From: 'K. Prawira' [email protected] [GELORA45]
Sent: Friday, February 16, 2018 8:16 AM
Panitia Penyambutan Berharap Jokowi Sambut Rizieq
S. Yugo Hindarto, CNN Indonesia | Kamis, 15/02/2018 19:14 WIB
Bagikan : Penasihat Persaudaraan Alumni 212 Eggi Sudjana menjelaskan
perkembangan kepulangan Habib Rizieq Shihab, di kantornya, Jakarta, Sabtu
(10/2). (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Panitia Penyambutan Imam Besar Habib Rizieq (PPIB
212) berharap Presiden Joko Widodo dapat ikut menyambut kepulangan tokoh Front
Pembela Islam itu yang rencananya akan pulang pada 21 Februari 2018.
"Kalau tidak bisa di bandara, mungkin Presiden Joko Widodo bisa bertemu di
Masjid Istiqlal, kami inginnya seperti itu," kata Ketua PPIB 212 Rizieq Shihab,
Eggi Sudjana saat berbincang dengan CNN Indonesia.com, Kamis (15/2).
Eggi belum dapat memastikan tentang kepulangan Rizieq dari Arab Saudi. Kata
Eggi saat ini, panitia masih menunggu informasi dari Rizieq.
"Saat ini Habib Rizieq masih Istikharah, kalau istikharah ulang, ya pulang,
tapi kalau menetap, kami juga belum tahu. Semua bergantung istikharah," kata
Eggi.
Lihat juga:
Kasus Rizieq Shihab Menggantung, Polisi Hanya Bisa Menunggu
Rizieq menetap di Arab Saudi sejak Mei 2017. Sebelum ditetapkan sebagai
tersangka kasus dugaan konten pornografi, Rizieq terbang ke Arab Saudi untuk
melaksanakan umrah. Namun, hingga kini Rizieq belum pulang ke Indonesia.
"Kalau jadi pulang tanggal 21 beliau akan tiba di indonesia, dari sana tanggal
20," katanya.
Lihat juga:
Rizieq Shihab Jadi Dewan Pembina Persaudaraan Alumni 212
Kerukunan Umat
Namun, selain menunggu istikharah Rizieq, Eggi mengatakan panitia juga meminta
agar Presiden Joko Widodo memberikan perhatian kepada kasus Rizieq, yang
katanya, demi kepentingan umat Islam.
"Kami berharap ada SP3 (Surat Penghentian Penyidikan Perkara) untuk menjaga
kerukunan Umat Islam," katanya.
Eggi menceritakan utusan panitia telah bertemu pihak istana dan membahas
tentang kasus yang menjerat Rizieq. Namun, Eggi tidak menjelaskan secara rinci
tentang pertemuan utusan panitia dengan pihak istana itu.
"Yang jelas kami meminta kearifan Jokowi demi bangsa dan negeri, demi
keselamatan bangsa," kata dia.
Lihat juga:
Polisi Didesak Segera Keluarkan SP3 untuk Rizieq Shihab
Sebab, menurut Eggi, bila permohonan agar polisi menghentikan perkara Rizieq
tidak dipenuhi akan berdampak besar. "Misalkan nanti pulang dan Habib ditangkap
polisi, maka pendukung akan mengamuk. Nah, daripada ribut alangkah baiknya
Jokowi memberikan izin," kata Eggi.
Apalagi, menurut perkiraan Eggi, jumlah umat yang akan menyambut Rizieq di
Bandara Soekarno Hatta mencapai jutaan orang. "Maksud saya agar semuanya jangan
ribut, daripada ribut antar umat Islam, chaos, lebih baik presiden membrikan
izin kepada Kapolri untuk mengeluarkan SP3," ujar Eggi.
Pemberian SP3 perkara Rizieq, menurut Eggi bukanlah suatu bentuk intervensi
hukum. "Presiden jangan merasa bahwa dengan memberikan izin lewat kapolri
dianggap mengintervensi hukum. Itu tidak mengintervensi karena Polri dan TNi
berada di bawah presiden sebagai penguasa," katanya.
Eggi membandingkan, pemberian deponeering kepada mantan pimpinan KPK, baik
dalam kasus Bibit Samad Rianto-Chandra Hamzah maupun Abraham Samad.
Deeponeering tersebut diberikan dengan alasan 'demi kepentingan umum'.
Menurut Eggi, perkara Rizieq lebih dari sebuah kepentingan umum ketimbang
perkara mantan pimpinan KPK. "Bisa chaos, bayangkan bila Rizieq ditahan di
bandara, bandara bisa stuck," kata Eggi.
Lihat juga:
Kasus Rizieq Shihab Menggantung, Polisi Hanya Bisa Menunggu
(ugo/asa)