Disebutkan masalah terbesarnya adalah pembebasan lahan.Seperti apa pemerintah 
menyelesaikan penguasaan lahan 
untuk digarap investor ini? 

Yang jelas Jokowi sudah mengancam di koran akan mencopot 
menteri agraria jika tidak mencapai "target".
-
Nasib Tiga Proyek KEK Tak Jelas, Darmin Nasution Galau Adhitya HimawanSenin 12 
Februari 2018 | 17:53 WIB  Suara.com - MenteriKoordinator Bidang Perekonomian 
Darmin Nasution menyebutkan terdapat tiga kawasanekonomi khusus (KEK) yang 
telah diusulkan sebagai proyek investasi namun tidakjelas kapan akan 
beroperasi. "Saya mulai was-was terhadapbeberapa KEK yang sebenarnya sudah 
dalam dua atau tiga tahun ini dirancang dandiharapkan bisa diresmikan. Paling 
tidak ada tiga yang tidak jelas kapanberoperasi," kata Darmin ditemui di kantor 
Kemenko Perekonomian, Jakarta,Senin. Mantan gubernur Bank Indonesia 
(BI)tersebut mengusulkan beberapa proyek investasi KEK yang terkendala 
tersebutuntuk dihentikan saja apabila tidak ada perkembangan dalam kurun satu 
tahun. "Untuk apa kami menyimpan beberapaKEK yang tidak jelas kapan beroperasi. 
Nanti kami akan rapat lagi Juli atauAgustus (2018), kalau ada perkembangannya 
berarti akan terus," kataDarmin. Ia menjelaskan bahwa KEK akan 
menghadapikendala apabila sebagian besar tanahnya belum dibebaskan. Oleh karena 
itu,Dewan Nasional KEK sudah mengubah aturan bahwa daerah yang diusulkan 
menjadiKEK harus sudah jelas urusan lahannya. Darmin mencontohkan apabila ada 
KEK yangakan mengembangkan wilayah seluas 500 hektare, maka separuh dari total 
lahantersebut harus sudah beres. "Kami sudah melihat ada beberapa KEKtidak bisa 
terwujud dan tidak bisa beroperasin karena lahannya tidakselesai-selesai. Makin 
lama harga tanahnya makin mahal begitu pemiliknya tahulahannya masuk ke rencana 
KEK," ucap dia. Sementara itu, Sekretaris Dewan NasionalKawasan Ekonomi Khusus 
Enoh Suharto Pranoto mengungkapkan tiga KEK yang mengalamihambatan adalah KEK 
Bitung (Sulawesi Utara), KEK Tanjung Api-Api (SumateraSelatan), dan KEK Morotai 
(Maluku Utara). "Tanjung Api-Api sudah adaperkembangan baru dan investornya 
sudah ada juga. Yang masih kurang itu Bitungdan Morotai," ucap dia. Enoh 
mengatakan permasalahan tanahmenjadi kendala utama di kawasan-kawasan tersebut, 
seperti masih ada pihak yangmelakukan klaim di pengadilan menyangkut masalah 
sertifikasi sehingga hakpengelolaannya terhambat. "Yang Morotai itu pembebasan 
sudahdilakukan 200 hektare, kendalanya sertifikasi juga dari total 1.100 
hektare.Tapi untuk Morotai ini kami optimistis bisa, pemerintah daerahnya 
sudahkomitmen," tuturnya. Menteri Koordinator Bidang PerekonomianDarmin 
Nasution menyebutkan terdapat tiga kawasan ekonomi khusus (KEK) yangtelah 
diusulkan sebagai proyek investasi namun tidak jelas kapan akanberoperasi. 
"Saya mulai was-was terhadapbeberapa KEK yang sebenarnya sudah dalam dua atau 
tiga tahun ini dirancang dandiharapkan bisa diresmikan. Paling tidak ada tiga 
yang tidak jelas kapanberoperasi," kata Darmin ditemui di kantor Kemenko 
Perekonomian, Jakarta,Senin. Mantan gubernur Bank Indonesia (BI)tersebut 
mengusulkan beberapa proyek investasi KEK yang terkendala tersebutuntuk 
dihentikan saja apabila tidak ada perkembangan dalam kurun satu tahun. "Untuk 
apa kami menyimpan beberapaKEK yang tidak jelas kapan beroperasi. Nanti kami 
akan rapat lagi Juli atauAgustus (2018), kalau ada perkembangannya berarti akan 
terus," kataDarmin. Ia menjelaskan bahwa KEK akan menghadapikendala apabila 
sebagian besar tanahnya belum dibebaskan. Oleh karena itu,Dewan Nasional KEK 
sudah mengubah aturan bahwa daerah yang diusulkan menjadiKEK harus sudah jelas 
urusan lahannya. Darmin mencontohkan apabila ada KEK yangakan mengembangkan 
wilayah seluas 500 hektare, maka separuh dari total lahantersebut harus sudah 
beres. "Kami sudah melihat ada beberapa KEKtidak bisa terwujud dan tidak bisa 
beroperasi karena lahannya tidakselesai-selesai. Makin lama harga tanahnya 
makin mahal begitu pemiliknya tahulahannya masuk ke rencana KEK," ucap dia. 
Sementara itu, Sekretaris Dewan NasionalKawasan Ekonomi Khusus Enoh Suharto 
Pranoto mengungkapkan tiga KEK yangmengalami hambatan adalah KEK Bitung 
(Sulawesi Utara), KEK Tanjung Api-Api (SumateraSelatan), dan KEK Morotai 
(Maluku Utara). "Tanjung Api-Api sudah adaperkembangan baru dan investornya 
sudah ada juga. Yang masih kurang itu Bitungdan Morotai," ucap dia. Enoh 
mengatakan permasalahan tanahmenjadi kendala utama di kawasan-kawasan tersebut, 
seperti masih ada pihak yangmelakukan klaim di pengadilan menyangkut masalah 
sertifikasi sehingga hakpengelolaannya terhambat. "Yang Morotai itu pembebasan 
sudahdilakukan 200 hektare, kendalanya sertifikasi juga dari total 1.100 
hektare.Tapi untuk Morotai ini kami optimistis bisa, pemerintah daerahnya 
sudahkomitmen," tuturnya. (Antara)

Kirim email ke