Sudah puluhan tahun........

2018-02-12 0:45 GMT+01:00 'Chan CT' [email protected] [GELORA45] <
[email protected]>:

>
>
>
>
> *From:* 'j.gedearka' [email protected] [GELORA45]
> *Sent:* Monday, February 12, 2018 3:23 AM
>
>
>
> https://www.antaranews.com/berita/684789/semua-sel-
> radikalisme-sudah-menyusup-ke-kampus
> Semua sel radikalisme sudah
> menyusup ke kampus
>
> Sabtu, 10 Februari 2018 16:07 WIB
> Bandung (ANTARA News) - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT)
> menyatakan, infiltrasi atau penyusupan paham radikalisme sudah masuk ke
> kampus-kampus. Sebagian pelaku dan sekaligus sasaran mereka jelas:
> mahasiswa.
>
> "Jadi semua sel-sel itu sudah masuk tapi tingkatannya berbeda," ujar
> Kepala BNPT, Komisaris Jenderal Polisi Suhardi Alius, saat menyampaikan
> kuliah umum, di Gedung Sasana Budaya Ganesa ITB, Bandung, Sabtu.
>
> Dia mengatakan, infiltrasi paham radikalisme juga diduga dilakukan staf
> pengajar atau dosen kepada mahasiswanya. BNPT sudah mulai memetakan
> sejumlah dosen atau tenaga pengajar yang diduga memiliki paham radikalisme
> dan tidak sejalan dengan nilai-nilai Pancasila.
>
> Ia pun meminta Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi maupun Kementerian
> Pendidikan dan Kebudayaan untuk memperketat penerimaan dosen sebagai
> antisipasi penyusupan paham-paham radikalisme di dunia pendidikan.
>
> "Saya punya tanggung jawab moral untuk menjaga betul tingkat pendidikan
> kita jangan sampai disusupi hal-hal yang tidak baik," kata dia.
>
> Menurut dia, penyusupan paham radikalisme sangat mudah penyebar di lembaga
> pendidikan, hal ini berkaitan erat dengan semakin mudahnya akses teknologi
> komunikasi digital.
>
> "Kemudian dengan teknologi informasi digital itu menyebar cepat, sangat
> sulit memonitornya. Kalau dulu kita gampang secara fisik memonitor. Kalau
> sekarang orang diam, yang dibukanya konten-konten semacam itu," kata dia.
>
> Untuk mendeteksi hal itu, kata dia, diperlukan kerja sama berbagai pihak
> baik kalangan kampus maupun mahasiswa dengan menginformasikan aktivitas
> yang dianggap mencurigakan.
>
> "Kami bisa mengidentifikasi kelompok yang memisahkan diri, bikin kelompok
> ekslusif dan tidak boleh dimasuki orang lain selain golongannya. *Khan*
> mudah mendeteksinya tinggal identifikasi," katanya.
>
> Di tempat sama, Rektor ITB, Kadarsah Suryadi, mengatakan, pencegahan
> penyusupan paham radikalisme ke kampusnya telah dilakukan dengan berbagai
> cara.
>
> Mahasiswa yang baru masuk dilantik untuk cinta NKRi juga diberikan
> nilai-nilai kebangsaan, cinta Tanah Air, dan dilantik untuk tetap setia
> pada NKRI. Hal itu juga berlaku juga bagi dosen.
>
> Apabila mereka melanggar nilai-nilai kebangsaan maka ITB melalui komisi
> disiplin akan memberikan sanksi. Adapun sanksi yang paling berat yakni
> dikeluarkan dari kampus.
>
> "Kami punya kode etik dosen, kami jaga itu. Kami punya komisi kedisiplinan
> untuk mahasiswa, semua kami jaga. Mereka (dosen) juga dilantik ada janji
> seperti mahasiswa setia pada NKRI, Pancasila, Undang-undang. Sanksinya sama
> dikeluarkan apabila menganggar kode etik," katanya.
>
> Pewarta: Asep Firmansyah
> Editor: Ade P Marboen
> COPYRIGHT © ANTARA 2018
>
>
>
>
>
>
>
> 
>

Kirim email ke