https://www.antaranews.com/berita/686314/bukti-nyata-perang-terselubung-
as-vs-rusia-di-suriah-bagian-1
Bukti nyata perang terselubung
AS vs Rusia di Suriah (Bagian 1)
Jumat, 16 Februari 2018 17:10 WIB
Tentara Pasukan Demokratis Suriah menaiki kendaraan lapis baja setelah
Raqqa dibebaskan dari milisi Negara Islam, di Raqqa, Suriah, Selasa
(17/10/2017). (REUTERS/Erik De Castro)
Moskow (ANTARA News) - Pada 7 Februari pekan lalu terjadi pertempuran
yang disebut-sebut sebagai konfrontasi terbuka pertama antara Amerika
Serikat dan Rusia di Suriah di mana kedua negara membela dua pihak yang
saling bermusuhan di Suriah,
Konfrontasi ini menghebohkan karena merenggut banyak sekali nyawa orang
Rusia yang semakin menguatkan dugaan adanya perang terselubung antara AS
dan Rusia di Suriah.
Kantor berita Reuters kemudian menyelidiki sekitar peristiwa
menghebohkan yang telah menciptakan dimensi baru dalam Perang Saudara
Suriah yang sudah mencabik-cabik negeri Arab yang dibatasi Laut Tengah
di bagian baratnya itu.
Berikut laporan bagian Reuters yang ditampilkan ANTARA News dalam tiga
bagian.
Sekitar 300 orang yang bekerja untuk perusahaan keamanan swasta Rusia
yang berkaitan dengan pemerintah Moskow terbunuh atau tewas di Suriah
pekan lalu, kata tiga sumber yang mengetahui soal ini kepada Reuters.
Seorang dokter Rusia mengatakan sekitar 100 orang tewas, sedangkan satu
sumber yang mengenal beberapa petempur mengatakan bahwa jumlah yang
terbunuh mencapai 80 orang.
Waktu pengungkapan jumlah korban ini bertepatan dengan sebuah
pertempuran yang terjadi pada 7 Februari lalu di dekat kota Deir al-Zor,
Suriah, kata para pejabat dan orang-orang yang terlibat dengan para
petempur.
Pasukan koalisi pimpinan AS menyerang pasukan yang berafiliasi kepada
sekutu Rusia, Presiden Suriah Bashar al-Assad.
Pemerintah Rusia sendiri hanya mengakui lima warganya tewas, dan
kelimanya itu pun disebut pemerintah Rusia tidak ada kaitan dengan
pasukan militer Rusia.
Pertempuran itu sendiri menunjukkan Rusia terlibat lebih jauh secara
militer di Suriah, dan berisiko membuka konfrontasi terbuka dengan
pasukan Amerika Serikat di Suriah.
Jumlah korban ini adalah yang paling banyak yang diderita Rusia dalam
sebuah pertempuran sejak bentrokan sengit di Ukraina pada 2014 yang
merenggut 100 nyawa tentara Rusia. Moskow membantah telah mengirimkan
tentara dan relawan ke Ukraina dan tidak pernah membenarkan jumlah 100
nyawa itu.
Sementara itu korban luka yang diungsikan dalam beberapa hari terakhir
dari Suriah telah dikirimkan ke empat rumah sakit militer di Rusia, kata
lima sumber yang mengetahui masalah ini kepada Reuters.
Si dokter militer yang bekerja pada sebuah rumah sakit militer Rusia dan
terlibat langsung dalam perawatan orang-orang terluka yang dievakuasi
dari Suriah, mengatakan bahwa Sabtu malam itu sekitar 50-an pasien
berada di rumah sakitnya yang sekitar 30 persennya kritis.
Si dokter yang meminta namanya tidak disebutkan karena tidak dibolehkan
menyampaikan informasi mengenai jumlah korban itu mengatakan paling
tidak tiga sorti penerbangan mengangkut petempur yang terluka telah
diterbangkan ke Moskow antara Jumat pekan lalu dan Senin pagi minggu ini.
Dia mengatakan para petempur itu dipulangkan dengan pesawat kargo
militer berperlengkapan khusus yang masing-masing bisa mengakomodasi dua
atau tiga perawatan kasus intensif dan belasan pasien luka lebih ringan.
Maria Zakharova, juru bicara kementerian luar negeri Rusia,
mengungkapkan informasi awalnya adalah bahwa lima warga negara Rusia di
daerah pertempuran kemungkinan terbunuh, "tetapi mereka bukan tentara
Rusia". Dia menyebut laporan bahwa puluhan atau ratusan korban Rusia
itu sebagai disinformasi yang diciptakan lawan-lawan Rusia.
Kremlin sendiri sudah menyatakan belum lama pekan ini bahwa mereka tak
punya informasi soal korban.
Reuters tak berhasil menghubungi perusahaan para kontraktor (tentara
bayaran) Rusia itu, Grup Wagner, yang tentara-tentara bayarannya pernah
menerima medali perang dari Kremlin sewaktu aktif di militer Rusia.
Si dokter militer mengatakan bahwa seorang rekannya sesama dokter yang
terbang ke Suriah untuk penerbangan pengungsian berkata bawa sekitar 100
orang dalam pasukan Rusia tewas pada akhir pekan lalu, dan 200 lainnya
cedera.
Menurut si dokter, kebanyakan korban adalah kontraktor militer swasta Rusia.
Yevgeny Shabayev, pemimpin organisasi paramiliter Cossack yang memiliki
kaitan dengan para tentara bayaran Rusia itu, mengaku pernah mengunjungi
korban terluka di Suriah di Rumah Sakit Pusat Kementerian Pertahanan di
Khimki, di pinggiran kota Moskow, Rabu pekan ini.
Dia mengungkapkan para korban luka berkata kepada dia bahwa dua unit
tentara bayaran Rusia yang terlibat dalam pertempuran dekat Deir al-Zor
berjumlah 550 orang. Dari angka itu, kini tinggal 200 yang tidak mati
atau tidak terluka, kata para korban luka itu.
Shabayev mengatakan bangsal yang dia kunjungi memuat delapan pasien,
yang semuanya dievakuasi dari Suriah dalam beberapa hari terakhir, dan
lebih banyak lagi di bangsal-bangsal lain di rumah sakit militer lannya.
"Jika Anda paham segalanya soal aksi militer dan luka akibat pertempuran
maka Anda dapat membayangkan apa yang terjadi di sana. Misalnya,
teriakan terus-terusan," kata Shabayev kepada Reuters.
Seorang sumber yang punya koneksi dengan organisasi Wagner, dan seorang
lain yang mengaku telah berbicara kepada orang-orang yang ambil bagian
dalam pertempuran 7 Februari, mengatakan kepada Reuters bahwa
kontak-kontak dia telah memberi tahu dia bahwa sekitar 80 kontraktor
Rusia terbunuh.
Sumber yang meminta namanya tidak disebutkan itu menyebutkan bahwa total
sekitar 300 orang terbunuh atau terluka. Dia mengungkapkan kebanyakan
yang terluka memiliki pecahan-pecahan peluru dalam tubuhnya yang tak
terlihat dari Sinar X sehingga menyulitkan perawatan mereka.
"Prognosa untuk kebanyakan yang luka adalah suram," kata dia seperti
dikutip Reuters.
*Baca juga:Bukti nyata perang terselubung AS vs Rusia di Suriah (Bagian
2)
<https://www.antaranews.com/berita/686315/bukti-nyata-perang-terselubung-as-vs-rusia-di-suriah-bagian-2>
*dan *Bukti nyata perang terselubung AS vs Rusia di Suriah (Bagian 3)
<https://www.antaranews.com/berita/686316/bukti-nyata-perang-terselubung-as-vs-rusia-di-suriah-bagian-3>
*
Pewarta: -
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2018