Terlalu banyak libur ? 2018-02-07 16:40 GMT+01:00 Jonathan Goeij [email protected] [GELORA45] <[email protected]>:
> > > Bagaimana kalau tanggal merah hari besar semua agama itu dihapus dan > sebagai gantinya diadakan pemisahan agama dan negara? > > --- > "Indonesia memiliki 17 tanggal merah hari besar semua agama. Para menteri, > panglima, pejabat tinggi negara, legislator, kepala daerah di Indonesia > juga banyak berasal dari agama minoritas yang tidak terjadi di > negara-negara lain, termasuk Eropa yang demokratis," katanya. > ... > MUI: Konflik antaragama akibat faktor non-agama > <https://www.antaranews.com/berita/684047/mui-konflik-antaragama-akibat-faktor-non-agama> > > MUI: Konflik antaragama akibat faktor non-agama - ANTARA News > > antaranews.com > > Konflik antaragama lebih disebabkan pada berbagai faktor di luar agama, > seperti ketimpangan ekonomi atau hak yan... > > <https://www.antaranews.com/berita/684047/mui-konflik-antaragama-akibat-faktor-non-agama> > > > Rabu, 7 Februari 2018 19:13 WIB > [image: MUI: Konflik antaragama akibat faktor non-agama] > > Logo Majelis Ulama Indonesia (MUI). (mui.or.id) > > > Jakarta (ANTARA News) - Konflik antaragama lebih disebabkan pada berbagai > faktor di luar agama, seperti ketimpangan ekonomi atau hak yang > dipinggirkan, kata Ketua Komisi Umat Beragama Majelis Ulama Indonesia (MUI) > Pusat Manager Nasution. > > "Jadi konflik bukan berasal dari doktrin agama. Justru agama itu > mengajarkan kebaikan, menghargai orang lain dan toleransi," katanya dalam > diskusi "Kemajemukan untuk Kerukunan Bangsa: Refleksi dan Proyeksi" di > Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (Uhamka) di Jakarta, Rabu. > > Dalam diskusi jelang Musyawarah Besar Pemuka Agama untuk Kerukunan Bangsa > di Jakarta pada 8-10 Februari 2018 itu, ia mengatakan, pada dasarnya bangsa > Indonesia hidup damai, rukun dan terbiasa dengan kemajemukan, meski > terkadang ada pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan agama untuk memicu > terjadinya gesekan demi kepentingan politik tertentu. > > Karena itu, ujar dia, pihaknya menentang pihak asing yang memberi label > bahwa bangsa Indonesia intoleran, karena kerukunan agama di Indonesia > memang fakta. > > "Indonesia memiliki 17 tanggal merah hari besar semua agama.. Para > menteri, panglima, pejabat tinggi negara, legislator, kepala daerah di > Indonesia juga banyak berasal dari agama minoritas yang tidak terjadi di > negara-negara lain, termasuk Eropa yang demokratis," katanya. > > Selain itu rumah ibadah dari berbagai agama bisa ditemui dengan mudah, > bahkan data resmi pada 1997-2004, pertumbuhan gereja Katolik tumbuh sebesar > 153 persen, gereja Protestan 131 persen, wihara 368 persen, pura 475 > persen, sedangkan masjid hanya 64 persen, ujar dia. > > Menurut Manager, kalaupun ada konflik antaragama sifatnya lokal, misalnya > ada penolakan pembangunan gereja di suatu daerah di Indonesia Barat, di > sisi lain ada pula penolakan pembangunan masjid di suatu daerah di > Indonesia Timur. > > Untuk mengantisipasi konflik, ujar dia, caranya adalah hadirnya negara di > tengah masyarakat dalam bentuk peraturan yang mengikat semua pihak, > sehingga setiap konflik bisa diselesaikan di meja hijau. > > Sementara itu, Direktur Maarif Institute Abdullah Darraz mengatakan hal > senada bahwa kasus konflik berlatar belakang agama di Indonesia > berbeda-beda dari satu daerah ke daerah lain, termasuk konflik internal > agama, misalnya Islam suni dan syiah atau dengan Ahmadiyah. > > "Negara harus membuat peraturan agar tidak terjadi persekusi dari suatu > kelompok kepada kelompok lainnya. Hindari main hakim sendiri," kata tokoh > Intelektual Muda Muhammadiyah itu. > > Menurut dia, Indonesia memerlukan dialog antarumat beragama dan relasi > antaraktor agama yang lebih efektif memberi dampak pada kerukunan. > > "Pancasila merupakan doktrin terbaik bagi bangsa Indonesia untuk menjaga > kemajemukan dan kerukunan itu," katanya. > > Sedangkan Wakil Sekretaris Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan > Pengembangan Pengurus Pusat Muhammadiyah Zamah Sari mengatakan, pada > dasarnya tidak ada yang salah dengan doktrin agama dan para penganutnya. > > "Justru hubungan antaragama dalam tradisi lokal di Indonesia itu terjalin > sangat indah. Malahan pernyataan penguasa itu yang jangan-jangan bisa > memicu konflik di antara masyarakat yang damai ini," kata Wakil Rektor > Uhamka itu. > > Pewarta: Dewanti Lestari > Editor: Ruslan Burhani > COPYRIGHT © ANTARA 2018 > > >
