----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: Sri Isni <[email protected]>Kepada: 
"[email protected]" <[email protected]>Cc: 
"[email protected]" <[email protected]>Terkirim: Selasa, 6 Februari 2018 20.08.38 
GMT+1Judul: : Ribuan Orang Mengenang Ajaran Gus Dur tentang Kemanusiaan dan 
Pluralisme Sleman - Solopos.com
            Istri Gur Dur, Shinta Nuriyah Wahid memberikan testimoni saat acara 
sewindu haul Gus Dur di Universitas Sanata Dharma pada Senin (5/2/2018). (Irwan 
A. Syambudi/JIBI/Harian Jogja) Selasa, 6 Februari 2018 16:54 WIB Irwan A. 
Syambudi/JIBI/Harian Jogja Sleman Share : 
Ribuan Orang Mengenang Ajaran Gus Dur tentang Kemanusiaan dan Pluralisme
 
Ribuan orang hadir dalam peringatan sewindu haul Gusdur.

Solopos.com, SLEMAN–Ribuan masyarakat bersama sejumlah tokoh dan penggiat 
lintas iman memperingati sewindu wafatnya Presiden Indonesia ke-4 Abdurahman 
Wahid atau Gus Dur.

Dalam peringatan bertajuk Ziarah Budaya yang dihelat di Universitas Sanata 
Dharma pada Senin (5 /2/2018) itu dihadiri kurang lebih 1.300 orang. Selain 
istri Gus Dur, Shinta Nuriyah Wahid dan putrinya Alisa Wahid, sejumlah tokoh 
juga turut hadir di antaranya adalah Gusti Kanjeng Ratu Hemas, Ulil Absar 
Abdalla, dan juga Prof. Mahfud MD.
 
Tidak hanya itu, sejumlah pegiat lintas iman, dari berbagai kalangan seperti 
kalangan Islam, Katolik, Buddha, Khonghucu, Hindu juga turut hadir. Mereka 
merupakan aktivis yang bergerak di isu-isu toleransi antar-umat beragama.

Ketua panitia acara, M. Fakhrur Rifai, mengatakan ziarah budaya bukan hanya 
untuk mengagungkan nama Gus Dur. Namun dimaksudkan untuk merefleksikan 
nilai-nilai yang Gus Dur ajarkan, yakni kemanusiaan dan pluralisme. “Kami 
prihatin atas situasi Indonesia saat ini. Banyak yang mengatasnamakan agama 
untuk mencapai kepentingan sesaat. Dampaknya adalah perpecahan,” kata dia, 
Senin.
 
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Prof. Mahfud MD yang berkesemapatan 
menyampaikan pidato kebudayaan menyebut Gus Dur adalah tokoh Islam sekaligus 
tokoh bangsa. Gus Dur memaknai bernegara dalam suatu perbedaan suku, ras, dan 
agama merupakan suatu fitrah dari Tuhan.

“Di muka bumi ini dan di berbagai tempat manusia itu selalu berbeda.. Itu 
sebenarnya dari ide yang paling pokok dalam kita hidup bernegara, seperti yang 
dikampanyekan Gus Dur itu adalah pluralisme. Pruralisme adalah faham bahwa 
niscaya kita berbeda dan harus saling menghargai perbedaan itu,” ungkapnya.

Sementara itu, Shinta Nuriyah Wahid dalam testimoninya menyebut bahwa memang 
sebagian besar hidup Gus Dur diabdikan untuk merajut sekaligus merawat dan 
menjaga perbedaan kebudayaan yang ada di Indonesia. Karena bagi Gus Dur 
kebudayaan adalah cermin dasar dari kemanusiaan, artinya manusia bisa 
menegakkan harkat dan martabatnya kalau dia masih berkebudayaan. Sebaliknya 
jika sudah tidak berkebudayaan akan sama dengan hewan.

“Dalam upaya merajut, merawat dan menjaga perbedaan, Gus Dur selalu 
melakukannya dengan cara berdialog dan berkomunikasi secara intens,” kata dia.

Namun tidak hanya itu, baginya yang lebih menarik dari Gus Dur adalah 
kemampuannya untuk mendamaikan bermacam-macam perbedaan dan kesabarannya untuk 
merawat dan melayani berbagai ragam perbedaan. “Tidak hanya kebudayaan yang 
besar dan mayoritas, bahkan kebudayaan-kebudyaan minoritas,” ujar Shinta.

Sebagai informasi, haul sewindu meninggalnya Gus Dur melibatkan sedikitnya 60 
komunitas dan kelompok. Ratusan orang pun terlibat dalam rangkaian kegiatan, 
seperti diskusi yang menghadirkan banyak tokoh intelektual, pameran foto 
bertema Gus Dur, dan pentas seni.

Sementara itu, selain di Jogja haul Gus Dur juga digelar di 99 titik di 66 
daerah dan empat negara yang ikut memperingati.
 lowongan pekerjaan 
PT Solo Grafika Utama (SOLOPOS Grup), informasi selengkapnya KLIK DISINI Editor 
: Bhekti SuryaniTags Haul GusdurKemanusiaan dan pluralismeajaran Gusdur  
You might also like
        
© 2016 Solopos Digital Media. All rights reserved.
     

-- 
You received this message because you are subscribed to the Google Groups 
"forumdiskusi" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email 
to [email protected].
To post to this group, send email to [email protected].
Visit this group at https://groups.google.com/group/diskusiforum.
For more options, visit https://groups.google.com/d/optout.
  

Attachment: binLlYpV8ADJt.bin
Description: Binary data

Kirim email ke