kuning', Sri Mulyani: Lulus 
Mata Kuliah Makro Ekonomi Dulu, Baru Demo





Maksud ibu dosen yang demo nggak bakalan lulus?

---

Saat menjadi dosen pengantar ekonomi mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis 
(FEB) UI, dia mengatakan, kalian sebelum lulus mata kuliah makro ekonomi jangan 
ikut-kutan memberikan kartu kuning untuk Presiden.



"Lulus makro ekonomi dulu, baru boleh demo," ujarnya, di Auditorium FEB UI 
Kampus Depok, Jakarta, Senin (5/2/2018).

...

Insiden 'Kartu Kuning', Sri Mulyani: Lulus Mata Kuliah Makro Ekonomi Dulu, Baru 
Demo<https://economy.okezone.com/read/2018/02/05/20/1854778/insiden-kartu-kuning-sri-mulyani-lulus-mata-kuliah-makro-ekonomi-dulu-baru-demo>







Insiden 'Kartu Kuning', Sri Mulyani: Lulus Mata Kuliah Makro Ekonomi Dul...

Okezone

Menteri Keuangan Sri Mulyani sedikit menyindir bekas kampusnya Universitas 
Indonesia UI soal pemberian hadiah b...








Feby Novalius, Jurnalis · Senin 05 Februari 2018, 11:59 WIB



[https: img-o.okeinfo.net content 2018 02 05 20 1854778 
insiden-kartu-kuning-sri-mulyani-lulus-mata-kuliah-makro-ekonomi-dulu-baru-demo-JttOD88ef0.jpg]Ilustrasi
 (Foto: ant)



JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani sedikit menyindir bekas kampusnya, 
Universitas Indonesia (UI) soal pemberian hadiah berupa kartu kuning yang 
dilakukan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa UI 2018 Zaadit Taqwa kepada Presiden 
Joko Widodo (Jokowi).

Saat menjadi dosen pengantar ekonomi mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis 
(FEB) UI, dia mengatakan, kalian sebelum lulus mata kuliah makro ekonomi jangan 
ikut-kutan memberikan kartu kuning untuk Presiden.



"Lulus makro ekonomi dulu, baru boleh demo," ujarnya, di Auditorium FEB UI 
Kampus Depok, Jakarta, Senin (5/2/2018).

Dia mengatakan, jangan sampai ada mahasiswa mengatakan pertumbuhan ekonomi baru 
5% tapi gaji Presiden Jokowi lebih dari 5%, kemudian harus diberi kartu kuning. 
Menurutnya, mahasiswa, harus bisa membandingkan pertumbuhan ekonomi 5% dengan 
negara lain.

"Harus lihat kenapa dia 6%, kita kenapa 5%. Filipina, RRT, India, sekarang 
lebih tinggi. Kenapa gak sama kaya Brasil dan Turki. Nah sebelum kartu kuning, 
lihat dulu bahwa sebenarnya kita itu beruntung ada di negara Asean," ujarnya.

Sebelumnya, Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi Sapta Prabowo 
memastikan Presiden Jokowi sama sekali tidak tersinggung atas pemberian kartu 
kuning yang dilakukan Ketua BEM UI.

Ia menuturkan, sebenarnya Kepala Negara telah dijadwalkan menerima pengurus BEM 
tersebut selepas menghadiri Dies Natalies ke-68 UI dan Peresmian Forum 
Kebangsaan UI di Balairung Kampus UI, Kota Depok.

"Terhadap aksi ini, Presiden Jokowi biasa saja, tidak tersinggung. Soalnya dari 
awal memang sudah ada agenda Presiden bertemu BEM UI itu selepas acara. Tapi 
acara itu batal karena aksi tersebut," jelasnya.

(rzy)


Kirim email ke