Ya bolehlah kalau cuma bicara kasus di tol Depok-Antasari. Masalahnya musibah infrastruktur ini terjadi beruntun di banyak lokasi terkait proyek strategisnya pemerintahan 2014. Hulu manajemennya di situ. Rancangan induknya di situ. Tentu termasuk strategi pengadaan kontraktor yang jago bikin SOP proyek besar.
Penggiringan opini ke hilir, terkotak-kotak kasus per kasus, biasanya cuma untuk cuci tangan. Sukur-sukur dapat kambing hitam. Padahal yang mendesak kontraktor untuk terburu-buru ya pemilik proyek / pemerintah juga. Sedangkan pembantu rumahtangga saja tidak boleh disuruhbekerja terburu-buru.. --- djiekh@... wrote: Disebut kesalahan managerial, karena alasan di bawah :Untuk menghindari kegagalan pemasangan girder terulang, Basuki dan jajarannya akan memperbaiki SOP pemasangan girder. Dia mencontohkan, teknik pemasangan girder tidak lagi dikalungkan karena riskan terjatuh, diubah dengan menggunakan media anting-anting."Sekarang diperbaiki SOP-nya. Jadi itu masalah teknis dan manajerial. Artinya ada masalah teknis dan manajerial, itu SOP, ada perbaikan sedikit," ujar dia.Kalau saya baca ini dan yang lainnya, girdernya tidak satu tipe, sehingga cara ngangkatnya supaya tidak jatuh, tidak sama ?Apa untuk tiap macam girder, SOP nya harus berbeda ? atau bisa sama dengan pakai cara yang paling aman, dengan SOP baru.Di samping itu untuk pekerjaan yang akibatnya kalau salah besar sekali, harus disertakan critical control points, yang kalau ini terpenuhibaru boleh terus. Ini kalau di Industri . (Hazard Analysis Critical Control Points). Tidak tahu kalau di bangunan. Apa untuk pekerjaan yang risikonya tinggi, harus dibawah pengawasan langsung mandor yangberpengalaman ?SOP dibuat oleh management. Jadi kalau kesalahannya di SOP yang tidak sempurna, ya kesalahan management.Kalau SOP nya benar dan jelas, dan operatornya sudah terlatih, tetapi kemudian operatornya kerjanya menyimpang dari SOP, maka kesalahannya jadi kesalahan oprator. Dalam industri 80 % kesalahan adalah tidak lengkapnya SOP, sedangkan kesalahan dari operator hanya 20 %. Dari 20 % ini, masih harus dilihat lagi,apakah operator benar2 telah mendapat latihan cukup ? Kalau kesalahan terjadi karena operator tidak mendapat latihan cukup atau SOP tidak jelas, ya kan managementnya yang kurang. SOP harus jelas, tidak ber-belit2 yang menyebabkan orang cenderung menyimpang, cari jalan sendiri.Di samping itu, kalau sekali saja girder jatuh, kan harus dianalisa lengkap apa sebabnya, dan prosedurnya langsung diperbaiki dengan cara dicoba langsung dulu,dan mendengari saran2 dari yang langsung mengerjakan. Masa setelah 5 kali, baru sadar harus diperbaiki ? Di indusri dan pekerjaan teknik, mestinya tiap kesalahandianalisa pakai Visgraatdiagram ( Fishbone Diagram ), dianalisa apakah kesalahannya letaknya di alat/mesin, di prosedur kerja, di operator yang mengerjakan dll.Di perusahaan yang baik, hampir kecelakaan saja, apalagi kecelakaan harus langsung diteruskan ke anak perusahaan lainnya, untuk diteliti apakah ada kondisi yang sama atau hampir sama, yang dapat menyebabkan kecelakaan yang sama atau hampir sama. Ini harus diteruskan dalam waktu 24 jam. Juga analisa kesalahan di tempat kecelakaan /hampir kecelakaan harus sampai dalam waktu 24 jam. Di perusahaan yang baik, di negeri Belanda, angka kecelakaan diumumkan di papan di depan gedung perusahaan. Semua rapat2 di perusahaan, selalu dimulai dengan ususl2 memperbaiki pengamanan kerja. Kursus2 diberikan tentang Risiko analisadi seluruh bagian perusahaan, bahkan di bagian administrasi.Kalau banyak kegiatan kerja, seperti periode sekarang, dibandingkan periode yang lalu, angka kecelakaan akan meningkat. Untuk meminimalisir, tiap kali prosedur kerja (SOP) harus diperbarui, dan operator2 diberi pendidikan penyegaran. Banyak saran2 perbaikan kerja justru datangnya dari operators yang mengeluh.SOP itu sekarang di Belanda diterapkan di mana-mana, mulai dari bangun rumah, di industri, di administrasi, di rumah sakit, yang namanya jadi protocol kerja, di perkumpulan2 sosial pun meskipun istilah2nya bisa berbeda.SOP yang baik, disertai dengan What if........., kalau terjadi penyimpangan, apa ada SOP nya untuk mengatasi penyimpangan itu. 2018-02-06 13:52 GMT+01:00 ajeg : Pendukung Jokowi mestinya berani menjelaskan kenapa ratusan proyek mandek sehingga sekarangsemua dikebut. --- ilmesengero@... wrote: Mengapa kesalahan manajerial?
