Belum Ada Kejelasan, Warga Terdampak Ingin Pertemuan dengan Pihak Kereta Cepat
Selasa, 6 Februari 2018 | 8:45

http://sp.beritasatu.com/home/belum-ada-kejelasan-warga-terdampak-ingin-pertemuan-dengan-pihak-kereta-cepat/122680

Ilustrasi kereta cepat. [Google] 

Berita Terkait

  a.. Presiden Minta Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dipercepat dan Dikawal 
  b.. Gubernur Jabar Tanda Tangan SK Kereta Cepat, Pembelian Lahan Bisa DImulai 
  c.. Warga Bekasi Resah dan Pertanyakan Keseriusan Proyek Kereta Cepat 
Jakarta-Bandung 
  d.. Prioritaskan Pekerja Lokal Bangun Kereta Api Cepat 
  e.. DPD RI Tegas Tolak Kereta Cepat Jakarta-Bandung
[BEKASI] Para warga di wilayah Bekasi selatan yang kediamannya terdampak proyek 
pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung (KCJB) dalam kondisi bingung. Sebab, 
mereka sama sekali tak mendapatkan informasi yang bisa dipegang kebenarannya 
terkait pembangunan kereta cepat di wilayahnya.

Seperti diketahui, jalur kereta cepat KCJB melintas di 4 kelurahan di Bekasi 
Selatan, yakni Jakamulya, Jakasetia, Pekayon Jaya dan Marga Jaya. Namun suda 
dua tahun sejak dicanangkan, sampai saat ini belum ada kejelasan mengenai 
pengerjaan proyek tersebut di sana.

Warga dibuat bingung, dengan tak jelasnya pekerjaan proyek kerja sama, 
Pemerintah dengan Bank China itu mulai di wilayahnya. Kemudian ditambah lagi 
munculnya isu, kalau pihak KCJB yang diwakili PT PSBI dan KCIC melakukan 
perubahan dari jalur yang sudah ditetapkan sebelumnya.

“Sudah sejak Desember saya mengepak barang-barang ke kardus untuk persiapan 
jika jadi digusur kediaman saya. Kami tunggu hingga Januari, tak ada progres 
apa-apa terkait pembangunannya,” ungkap Satya, salah seorang warga yang 
rumahnya terdampak pembangunan KCJB.

Lain lagi dengan Ibu Nurul. Warga di Jakasetia ini mendapat info kalau pihak 
KCIC hanya akan membayar luas lahan terdampak yang mereka pakai saja. “Ini 
bagaimana? Misalkan rumah saya terletak di tanah ukuran 320 m, lalu hanya mau 
diganti rugi 200 m. Itu mah bukan ganti untung, atau bahkan ganti rugi. Tapi 
ganti buntung. Siapa mau ganti sisanya. Memangnya hanya dirobohkan sebagian 
saja. Bayangkan saja, kami harus menyerahkan sertifikat tanah, namun yang 
diganti hanya sebagian saja. Dimana keadilannya,” keluh ibu tersebut.

Untuk mengantisipasi kesimpangsiuran terkait hal ini. Para warga sepakat 
meminta Ketua RW di wilyahnya yang tergabung dalam Perhimpunan RW di empat 
Kelurahan, mengundang PT PSBI dan KCIC segera mengadakan pertemuan, dan 
kejelasan mengenai status proyek sdan nasib lahan terdampak warga. Rencananya 
pertemuan yang difasilitasi Forum Komunikasi RW Bekasi Selatan ini akan digelar 
Minggu (11/2) besok. [L-9]

Kirim email ke