Banyak ayat menyatakan hal demikian, jadi jangan kaget.

2018-02-12 6:55 GMT+01:00 Chalik Hamid [email protected] [GELORA45] <
[email protected]>:

>
>
>
>
> ----- Pesan yang Diteruskan -----
> *Dari:* 'K. Prawira' [email protected] [GELORA45] <
> [email protected]>
> *Kepada:* [email protected] <[email protected]>;
> [email protected] <perhimpunanpersaudaraan@
> yahoogroups.com>; DISKUSI FORUM HLD <[email protected]>;
> Gelora 45 <[email protected]>; Jaringan Kerja Indonesia <
> [email protected]>; Ib Gerpindo <
> [email protected]>; LISI <[email protected]>; Yahoo! Inc. <
> [email protected]>
> *Cc:* Md Kartaprawira <[email protected]>
> *Terkirim:* Minggu, 11 Februari 2018 19.07.49 GMT+1
> *Judul:* [GELORA45] Fw: Buku Agama Ajarkan BunuBuku Agama Ajarkan Bunuh
> Kafir, Tokoh Islam Ini Kaget
>
>
>
> Buku Agama Ajarkan BunuBuku Agama Ajarkan Bunuh Kafir, Tokoh Islam Ini
> Kaget
> Oleh : Tempo.co
> Sabtu, 21 Maret 2015 06:50 WIB
> 0 komentar
> <https://nasional.tempo.co/read/651678/buku-agama-ajarkan-bunuh-kafir-tokoh-islam-ini-kaget#comments>
> 1.4K1101.5K
>
>    - Font: ArialRobotoTimesVerdana
>    - Ukuran Font: -
>    
> <https://nasional.tempo.co/read/651678/buku-agama-ajarkan-bunuh-kafir-tokoh-islam-ini-kaget#font-decrease>
>    +
>    
> <https://nasional.tempo.co/read/651678/buku-agama-ajarkan-bunuh-kafir-tokoh-islam-ini-kaget#font-increase>
>    -
>    -
>
> [image: Buku Agama Ajarkan Bunuh Kafir, Tokoh Islam Ini Kaget]
>
> Siswa Siswi membaca buku ajaran baru di sekolah SD 01 Menteng Jakarta, 14
> Agustus 2014. Sejak Di mulainya kurikulum baru 2013 ditetapkan, siswa siswi
> menggunakan buku mata pelajaran yang difotocopy karena keterlambatan
> distribusi oleh kemendikbud. TEMPO/Dasril Roszandi
>
> *TEMPO.CO <http://TEMPO.CO>*, *Jakarta* - Ketua Majelis Ulama Indonesia,
> Amidhan Shaberah, kaget dengan penemuan buku pelajaran Pendidikan Agama
> Islam untuk SMA yang mengajarkan paham radikal. Menurut Amidhan, paham
> radikal mestinya tidak bisa diajarkan di sekolah. Apalagi Islam sangat
> tidak menyukai tindak kekerasan.
>
> "Tak boleh membunuh begitu saja, Islam itu agama damai," kata Amidhan
> ketika dihubungi, Jumat, 20 Maret 2015. Menurut Amidhan, dalam ajaran Islam
> tidak ada aturan tentang membunuh orang kafir. Islam hanya membolehkan jika
> dalam kondisi perang, umat wajib melawan sebagai upaya mempertahankan diri.
> Sebab dalam perang, hanya ada pilihan membunuh sebelum dibunuh lawan.
>
> Status perang pun sudah berbeda antara dulu dan sekarang. Perang dalam
> kondisi saat ini tidak bisa diputuskan oleh orang per orang atau kelompok..
> "Harus dicatat, Indonesia negara damai, tidak dalam kondisi perang," kata
> Amidhan.
>
> Walhasil dia meminta masyarakat tak terprovokasi oleh buku pelajaran
> tersebut. MUI, kata Amidhan, meminta umat Islam di Indonesia meniru Nabi
> Muhammad SAW yang mengajarkan perdamaian dengan umat agama lain. "Ajaran
> Islam itu mengajak manusia masuk ke rumah damai, tidak ada anjuran saling
> bunuh."
>
> Dalam buku pelajaran tersebut tertulis bahwa umat Islam boleh membunuh
> umat agama lain atau yang disebut kafir. Buku Pendidikan Agama Islam itu
> ditemukan dan diajarkan di kelas XI SMA di Jombang, Jawa Timur. Buku
> terbitan Musyawarah Guru Mata Pelajaran itu  pada halaman 78 tertulis, jika
> orang menyembah selain Allah atau nonmuslim boleh dibunuh.
>
> *Tempo* telah membandingkan materi dalam buku *Kumpulan Lembar Kerja
> Peserta Didik* dengan *Pendidikan* *Agama* *Islam* *dan Budi Pekerti, *dan
> hasilnya sama persis. Dalam buku terbitan Kementerian Pendidikan dan
> Kebudayaan, materi kontroversial itu terdapat pada halaman 170. Sedangkan
> dalam buku *Kumpulan Lembar Kerja* terletak pada halaman 78.
>
> *INDRA WIJAYA | ISHOMUDIN*
> h Kafir, Tokoh Islam Ini Kaget
> * Oleh : *Tempo.co
> *Sabtu, 21 Maret 2015 06:50 WIB *
> 0 komentar
> <https://nasional.tempo.co/read/651678/buku-agama-ajarkan-bunuh-kafir-tokoh-islam-ini-kaget#comments>
> 1.4K1101.5K
>
>    - Font: ArialRobotoTimesVerdana
>    - Ukuran Font: -
>    
> <https://nasional.tempo.co/read/651678/buku-agama-ajarkan-bunuh-kafir-tokoh-islam-ini-kaget#font-decrease>
>    +
>    
> <https://nasional.tempo.co/read/651678/buku-agama-ajarkan-bunuh-kafir-tokoh-islam-ini-kaget#font-increase>
>    -
>    -
>
> [image: Buku Agama Ajarkan Bunuh Kafir, Tokoh Islam Ini Kaget]
>
> Siswa Siswi membaca buku ajaran baru di sekolah SD 01 Menteng Jakarta, 14
> Agustus 2014. Sejak Di mulainya kurikulum baru 2013 ditetapkan, siswa siswi
> menggunakan buku mata pelajaran yang difotocopy karena keterlambatan
> distribusi oleh kemendikbud. TEMPO/Dasril Roszandi
>
> *TEMPO.CO <http://TEMPO.CO>*, *Jakarta* - Ketua Majelis Ulama Indonesia,
> Amidhan Shaberah, kaget dengan penemuan buku pelajaran Pendidikan Agama
> Islam untuk SMA yang mengajarkan paham radikal. Menurut Amidhan, paham
> radikal mestinya tidak bisa diajarkan di sekolah. Apalagi Islam sangat
> tidak menyukai tindak kekerasan.
>
> "Tak boleh membunuh begitu saja, Islam itu agama damai," kata Amidhan
> ketika dihubungi, Jumat, 20 Maret 2015. Menurut Amidhan, dalam ajaran Islam
> tidak ada aturan tentang membunuh orang kafir. Islam hanya membolehkan jika
> dalam kondisi perang, umat wajib melawan sebagai upaya mempertahankan diri.
> Sebab dalam perang, hanya ada pilihan membunuh sebelum dibunuh lawan.
>
> Status perang pun sudah berbeda antara dulu dan sekarang. Perang dalam
> kondisi saat ini tidak bisa diputuskan oleh orang per orang atau kelompok..
> "Harus dicatat, Indonesia negara damai, tidak dalam kondisi perang," kata
> Amidhan.
>
> Walhasil dia meminta masyarakat tak terprovokasi oleh buku pelajaran
> tersebut. MUI, kata Amidhan, meminta umat Islam di Indonesia meniru Nabi
> Muhammad SAW yang mengajarkan perdamaian dengan umat agama lain. "Ajaran
> Islam itu mengajak manusia masuk ke rumah damai, tidak ada anjuran saling
> bunuh."
>
> Dalam buku pelajaran tersebut tertulis bahwa umat Islam boleh membunuh
> umat agama lain atau yang disebut kafir. Buku Pendidikan Agama Islam itu
> ditemukan dan diajarkan di kelas XI SMA di Jombang, Jawa Timur. Buku
> terbitan Musyawarah Guru Mata Pelajaran itu  pada halaman 78 tertulis, jika
> orang menyembah selain Allah atau nonmuslim boleh dibunuh.
>
> *Tempo* telah membandingkan materi dalam buku *Kumpulan Lembar Kerja
> Peserta Didik* dengan *Pendidikan* *Agama* *Islam* *dan Budi Pekerti, *dan
> hasilnya sama persis. Dalam buku terbitan Kementerian Pendidikan dan
> Kebudayaan, materi kontroversial itu terdapat pada halaman 170. Sedangkan
> dalam buku *Kumpulan Lembar Kerja* terletak pada halaman 78.
>
> *INDRA WIJAYA | ISHOMUDIN*
>
> 
>

Kirim email ke