----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: 'j.gedearka' [email protected] 
[GELORA45] <[email protected]>Kepada: "[email protected]" 
<[email protected]>; [email protected] 
<[email protected]>; "[email protected]" 
<[email protected]>; Persaudaraan 
<[email protected]>; Sahala Silalahi 
<[email protected]>Terkirim: Minggu, 11 Februari 2018 20.13.11 GMT+1Judul: 
[GELORA45] Fatwa Ulama Saudi Sebut Perempuan Tak Wajib,Pakai Abaya
     
 


 
 
https://www.cnnindonesia.com/internasional/20180211160232-120-275425/fatwa-ulama-saudi-sebut-perempuan-
 
tak-wajib-pakai-abaya
 
 
 Fatwa Ulama Saudi Sebut Perempuan Tak Wajib 
 
 
Pakai Abaya 
  Natalia Santi, CNN Indonesia | Minggu, 11/02/2018 18:45 WIB   Bagikan :       
     Ulama senior Arab Saudi menyatakan perempuan Arab Saudi tidak harus 
menggunakan abaya, jubah tradisional yang longgar. (Reuters/Faisal Al Nasser)   
Jakarta, CNN Indonesia -- Perempuan Arab Saudi tidak harus menggunakan abaya, 
jubah tradisional yang longgar dan menutupi hampir seluruh tubuh. Hal tersebut 
disampaikan ulama senior Saudi, Sheikh Abdullah Al-Mutlaq. 
 
 "Lebih dari 90 persen perempuan muslim saleh di dunia muslim tidak mengenakan 
abaya," kata Al-Mutlaq, anggota senior Dewan Syura, badan keagamaan tertinggi 
di Arab Saudi, seperti dilansir Saudi Gazette, Minggu (11/2).
 
 "Jadi, kita tidak boleh memaksa perempuan mengenakan abaya," kata dia dalam 
sebuah acara radio yang disiarkan Jumat (9/2).
 
 Pernyataan Sheikh Al-Mutlaq tersebut disampaikan menjawab pertanyaan 
pendengar, seorang perempuan Saudi soal aturan mengenakan abaya.
 
 
|   
Lihat juga:
 Ritel Terbesar di Amerika Mulai Jual Koleksi Hijab  |

 
 Arab Saudi dikenal memiliki sejumlah aturan yang sangat membatasi ruang gerak 
perempuan. Salah satunya menetapkan abaya bagi perempuan lewat undang-undang.
 
 Pemerintah Saudi belum menyatakan apakah mereka akan mengubah undang-undang 
tersebut, namun Al-Mutlaq adalah tokoh keagamaan senior pertama yang 
berkomentar.
 
 Sebelumnya, Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman dalam 
beberapa waktu terakhir memperkenalkan sejumlah reformasi yang menguntungkan 
kaum perempuan. Salah satunya pada bulan lalu, Arab Saudi mengizinkan perempuan 
menonton sepak bola untuk pertama kalinya di stadion olah raga.
 
 Lalu, empat bulan sebelumnya, Arab Saudi mencabut larangan mengemudi bagi 
perempuan. Sebuah perubahan besar di negara ultra konservatif tersebut.
 
 
|   
Lihat juga:
 Jokowi Ingatkan Dampak Konflik Saat Hadiri Mubes Pemuka Agama  |

 
 Terkini, pernyataan Al-Mutlaq langsung menuai reaksi di media sosial. Sejumlah 
orang menyampaikan dukungan maupun penolakan. 
 
 Salah seorang pengguna Twitter berkomentar, "Kesucian dan moralitas seharusnya 
tidak terkait dengan sehelai kain."
 
 Menurut kabar yang dilansir Reuters, seorang perempuan Saudi ditahan karena 
mencopot abaya-nya di jalanan utama di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi pada 2016.
 
 Beberapa tahun terakhir, perempuan Arab Saudi mulai mengenakan abaya yang 
berwarna-warni, tak hanya abaya tradisional yang berwarna hitam. Juga abaya 
yang dikenakan bersama rok panjang atau celana jins juga kerap ditemukan 
dikenakan perempuan di beberapa tempat di Arab Saudi.
 
 
 
 (nat)
 
 
 
 
 
 
 
 
    

Kirim email ke