*Apakah benar menteri sendiri yang melakukan pemerriksaan 12.398 anak di kabupaten Asmat? Selama berapa hari dilakukan pemeriksaan?*
https://www.gatra.com/nusantara/maluku-papua/305982-menkes-periksa-12398-anak-di-kabupaten-asmat Menkes Periksa 12.398 Anak di Kabupaten Asmat Tuesday, 30 January 2018 19:58 | Maluku & Papua Menteri Kesehatan Nila D. Moeloek. (Dok. Kemenkes/FT02) *Jakarta, Gatra.com* - Kementerian Kesehatan sudah memeriksa 12.398 anak Kabupaten Asmat, terkait penanganan gizi buruk dan campak. Pemeriksaan tersebut berlangsung dari September 2017 sampai dengan 25 Januari 2018. Menteri Kesehatan Nila D. Moeloek mengonformasi dari pemeriksaan itu 646 anak terkena wabah campak dan 144 anak menderita gizi buruk. Tim kesehatan saat ini masih ada di Kabupaten Asmat melakukan penganganan kasus ini. "Kami kerjasama dengan TNI, polisi, Kemensos secara terpadu. Kami membuat program 10 hari pertama ini sudah, 10 hari dilakukan beberapa kegiatan sampai tiga kali sampai 1 bulan," kata Menkes Nila di Jakarta, Selasa (30/1). Selain itu, ditemukan 25 anak suspek campak serta 4 anak yang terkena campak dan gizi buruk. Mereka ditangani di RSUD Agats dan tim gabungan Dinkes Provinsi Papua serta Kabupaten Asmat. Data di posko penanggulangan KLB Asmat di Agats, 37 anak meninggal di Distrik Pulau Tiga, 15 anak di Distrik Fayit, 8 anak di Distrik Aswi, 4 anak di Distrik Akat, dan 6 lainnya meninggal di RSUD Agats. Wabah campak dan gizi buruk dari September 2017 hingga 24 Januari 2018 mengakibatkan 65 korban meninggal akibat gizi buruk, 4 anak lainnya karena campak, dan 1 orang karena tetanus. Kemenkes pada 16 Januari 2018 telah mengirimkan 39 tenaga kesehatan, yang terdiri dari 11 orang dokter spesialis, 4 orang dokter umum, 3 perawat, 2 penata anestesi dan 19 tenaga kesehatan yang terdiri dari ahli gizi, kesehatan lingkungan dan surveilens. Berlanjut di 26 Januari lalu, Kemenkes menerjunkan tim Flying Health Care (FHC) gelombang kedua yang bertugas selama 10 hari, tercatat ada 36 tenaga kesehatan. Dan tengah dipersiapkan 9 gelombang FHC yang akan berlangsung sekitar 3 bulan. Menkes menambahkan sudah mendistribusikan 1,2 ton obat untuk pengendalian KLB gizi buruk dan campak di Kabupaten Asmat. Obat-obat ini disebar ke Distrik Sawa Erma, Kolof Brasa, dan Pulau Tiga menggunakan speed boat. "Obat-obat yang kami kirimkan antara lain amoksisilin, salep anti bakteri, parasetamol, infusion, vitamin dan lainnya. yang dikemas dalam bentuk tablet, kapsul, botol, dan boks," tutup Nila. ------------------------------ Reporter : Abdul Rozak Editor : Sandika Prihatnala
