Am Sat, 17 Feb 2018 12:26:27 +0000 (UTC) schrieb "ajeg [email protected] [GELORA45]" <[email protected]>:
> Pelariannya diterima AS (Arab Saudi). > Tentu dengan sepengetahuan dan seizin sobat kentalnya, > Amerika Shihab (AS). > > Direstui pulang persis di tahun po****k. > --- inengahk@... wrote: > Aneh, visa dan paspor berlakunya kan terbatas, ini sudah hamper > setahun masak masih berlaku paspor dan visanya Mestinya HR sudah > kehilangan kewarganegaraan, jika ia maksa masuk indonesia mesti harus > langsung digiring ke pjr > > > From: kh djie > Yang akan menyambut Polda metro Jaya ? Sampai kapan berlakunya > pasport si Habib ? Kalau warga luar negeri meskipun punya visa > masuk., masih bisa dilarang mendarat. Kalau warga negara Indonesia, > apa bisa dilarang ? Atau pilihannya hanya : diijinkan mendarat, > terus ditangkap., atau langsung disambut dalam pesawat, ditangkap ? > 2018-02-17 1:28 GMT+01:00 Dharma Hutauruk : Tidak tahu malu para > pemuka (?) masyarakat ini. Percuma memiliki gelar dan kedudukan yang > hanya beberapa orang dinegeri ini memilikinya ternyata sudah > membutakan hati dan pikirannya sedemikian rupa. Memaksakan kehendak > dengan menghalalkan segala cara.. Yang lebih miris, tak seorang pun > Ketua Umum Partai yang menentang rencana ini. Demikian pula BambSoet > yang sebelum jadi Ketua DPR menjadi kolumnis dan pengkritisi > terkemuka.Mana pula suara Ketua MPR, Ketua DPD? 2018-02-16 22:34 > GMT+07:00 HUBERT : manusia bejad begitu disambut ? mending dia > membusuk di arab ! Kalau pengukutnya mau protes habisin saja > selesai ! | | Virus-free.www.avast.com | > > 2018-02-16 10:27 GMT+07:00 Marco 45665: > NONSENSE ......dan ABSURD !! Begitu menghinanya Kenegaraan Presiden > RI dan Republik ini . Panitia urakan yang dan tak tahu aturan dan > Protokol. MASAKAN PRESIDENT REPUBLIK INDONESIA - > MENYAMBUTseorang BURONAN yang PERNAH MENJADI BURONAN POLRI se > -olah2 PRESIDEN KITA secara Symbolis HARUS BERTEKUK > LUTUT dihadapan SEORANG vagabond dari HADRAMAUT yang karena > Perbuatan Makarnya menyebarkan Extremisme dan Teror serta Skandal > Pornografie dan Kebencian RASA :: Ada baiknya dan sangat > dianjurkan > Agar Panitia Penyambutan yang cukup tak tahu diri itu > dan TAK mengerti masalah PROTOKOL KENEGARAAN sebaiknya minta agar > Pribadi2 seperti Fadli Zon , Fahri Hamzah dan Amin Rais diwajibkan > datang menyambut HABIBNYA denganmenggelar Carpet merah bagi > Pemimpinnya : Habib Rizieq el Hadramaut 2018-02-16 3:01 > GMT+01:00 Chan CT : From: K. Prawira Panitia Penyambutan Berharap > Jokowi Sambut Rizieq S. Yugo Hindarto, CNN Indonesia | Kamis, > 15/02/2018 19:14 WIB Bagikan : Penasihat Persaudaraan Alumni 212 > Eggi Sudjana menjelaskan perkembangan kepulangan Habib Rizieq Shihab, > di kantornya, Jakarta, Sabtu (10/2). (CNN Indonesia/Abi Sarwanto) > Jakarta, CNN Indonesia -- Panitia Penyambutan Imam Besar Habib Rizieq > (PPIB 212) berharap Presiden Joko Widodo dapat ikut menyambut > kepulangan tokoh Front Pembela Islam itu yang rencananya akan pulang > pada 21 Februari 2018. > > "Kalau tidak bisa di bandara, mungkin Presiden Joko Widodo bisa > bertemu di Masjid Istiqlal, kami inginnya seperti itu," kata Ketua > PPIB 212 Rizieq Shihab, Eggi Sudjana saat berbincang denganCNN > Indonesia.com, Kamis (15/2). > > Eggi belum dapat memastikan tentang kepulangan Rizieq dari Arab > Saudi. Kata Eggi saat ini, panitia masih menunggu informasi dari > Rizieq. "Saat ini Habib Rizieq masih Istikharah, kalau istikharah > ulang, ya pulang, tapi kalau menetap, kami juga belum tahu. Semua > bergantung istikharah," kata Eggi. | Lihat juga: Kasus Rizieq Shihab > Menggantung, Polisi Hanya Bisa Menunggu | > > > Rizieq menetap di Arab Saudi sejak Mei 2017. Sebelum ditetapkan > sebagai tersangka kasus dugaan konten pornografi, Rizieq terbang ke > Arab Saudi untuk melaksanakan umrah. Namun, hingga kini Rizieq belum > pulang ke Indonesia. > > "Kalau jadi pulang tanggal 21 beliau akan tiba di indonesia, dari > sana tanggal 20," katanya. | > Lihat juga: > Rizieq Shihab Jadi Dewan Pembina Persaudaraan Alumni 212 | > > > Kerukunan Umat > > Namun, selain menunggu istikharah Rizieq, Eggi mengatakan panitia > juga meminta agar Presiden Joko Widodo memberikan perhatian kepada > kasus Rizieq, yang katanya, demi kepentingan umat Islam. > > "Kami berharap ada SP3 (Surat Penghentian Penyidikan Perkara) untuk > menjaga kerukunan Umat Islam," katanya. > > Eggi menceritakan utusan panitia telah bertemu pihak istana dan > membahas tentang kasus yang menjerat Rizieq. Namun, Eggi tidak > menjelaskan secara rinci tentang pertemuan utusan panitia dengan > pihak istana itu. > > "Yang jelas kami meminta kearifan Jokowi demi bangsa dan negeri, demi > keselamatan bangsa," kata dia. | > Lihat juga: > Polisi Didesak Segera Keluarkan SP3 untuk Rizieq Shihab | > > > Sebab, menurut Eggi, bila permohonan agar polisi menghentikan perkara > Rizieq tidak dipenuhi akan berdampak besar. "Misalkan nanti pulang > dan Habib ditangkap polisi, maka pendukung akan mengamuk. Nah, > daripada ribut alangkah baiknya Jokowi memberikan izin," kata Eggi. > > Apalagi, menurut perkiraan Eggi, jumlah umat yang akan menyambut > Rizieq di Bandara Soekarno Hatta mencapai jutaan orang. "Maksud saya > agar semuanya jangan ribut, daripada ribut antar umat Islam,chaos, > lebih baik presiden membrikan izin kepada Kapolri untuk mengeluarkan > SP3," ujar Eggi. > > Pemberian SP3 perkara Rizieq, menurut Eggi bukanlah suatu bentuk > intervensi hukum. "Presiden jangan merasa bahwa dengan memberikan > izin lewat kapolri dianggap mengintervensi hukum. Itu tidak > mengintervensi karena Polri dan TNi berada di bawah presiden sebagai > penguasa," katanya. > > Eggi membandingkan, pemberian deponeering kepada mantan pimpinan KPK, > baik dalam kasus Bibit Samad Rianto-Chandra Hamzah maupun Abraham > Samad.Deeponeering tersebut diberikan dengan alasan 'demi kepentingan > umum'. > > Menurut Eggi, perkara Rizieq lebih dari sebuah kepentingan umum > ketimbang perkara mantan pimpinan KPK. "Bisachaos, bayangkan bila > Rizieq ditahan di bandara, bandara bisastuck," kata Eggi. | Lihat > juga: Kasus Rizieq Shihab Menggantung, Polisi Hanya Bisa Menunggu | > > (ugo/asa) > > > > > > >
