----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: 'Chan CT' [email protected] 
[sastra-pembebasan] <[email protected]>Kepada: GELORA_In 
<[email protected]>Terkirim: Jumat, 9 Februari 2018 04.31.09 GMT+1Judul: 
#sastra-pembebasan# Begini Peran Dokter Bimanesh dalam Dugaan Rekayasa Data 
Medis Novanto
     


Begini Peran Dokter Bimanesh dalam Dugaan Rekayasa Data Medis Novanto
ABBA GABRILLINKompas.com - 09/02/2018, 10:01 WIBDokter Rumah Sakit Medika 
Permata Hijau Bimanesh Sutarjo mengenakan baju tahanan KPK memasuki mobil usai 
diperiksa di gedung KPK, Jakarta, Jumat (12/1/2018). Dokter Spesialis Penyakit 
Dalam itu ditahan setelah diperiksa selama lebih dari 12 jam terkait kasus 
dugaan merintangi penyidikan perkara KTP Elektronik yang menjerat mantan Ketua 
DPR Setya Novanto.(ANTARA FOTO / ROSA PANGGABEAN)
JAKARTA, KOMPAS.com - Nama dokter Bimanesh Sutarjo, banyak disebut dalam surat 
dakwaan jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) terhadap terdakwa Fredrich 
Yunadi.

Dokter yang bekerja di Rumah Sakit Medika Permata Hijau itu dinilai berperan 
dalam menghalangi penyidikan terhadap tersangka Setya Novanto.

Awalnya, pada 16 November 2017, Fredrich yang merupakan pengacara Setya 
Novanto, menghubungi Bimanesh dan meminta bantuan agar Novanto dapat dirawat 
inap di RS Medika Permata Hijau, dengan diagnosis menderita hipertensi.

Fredrich juga memberikan foto data rekam medik Novanto di RS Premier 
Jatinegara, yang difoto beberapa hari sebelumnya.

"Padahal tidak ada surat rujukan dari RS Premier Jatinegara untuk dilakukan 
rawat inap terhadap Novanto di rumah sakit lain," kata jaksa Fitroh Rohcayanto 
di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (8/2/2018).

(Baca juga: Pasca-kecelakaan Setya Novanto, IDI Pernah Minta Klarifikasi Dokter 
Bimanesh)

Bimanesh lalu menyanggupi untuk memenuhi permintaan Fredrich. Padahal, dia 
mengetahui Novanto sedang memiliki masalah hukum di KPK terkait kasus korupsi 
pengadaan e-KTP.

Selanjutnya, Bimanesh menghubungi dokter Alia yang saat itu menjabat sebagai 
Pelaksana Tugas Manajer Pelayanan Medik RS Medika Permata Hijau.

Bimanesh meminta agar disiapkan ruang VIP untuk rawat inap pasien atas nama 
Novanto, yang direncanakan akan masuk rumah sakit dengan diagnosa penyakit 
hipertensi berat. Padahal Bimanesh belum pernah melakukan pemeriksaan fisik 
terhadap Novanto.

Selain itu, Bimanesh menyampaikan kepada dokter Alia bahwa dirinya sudah 
menghubungi dokter lainnya, yakni Mohammad Toyibi dan Joko Sanyoto untuk 
melakukan perawatan bersama terhadap Novanto. Padahal, kedua dokter tersebut 
tidak pernah diberitahukan oleh Bimanesh.

(Baca juga: Tiga Dokter Tolak Jadi Saksi Meringankan untuk Bimanesh Sutarjo)

Selanjutnya, sekitar pukul 18.30 WIB, Bimanesh datang ke RS Medika Permata 
Hijau dan menemui dr Michael Chia Cahaya. Dokter Michael Chia memberitahu bahwa 
Fredrich datang meminta surat pengantar rawat inap dari IGD, dengan keterangan 
kecelakaan mobil.

Namun, permintaan itu ditolak dokter Michael Chia, karena belum memeriksa Setya 
Novanto. Atas penolakan tersebut, menurut jaksa KPK, Bimanesh membuat surat 
pengantar rawat inap menggunakan form surat pasien baru IGD.

Padahal dirinya bukan dokter jaga IGD. Pada surat pengantar rawat inap itu, 
Bimanesh menuliskan diagnosis hipertensi, vertigo, dan diabetes melitus 
sekaligus membuat catatan harian dokter yang merupakan catatan hasil 
pemeriksaan awal terhadap pasien.

"Padahal dokter Bimanesh belum pernah memeriksa Novanto, maupun tidak 
mendapatkan konfirmasi dari dokter yang menangani Novanto sebelumnya dari RS 
Premier Jatinegara," kata jaksa Roy Riady.

Kemudian, sekitar pukul 18.45 WIB, Setya Novanto tiba di RS Medika Permata 
Hijau dan langsung dibawa ke kamar VIP 323, sesuai dengan surat pengantar rawat 
inap yang dibuat Bimanesh.

Setelah Novanto berada di kamar VIP 323, Bimanesh memerintahkan Indri 
(perawat), agar surat pengantar rawat inap dari IGD yang telah dibuatnya, 
dibuang dan diganti baru dengan surat pengantar dari Poli yang diisi oleh 
Bimanesh.

Surat itu untuk pendaftaran pasien atas nama Setya Novanto di bagian 
administrasi rawat inap. Padahal, sore itu bukan jadwal praktek dokter Bimanesh.
     

Kirim email ke