https://ambon.antaranews.com/berita/43147/indonesia-punya-modal-jadi-pemimpin-dunia
Indonesia punya modal jadi pemimpin dunia

Kamis, 15 Februari 2018 9:34 WIB

Presiden Joko Widodo (kanan), didampingi Ketua Dewan Penasehat Majelis
Nasional KAHMI Akbar Tanjung (kedua kanan), Menristekdikti Mohammad Nasir
(kedua kiri), dan Gubernur Maluku Said Assagaff (kiri), memukul beduk tanda
pembukaan Kongres Nasional ke-30 Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI), di
Auditor

Ambon, 15/2 (Antaranews Maluku) - Presiden Joko Widodo mengatakan Indonesia
sebagai negara muslim terbesar dan masuk G20 memiliki modal yang besar
untuk menjadi pemimpin negara muslim di dunia.

"Saya Yakin kita bisa menjadi rujukan negara lain dan bisa menjadi pemimpin
negara Muslim kalau ekonomi kita kuat," kata Presiden saat pidato pembukaan
Kongres ke-30 Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang diselenggarakan di
Auditorium Universitas Pattimura Ambon, Maluku, Rabu.

Jokowi mengaku telah disampaikan ke para duta besar bahwa Indonesia negara
besar sehingga jangan mencari bantuan ke negara lain.

"Kita justru mulai membantu jangan meminta bantuan. Saya Yakin kita bsa
membantu," kata Jokowi.

Presiden juga mengingatkan para kader HMI bahwa sebagai Islam Indonesia
adalah yang moderat, toleran dan terbuka untuk kemajuan.

"Sebagai negara  yang masuk G-20, saya yakin Indonesia bisa berbuat banyak.
Islam Indonesia adalah yang moderat, toleran, modern, yang terbuka untuk
kemajuan. Kita punya Pancasila sebagai ideologi pemersatu, rumah kita
bersama. Kita juga sudah punya bukti-bukti bahwa nusantara kita kokoh
bersatu," katanya.

Jokowi juga mengingatkan Indonesia punya insan-insan hebat, insan akademis,
insan pencipta, insan pengabdi, insan yang bernapaskan Islam.

"Jutaan kader HMI, kader insan cita yang berkualitas. Kita sudah
memilikinya," kata Jokowi.

Namun Presiden juga mengingatkan untuk mengukuhkan kebangsaan, menumbuhkan
Indonesia berkeadilan serta memastikan tidak berada di ruang hampa.

"Kita berada di era globalisasi yang penuh kompetisi, penuh persaingan,
kita tidak bisa membendung inovasi dan teknologi yang terus berkembang.
Kita berada di dunia yang bergerak sangat cepat," ungkapnya.

Presiden mengatakan bahwa saat ini tidak ada jalan lain untuk tingkatkan
kualitas sumber daya manusia sebagai insan-insani yang sehat, beraklak
mulia, bermoral tinggi, berdaya juang demi kemajuan serta insan pembelajar
yang cerdas, yang inovatif dan solutif.

"Saya tahu, HMI sering mendorong untuk bekerja apa yang selama ini kita
lakukan rupanya sejalan dengan semboyan HMI yang saya kenal sejak
mahasiswa. Pantang menolak tugas, pantang mengulur waktu, pantang kerja tak
selesai," katanya.

Presiden berharap dengan memperkokoh kekuatan nasioanl, saling sinergi
antar kekuatan bangsa, dirinya yakin Indonesia bisa mewujudkan apa yang
dicita-citakan.

Dalam pembukaan Kongres ke-30 HMI ini hadir juga Ketua MPR Zulkifli Hasan,
Ketua DPD Osman Sapta Oedang, tokoh HMI Akbar Tandjung, Menteri Sekretaris
Negara Pratikno, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi M Nasir,
Mendikbud Muhadjir Effendi, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Basuki Hadimuljono.

Hadir pula Gubernur Maluku Said Assagaff, Wali Kota Ambon Richard
Louhenapessy dan Ketua Umum HMI Mulyadi P Tamsir.

Pewarta : *Joko Susilo*
<https://ambon.antaranews.com/berita/43147/indonesia-punya-modal-jadi-pemimpin-dunia#>
Editor: John Nikita
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Kirim email ke