https://www.cnnindonesia.com/internasional/20180211160232-120-275425/fatwa-ulama-saudi-sebut-perempuan-
tak-wajib-pakai-abaya
Fatwa Ulama Saudi Sebut Perempuan Tak Wajib
Pakai Abaya
*Natalia Santi*, CNN Indonesia | Minggu, 11/02/2018 18:45 WIB
Bagikan :
<https://www.cnnindonesia.com/internasional/20180211160232-120-275425/fatwa-ulama-saudi-sebut-perempuan-tak-wajib-pakai-abaya#>
<https://www.cnnindonesia.com/internasional/20180211160232-120-275425/fatwa-ulama-saudi-sebut-perempuan-tak-wajib-pakai-abaya#>
<https://www.cnnindonesia.com/internasional/20180211160232-120-275425/fatwa-ulama-saudi-sebut-perempuan-tak-wajib-pakai-abaya#>
Fatwa Ulama Saudi Sebut Perempuan Tak Wajib Pakai Abaya Ulama senior
Arab Saudi menyatakan perempuan Arab Saudi tidak harus menggunakan
abaya, jubah tradisional yang longgar. (Reuters/Faisal Al Nasser)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perempuan Arab Saudi tidak harus menggunakan
abaya, jubah tradisional yang longgar dan menutupi hampir seluruh tubuh.
Hal tersebut disampaikan ulama senior Saudi, Sheikh Abdullah Al-Mutlaq.
"Lebih dari 90 persen perempuan muslim saleh di dunia muslim tidak
mengenakan abaya," kata Al-Mutlaq, anggota senior Dewan Syura, badan
keagamaan tertinggi di Arab Saudi, seperti dilansir /Saudi Gazette,/
Minggu (11/2).
"Jadi, kita tidak boleh memaksa perempuan mengenakan abaya," kata dia
dalam sebuah acara radio yang disiarkan Jumat (9/2).
Pernyataan Sheikh Al-Mutlaq tersebut disampaikan menjawab pertanyaan
pendengar, seorang perempuan Saudi soal aturan mengenakan abaya.
Lihat juga:
Ritel Terbesar di Amerika Mulai Jual Koleksi Hijab
<https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20180209161024-277-275089/ritel-terbesar-di-amerika-mulai-jual-koleksi-hijab/>
Arab Saudi dikenal memiliki sejumlah aturan yang sangat membatasi ruang
gerak perempuan. Salah satunya menetapkan abaya bagi perempuan lewat
undang-undang.
Pemerintah Saudi belum menyatakan apakah mereka akan mengubah
undang-undang tersebut, namun Al-Mutlaq adalah tokoh keagamaan senior
pertama yang berkomentar.
Sebelumnya, Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman dalam
beberapa waktu terakhir memperkenalkan sejumlah reformasi yang
menguntungkan kaum perempuan. Salah satunya pada bulan lalu, Arab Saudi
mengizinkan perempuan menonton sepak bola untuk pertama kalinya di
stadion olah raga.
Lalu, empat bulan sebelumnya, Arab Saudi mencabut larangan mengemudi
bagi perempuan. Sebuah perubahan besar di negara ultra konservatif tersebut.
Lihat juga:
Jokowi Ingatkan Dampak Konflik Saat Hadiri Mubes Pemuka Agama
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180210194906-20-275309/jokowi-ingatkan-dampak-konflik-saat-hadiri-mubes-pemuka-agama/>
Terkini, pernyataan Al-Mutlaq langsung menuai reaksi di media sosial.
Sejumlah orang menyampaikan dukungan maupun penolakan.
Salah seorang pengguna Twitter berkomentar, "Kesucian dan moralitas
seharusnya tidak terkait dengan sehelai kain."
Menurut kabar yang dilansir /Reuters,/ seorang perempuan Saudi ditahan
karena mencopot abaya-nya di jalanan utama di Ibu Kota Riyadh, Arab
Saudi pada 2016.
Beberapa tahun terakhir, perempuan Arab Saudi mulai mengenakan abaya
yang berwarna-warni, tak hanya abaya tradisional yang berwarna hitam.
Juga abaya yang dikenakan bersama rok panjang atau celana jins juga
kerap ditemukan dikenakan perempuan di beberapa tempat di Arab Saudi.
*(nat)*