https://www.gatra.com/ekonomi/makro/306915-agus-marto-perlu-reformasi-struktural-untuk-meningkatkan-pertumbuhan-ekonomi
Agus Marto: Perlu Reformasi Struktural Untuk Meningkatkan Pertumbuhan
Ekonomi

GATRAnews  -
Monday, 05 February 2018 20:09    | Makro

*Jakarta, Gatra.com* - Pertumbuhan ekonomi nasional pada 2017 sebesar
5,07%, masih di bawah target APBN Perubahan 2017 sebesar 5,2 persen.
Menurut Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo, untuk menggenjot
pertumbuhan ekonomi ke depan, pemerintah harus melakukan reformasi
struktural di bidang Sumber Daya Manusia, inovasi dan membangun kelembagaan.

"Memang harus meningkatkan reformasi struktural kita, khususnya di bidang
pengembangan sumber daya manusia, inovasi dan membangun kelembagaan. Itu
melengkapi pembangunan infrastruktur yang ada. Dengan begitu kita akan
melihat kedepan pertumbuhan ekomomi yang lebih tinggi," katanya di komplek
Istana Negara, (05/02).

Agus mengatakan pertumbuhan ekonomi 2017 masih lebih baik dari periode 2014
sebesar 5,01%, periode 2015 sebesar 4,88% dan periode 2016 sebesar 5,03%.
"Setahunnya itu 5,07%. Kita menyambut baik bahwa peran daripada ekspor itu
baik dan investasi. Kalau terkait dengan konsumsi saya memang belum lihat
spesifik, tapi yang secara umum kelihatannya berperan tinggi adalah di area
ekspor dan investasi," katanya.

Meskipun konsumsi rumah tangga hanya tumbuh 4,95%, Agus menilai pertumbuhan
kuartal IV melebihi prediksi Bank Indonesia. "Jadi (pertumbuhan konsumsi
rumah tangga) belum lebih daripada 5%. Tapi bahwa kita bisa mencapai 5,19%
di kuartal IV, itu adalah satu capaian yang cukup baik. Lebih tinggi dari
prediksi kami. Karena kami perkirakan itu, ada di kisaran 5,11%," katanya.

Menurut Agus, Pemerintah juga perlu memperbaiki kemudahan berbisnis dan
iklim investasi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. "Dan bagaimana
upaya pemerintah memberikan prioritas pada infrastruktur. Ini semua akan
membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan, lebih kuat dan
sustainable," katanya.
------------------------------

Reporter : Hendry

Kirim email ke