From: 'j.gedearka' [email protected] [GELORA45] 
Sent: Thursday, February 8, 2018 3:36 AM
  



http://nasional.kompas.com/read/2018/02/07/12563881/mantan-seskab-jokowi-ada-persepsi-rezim-ini-melangkah-mundur


Mantan Seskab Jokowi: 
Ada Persepsi Rezim Ini Melangkah Mundur
Ihsanuddin
Kompas.com - 07/02/2018, 12:56 WIB

Andi Widjajanto saat menjabat Sekretaris Kabinet (Kompas.com/SABRINA ASRIL)

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengamat militer dari Universitas Indonesia, Andi 
Widjajanto, menilai bahwa muncul persepsi pemerintahan Presiden Joko Widodo 
membawa demokrasi ke era kemunduran.

Menurut dia, persepsi ini muncul akibat sejumlah kebijakan yang diambil 
pemerintah.

Misalnya, langkah pemerintah yang melibatkan TNI dalam hal ketahanan pangan.. 
Lalu, ada juga MOU TNI-Polri yang memungkinan aparat TNI ikut mengamankan aksi 
unjuk rasa.

Terakhir, ada juga wacana pemerintah mengangkat penjabat gubernur dari perwira 
aktif Polri.

"Muncul persepsi Pak Jokowi melangkah mundur, rezim melangkah mundur," kata 
Andi dalam diskusi yang digelar Partai Golkar di kantor DPP Partai Golkar, 
Jakarta, Rabu (7/2/2018).

(Baca juga: Jokowi Dinilai Berlindung di Balik Pasal Penghinaan Presiden)

Mantan Sekretaris Kabinet ini meyakini bahwa berbagai kebijakan yang diambil 
tersebut akan mendapatkan reaksi negatif, khsususnya dari kalangan masyarakat 
sipil. Andi secara khusus menyebut sejumlah organsiasi, seperti Kontras, 
Imparsial, dan LBH.

"Masyarakat sipil dari sisi elektoral kecil. Saya enggak yakin mereka dapat 0,5 
persen dari elektoral. Tetapi, mereka megaphone. Suaranya keras. Akses ke 
medianya kuat," kata Andi.

Andi pun khawatir bahwa isu kemunduran demokrasi ini akan dijadikan alat bagi 
lawan politik. Apalagi, isu ini muncul menjelang Pemilu Presiden 2019.

"Skenario terburuk dimunculkan opini Jokowi mengingkari demokrasi. Demokrasi di 
era Jokowi mundur," kata Andi.

"Kalau ini dilakukan, akan ada strategi lawan untuk mencari pahlawan demokrasi 
barunya siapa yang akan membawa perubahan," ujarnya.

(Baca juga: Pimpinan DPR Nilai Penunjukan Petinggi Polri Jadi Penjabat Gubernur 
Cederai Demokrasi)

DPR berusaha memasukkan kembali pasal penghinaan presiden ke dalam rancangan 
KUHP.(Kompas TV)

Kirim email ke