Maaf bukan berksud GR terhadap Bali, lataran saya berasal dari bali.
Saat ini penatan sungai didenpasar sangat bagus, dulu sungai dijadikan tempat 
membuang sampah dan kini sungai menjadi obyek wisata.
Malah banyak yang selfi di sungai Badung serta jogging, air sungai yang bening 
serta penuh ikan hias yang berkelok kelok sepanjang hari.

From: [email protected] [mailto:[email protected]]
Sent: Sunday, February 11, 2018 9:01 AM
Subject: [**EXTERNAL**] [GELORA45] Ini Perbedaan Normalisasi Sungai Ahok dan 
Naturalisasi Sungai Anies



Hemat saya sungai diregulasi bukan normalisasi atau naturalisasi. Sunga 
diregulasi supaya menjadi faedah buat penduduk dan tidak membuat bencana bila 
hujan lebat, yaitu sungai diperdalam, muara diperlebar, hambatan aliran air 
dibersihan, aliran air sungai dibagi dengan membuat kanal atau juga bisa dibuat 
dam sebagai resevoir. Sungai bisa dipakai untuk jalur transportasi, rekreasi 
penduduk etc.



https://www.jawapos.com/read/2018/02/08/187103/ini-perbedaan-normalisasi-sungai-ahok-dan-naturalisasi-sungai-anies



Ini Perbedaan Normalisasi Sungai Ahok dan Naturalisasi Sungai Anies

Kamis, 08 Feb 2018 07:05 | editor : Bintang Pradewo

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Yesika Dinta/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Program normalisasi sungai belum dilakukan Gubernur DKI Jakarta 
Anies Baswedan untuk mengantisipasi musibah banjir di ibu kota. Dia mengganti 
istilah normalisasi sungai dengan naturalisasi.

Menanggapi hal itu, Pengamat Tata Kota dari Universitas Trisakti Nirwono Joga 
mengungkapkan perbedaan antara normalisasi dengan naturalisasi. Dia mengatakan, 
normalisasi sama dengan betonisasi, sedangkan naturalisasi memiliki arti yang 
lebih lengkap.

"Naturalisasi bantaran sungai (adalah) pelebaran badan sungai untuk dapat 
menampung kapasitas volume air lebih besar, di mana permukiman warga di 
bantaran kali harus dibebaskan dan direlokasi ke tempat hunian vertikal 
terdekat (rusunawa atau kampung susun)," terang Nirwono saat dihubungi 
JawaPos.com, Rabu (7/2) malam.

Berita Terkait

  *   Begini Kata Ahli Bahasa soal Naturalisasi Sungai Era Anies 
<https://www.jawapos.com/read/2018/02/09/187457/begini-kata-ahli-bahasa-soal-naturalisasi-sungai-era-anies>

Seperti diberitakan sebelumnya, program normalisasi sungai gencar dilakukan 
sejak masa pemerintahan mantan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dan 
Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), tepatnya pada tahun 2012. 
Program tersebut dikerjakan untuk mengurangi banjir di ibu kota.

Pasalnya, normalisasi sungai dilakukan dengan memperdalam sungai dan membangun 
tanggul dinding itu terbukti dapat lebih menampung air kiriman yang selama ini 
datang dari Bendungan Katulampa, Bogor, Jawa Barat.

Banjir di Kampung Pulo, Jakarta Timur (Dok. JawaPos.com)

Namun sayangnya, sejak Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan 
memimpin<http://www.jawapos.com/read/2018/02/08/187066/melunak-gembong-ini-waktunya-anies-sandi-bekerja-untuk-warga-jakarta>,
 program normalisasi sungai belum dilanjutkan kembali. Akibatnya, beberapa 
wilayah ibu kota kembali dilanda banjir hingga membuat ribuan warga terpaksa 
mengungsi.

Saat ditanya terkait kelanjutan program tersebut, Anies masih enggan 
mengungkapkannya. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) itu 
malah menjawabnya dengan istilah naturalisasi.

"Salah satu (solusi)-nya ada soal naturalisasi sungai. Bagaimana sungai itu 
bisa mengelola air dengan baik, bagaimana mengamankan air tidak melimpah, tapi 
juga ekosistem sungai dipertahankan," ujar Anies di Jakarta Utara, Rabu (7/2).

Tak mau menjelaskan maksudnya secara rinci, dirinya tetap menolak berbicara 
lebih lanjut. Menurutnya, saat ini persoalan warga korban banjir lebih penting. 
"Enggak mau, nanti. Sampai situ dulu. Saya enggak mau berkontroversi dulu lah 
hari ini. Kita beresin dulu soal pengungsinya," ujar Anies.




Kirim email ke