Agama2 yg diturunkan dari garis Abraham (Yahudi, Kristen/Katolik, Islam) dlm 
kitab suci banyak perintah membunuh bahkan sampai ke-akar2nya termasuk bayi 
sekalipun. Dalam kisah bangsa Israel memasuki tanah yg dijanjikan itu ada 
perintah Allah utk membunuh penghuninya sampai keakarnya, perintah ini tidak 
dituruti sepenuhnya, jadinya perang tidak ada habisnya sampai sekarang.  

 Apakah kalau perintah bunuh habis itu dituruti akan damai? tak tahulah.
 

---In [email protected], <ilmesengero@...> wrote :

 


Banyak ayat menyatakan hal demikian, jadi jangan kaget.

 
 2018-02-12 6:55 GMT+01:00 Chalik Hamid chalik.hamid@... 
mailto:chalik.hamid@... [GELORA45] <[email protected] 
mailto:[email protected]>:
   
 
 

 

 ----- Pesan yang Diteruskan -----
 Dari: 'K. Prawira' k.prawira@... mailto:k.prawira@... [GELORA45] 
<[email protected] mailto:[email protected]>
 Kepada: [email protected] mailto:[email protected] 
<[email protected] mailto:[email protected] >; 
perhimpunanpersaudaraan@ yahoogroups.com 
mailto:[email protected] <perhimpunanpersaudaraan@ 
yahoogroups.com mailto:[email protected]>; DISKUSI FORUM 
HLD <diskusiforum@... mailto:diskusiforum@... >; Gelora 45 
<[email protected] mailto:[email protected]>; Jaringan Kerja 
Indonesia <jaringan-kerja-indonesia@ googlegroups.com 
mailto:jaringan-kerja-indonesia@...>; Ib Gerpindo <ib.gerpindo@... 
mailto:ib.gerpindo@...>; LISI <[email protected] 
mailto:[email protected]>; Yahoo! Inc. <[email protected] 
mailto:[email protected]>
 Cc: Md Kartaprawira <mdkartaprawira@... mailto:mdkartaprawira@...>
 Terkirim: Minggu, 11 Februari 2018 19.07.49 GMT+1
 Judul: [GELORA45] Fw: Buku Agama Ajarkan BunuBuku Agama Ajarkan Bunuh Kafir, 
Tokoh Islam Ini Kaget
 

   
 Buku Agama Ajarkan Bunu Buku Agama Ajarkan Bunuh Kafir, Tokoh Islam Ini Kaget 
Oleh : Tempo.co 
 Sabtu, 21 Maret 2015 06:50 WIB 
 0 komentar 
 1.4K1101.5K
 
 Font: ArialRobotoTimesVerdana Ukuran Font: - 
https://nasional.tempo.co/read/651678/buku-agama-ajarkan-bunuh-kafir-tokoh-islam-ini-kaget#font-decrease
 + 
https://nasional.tempo.co/read/651678/buku-agama-ajarkan-bunuh-kafir-tokoh-islam-ini-kaget#font-increase
 
 
 
 
 Siswa Siswi membaca buku ajaran baru di sekolah SD 01 Menteng Jakarta, 14 
Agustus 2014. Sejak Di mulainya kurikulum baru 2013 ditetapkan, siswa siswi 
menggunakan buku mata pelajaran yang difotocopy karena keterlambatan distribusi 
oleh kemendikbud. TEMPO/Dasril Roszandi
 TEMPO.CO http://TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Majelis Ulama Indonesia, Amidhan 
Shaberah, kaget dengan penemuan buku pelajaran Pendidikan Agama Islam untuk SMA 
yang mengajarkan paham radikal. Menurut Amidhan, paham radikal mestinya tidak 
bisa diajarkan di sekolah. Apalagi Islam sangat tidak menyukai tindak kekerasan.
 "Tak boleh membunuh begitu saja, Islam itu agama damai," kata Amidhan ketika 
dihubungi, Jumat, 20 Maret 2015. Menurut Amidhan, dalam ajaran Islam tidak ada 
aturan tentang membunuh orang kafir. Islam hanya membolehkan jika dalam kondisi 
perang, umat wajib melawan sebagai upaya mempertahankan diri. Sebab dalam 
perang, hanya ada pilihan membunuh sebelum dibunuh lawan.
 Status perang pun sudah berbeda antara dulu dan sekarang. Perang dalam kondisi 
saat ini tidak bisa diputuskan oleh orang per orang atau kelompok. "Harus 
dicatat, Indonesia negara damai, tidak dalam kondisi perang," kata Amidhan. 
 Walhasil dia meminta masyarakat tak terprovokasi oleh buku pelajaran tersebut. 
MUI, kata Amidhan, meminta umat Islam di Indonesia meniru Nabi Muhammad SAW 
yang mengajarkan perdamaian dengan umat agama lain. "Ajaran Islam itu mengajak 
manusia masuk ke rumah damai, tidak ada anjuran saling bunuh."
 

 Dalam buku pelajaran tersebut tertulis bahwa umat Islam boleh membunuh umat 
agama lain atau yang disebut kafir. Buku Pendidikan Agama Islam itu ditemukan 
dan diajarkan di kelas XI SMA di Jombang, Jawa Timur. Buku terbitan Musyawarah 
Guru Mata Pelajaran itu  pada halaman 78 tertulis, jika orang menyembah selain 
Allah atau nonmuslim boleh dibunuh. 
 Tempo telah membandingkan materi dalam buku Kumpulan Lembar Kerja Peserta 
Didik dengan Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti, dan hasilnya sama persis. 
Dalam buku terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, materi kontroversial 
itu terdapat pada halaman 170. Sedangkan dalam buku Kumpulan Lembar Kerja 
terletak pada halaman 78.
 INDRA WIJAYA | ISHOMUDIN


h Kafir, Tokoh Islam Ini Kaget Oleh : Tempo.co 
 Sabtu, 21 Maret 2015 06:50 WIB 
 0 komentar 
 1.4K1101.5K
 
 Font: ArialRobotoTimesVerdana Ukuran Font: - 
https://nasional.tempo.co/read/651678/buku-agama-ajarkan-bunuh-kafir-tokoh-islam-ini-kaget#font-decrease
 + 
https://nasional.tempo.co/read/651678/buku-agama-ajarkan-bunuh-kafir-tokoh-islam-ini-kaget#font-increase
 
 
 
 
 Siswa Siswi membaca buku ajaran baru di sekolah SD 01 Menteng Jakarta, 14 
Agustus 2014. Sejak Di mulainya kurikulum baru 2013 ditetapkan, siswa siswi 
menggunakan buku mata pelajaran yang difotocopy karena keterlambatan distribusi 
oleh kemendikbud. TEMPO/Dasril Roszandi
 TEMPO.CO http://TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Majelis Ulama Indonesia, Amidhan 
Shaberah, kaget dengan penemuan buku pelajaran Pendidikan Agama Islam untuk SMA 
yang mengajarkan paham radikal. Menurut Amidhan, paham radikal mestinya tidak 
bisa diajarkan di sekolah. Apalagi Islam sangat tidak menyukai tindak kekerasan.
 "Tak boleh membunuh begitu saja, Islam itu agama damai," kata Amidhan ketika 
dihubungi, Jumat, 20 Maret 2015. Menurut Amidhan, dalam ajaran Islam tidak ada 
aturan tentang membunuh orang kafir. Islam hanya membolehkan jika dalam kondisi 
perang, umat wajib melawan sebagai upaya mempertahankan diri. Sebab dalam 
perang, hanya ada pilihan membunuh sebelum dibunuh lawan.
 Status perang pun sudah berbeda antara dulu dan sekarang. Perang dalam kondisi 
saat ini tidak bisa diputuskan oleh orang per orang atau kelompok. "Harus 
dicatat, Indonesia negara damai, tidak dalam kondisi perang," kata Amidhan. 
 Walhasil dia meminta masyarakat tak terprovokasi oleh buku pelajaran tersebut. 
MUI, kata Amidhan, meminta umat Islam di Indonesia meniru Nabi Muhammad SAW 
yang mengajarkan perdamaian dengan umat agama lain. "Ajaran Islam itu mengajak 
manusia masuk ke rumah damai, tidak ada anjuran saling bunuh."
 

 Dalam buku pelajaran tersebut tertulis bahwa umat Islam boleh membunuh umat 
agama lain atau yang disebut kafir. Buku Pendidikan Agama Islam itu ditemukan 
dan diajarkan di kelas XI SMA di Jombang, Jawa Timur. Buku terbitan Musyawarah 
Guru Mata Pelajaran itu  pada halaman 78 tertulis, jika orang menyembah selain 
Allah atau nonmuslim boleh dibunuh. 
 Tempo telah membandingkan materi dalam buku Kumpulan Lembar Kerja Peserta 
Didik dengan Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti, dan hasilnya sama persis. 
Dalam buku terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, materi kontroversial 
itu terdapat pada halaman 170. Sedangkan dalam buku Kumpulan Lembar Kerja 
terletak pada halaman 78.
 INDRA WIJAYA | ISHOMUDIN





 
 

 


 
 




 
 
 
 
 




 

Kirim email ke