Ya, Gus Dur pernah mengajar Sufisme.
Wah, Islam fanatik tidak suka ini, karena
dianggap Sufisme tidak 100% mengikuti
ajaran Islam Sufisme menghargai semua
agama dan ajaran yang memajukan Peri
Kemanusiaan. Sufisme Internasional anggotanya
dari berbagai agama. Kalau berkumpul
mereka pasang 7 lilin, sebagai penghargaan
pada semua agama, dan satu ajaran. Lilin
menyala menggambarkan pencerahan.
Dengar2 di Jakarta juga ada Sufisme.

2018-02-07 6:45 GMT+01:00 Chalik Hamid [email protected] [GELORA45] <
[email protected]>:

>
>
>
>
> ----- Pesan yang Diteruskan -----
> *Dari:* Sri Isni <[email protected]>
> *Kepada:* "[email protected]" <[email protected]>
> *Cc:* "[email protected]" <[email protected]>
> *Terkirim:* Selasa, 6 Februari 2018 20.08.38 GMT+1
> *Judul:* : Ribuan Orang Mengenang Ajaran Gus Dur tentang Kemanusiaan dan
> Pluralisme Sleman - Solopos.com
>
>
>
>  Istri Gur Dur, Shinta Nuriyah Wahid memberikan testimoni saat acara
> sewindu haul Gus Dur di Universitas Sanata Dharma pada Senin (5/2/2018).
> (Irwan A. Syambudi/JIBI/Harian Jogja)
> Selasa, 6 Februari 2018 16:54 WIB <http://www.solopos.com>Irwan A.
> Syambudi/JIBI/Harian Jogja <http://www.harianjogja.com>
> <http://www.koran-o.com>Sleman
> <http://www.solopos.com/jogjapolitan/sleman2> Share :
> <http://www.twitter.com/soloposdotcom>
> <http://www.facebook.com/soloposcom>
> <https://plus..google.com/+soloposdotcom/>
> <https://instagram.com/soloposdotcom/>
> Ribuan Orang Mengenang Ajaran Gus Dur tentang Kemanusiaan dan Pluralisme
>
> *Ribuan orang hadir dalam peringatan sewindu haul Gusdur.*
>
> *Solopos.com, SLEMAN*–Ribuan masyarakat bersama sejumlah tokoh dan
> penggiat lintas iman memperingati sewindu wafatnya Presiden Indonesia ke-4
> Abdurahman Wahid atau Gus Dur.
>
> Dalam peringatan bertajuk *Ziarah Budaya* yang dihelat di Universitas
> Sanata Dharma pada Senin (5 /2/2018) itu dihadiri kurang lebih 1.300 orang.
> Selain istri Gus Dur, Shinta Nuriyah Wahid dan putrinya Alisa Wahid,
> sejumlah tokoh juga turut hadir di antaranya adalah Gusti Kanjeng Ratu
> Hemas, Ulil Absar Abdalla, dan juga Prof. Mahfud MD.
>
> Tidak hanya itu, sejumlah pegiat lintas iman, dari berbagai kalangan
> seperti kalangan Islam, Katolik, Buddha, Khonghucu, Hindu juga turut hadir.
> Mereka merupakan aktivis yang bergerak di isu-isu toleransi antar-umat
> beragama.
>
> Ketua panitia acara, M. Fakhrur Rifai, mengatakan ziarah budaya bukan
> hanya untuk mengagungkan nama Gus Dur. Namun dimaksudkan untuk
> merefleksikan nilai-nilai yang Gus Dur ajarkan, yakni kemanusiaan dan
> pluralisme. “Kami prihatin atas situasi Indonesia saat ini. Banyak yang
> mengatasnamakan agama untuk mencapai kepentingan sesaat. Dampaknya adalah
> perpecahan,” kata dia, Senin.
>
> Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Prof. Mahfud MD yang berkesemapatan
> menyampaikan pidato kebudayaan menyebut Gus Dur adalah tokoh Islam
> sekaligus tokoh bangsa. Gus Dur memaknai bernegara dalam suatu perbedaan
> suku, ras, dan agama merupakan suatu fitrah dari Tuhan.
>
> “Di muka bumi ini dan di berbagai tempat manusia itu selalu berbeda. Itu
> sebenarnya dari ide yang paling pokok dalam kita hidup bernegara, seperti
> yang dikampanyekan Gus Dur itu adalah pluralisme. Pruralisme adalah faham
> bahwa niscaya kita berbeda dan harus saling menghargai perbedaan itu,”
> ungkapnya.
>
> Sementara itu, Shinta Nuriyah Wahid dalam testimoninya menyebut bahwa
> memang sebagian besar hidup Gus Dur diabdikan untuk merajut sekaligus
> merawat dan menjaga perbedaan kebudayaan yang ada di Indonesia. Karena bagi
> Gus Dur kebudayaan adalah cermin dasar dari kemanusiaan, artinya manusia
> bisa menegakkan harkat dan martabatnya kalau dia masih berkebudayaan.
> Sebaliknya jika sudah tidak berkebudayaan akan sama dengan hewan.
>
> “Dalam upaya merajut, merawat dan menjaga perbedaan, Gus Dur selalu
> melakukannya dengan cara berdialog dan berkomunikasi secara intens,” kata
> dia.
>
> Namun tidak hanya itu, baginya yang lebih menarik dari Gus Dur adalah
> kemampuannya untuk mendamaikan bermacam-macam perbedaan dan kesabarannya
> untuk merawat dan melayani berbagai ragam perbedaan. “Tidak hanya
> kebudayaan yang besar dan mayoritas, bahkan kebudayaan-kebudyaan
> minoritas,” ujar Shinta.
>
> Sebagai informasi, haul sewindu meninggalnya Gus Dur melibatkan sedikitnya
> 60 komunitas dan kelompok. Ratusan orang pun terlibat dalam rangkaian
> kegiatan, seperti diskusi yang menghadirkan banyak tokoh intelektual,
> pameran foto bertema Gus Dur, dan pentas seni.
>
> Sementara itu, selain di Jogja haul Gus Dur juga digelar di 99 titik di 66
> daerah dan empat negara yang ikut memperingati.
> lowongan pekerjaan
> PT Solo Grafika Utama (SOLOPOS Grup), informasi selengkapnya *KLIK DISINI
> *
> <http://www.solopos.com/2018/02/02/lowongan-pekerjaan-pt-solo-grafika-utama-solopos-grup-890982>
> Editor : Bhekti Suryani <http://www.solopos.com/author/bhekti>
> Tags Haul Gusdur <http://www.solopos.com/tag/haul-gusdur>Kemanusiaan dan
> pluralisme <http://www.solopos.com/tag/kemanusiaan-dan-pluralisme>ajaran
> Gusdur <http://www.solopos.com/tag/ajaran-gusdur>
> You might also like
>
>   <http://www.youtube.com/embed/orgNHTGNMEs?rel=0&vq=hd1080>
>   <http://www.youtube.com/embed/IoXLNxEQKsI?rel=0&vq=hd1080>
>
>
> © 2016 Solopos Digital Media. All rights reserved.
>
> <http://delivery.ambient-platform.com/247/adServerNs/zid_1412566833/wid_1412566798/>
>
> --
> You received this message because you are subscribed to the Google Groups
> "forumdiskusi" group.
> To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an
> email to [email protected].
> To post to this group, send email to [email protected].
> Visit this group at https://groups.google.com/group/diskusiforum.
> For more options, visit https://groups.google.com/d/optout.
>
> 
>

Kirim email ke