https://www.antaranews.com/berita/684789/semua-sel-radikalisme-sudah-
menyusup-ke-kampus
Semua sel radikalisme sudah
menyusup ke kampus
Sabtu, 10 Februari 2018 16:07 WIB
Kepala BNPT, Komisaris Jenderal Polisi Suhardi Alius, memberikan paparan
ilmiah saat kuliah umum di Gedung Sasana Budaya Ganesha ITB, Bandung,
Jawa Barat, Sabtu (10/2/2018). (ANTARA FOTO)
.... semua sel-sel itu sudah masuk tapi tingkatannya berbeda...
Bandung (ANTARA News) - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT)
menyatakan, infiltrasi atau penyusupan paham radikalisme sudah masuk ke
kampus-kampus. Sebagian pelaku dan sekaligus sasaran mereka jelas:
mahasiswa.
"Jadi semua sel-sel itu sudah masuk tapi tingkatannya berbeda," ujar
Kepala BNPT, Komisaris Jenderal Polisi Suhardi Alius, saat menyampaikan
kuliah umum, di Gedung Sasana Budaya Ganesa ITB, Bandung, Sabtu.
Dia mengatakan, infiltrasi paham radikalisme juga diduga dilakukan staf
pengajar atau dosen kepada mahasiswanya. BNPT sudah mulai memetakan
sejumlah dosen atau tenaga pengajar yang diduga memiliki paham
radikalisme dan tidak sejalan dengan nilai-nilai Pancasila.
Ia pun meminta Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi maupun
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk memperketat penerimaan dosen
sebagai antisipasi penyusupan paham-paham radikalisme di dunia pendidikan.
"Saya punya tanggung jawab moral untuk menjaga betul tingkat pendidikan
kita jangan sampai disusupi hal-hal yang tidak baik," kata dia.
Menurut dia, penyusupan paham radikalisme sangat mudah penyebar di
lembaga pendidikan, hal ini berkaitan erat dengan semakin mudahnya akses
teknologi komunikasi digital.
"Kemudian dengan teknologi informasi digital itu menyebar cepat, sangat
sulit memonitornya. Kalau dulu kita gampang secara fisik memonitor.
Kalau sekarang orang diam, yang dibukanya konten-konten semacam itu,"
kata dia.
Untuk mendeteksi hal itu, kata dia, diperlukan kerja sama berbagai pihak
baik kalangan kampus maupun mahasiswa dengan menginformasikan aktivitas
yang dianggap mencurigakan.
"Kami bisa mengidentifikasi kelompok yang memisahkan diri, bikin
kelompok ekslusif dan tidak boleh dimasuki orang lain selain
golongannya. /Khan/ mudah mendeteksinya tinggal identifikasi," katanya.
Di tempat sama, Rektor ITB, Kadarsah Suryadi, mengatakan, pencegahan
penyusupan paham radikalisme ke kampusnya telah dilakukan dengan
berbagai cara.
Mahasiswa yang baru masuk dilantik untuk cinta NKRi juga diberikan
nilai-nilai kebangsaan, cinta Tanah Air, dan dilantik untuk tetap setia
pada NKRI. Hal itu juga berlaku juga bagi dosen.
Apabila mereka melanggar nilai-nilai kebangsaan maka ITB melalui komisi
disiplin akan memberikan sanksi. Adapun sanksi yang paling berat yakni
dikeluarkan dari kampus.
"Kami punya kode etik dosen, kami jaga itu. Kami punya komisi
kedisiplinan untuk mahasiswa, semua kami jaga. Mereka (dosen) juga
dilantik ada janji seperti mahasiswa setia pada NKRI, Pancasila,
Undang-undang. Sanksinya sama dikeluarkan apabila menganggar kode etik,"
katanya.
Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2018