----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: 'j.gedearka' [email protected] 
[GELORA45] <[email protected]>Kepada: "[email protected]" 
<[email protected]>; [email protected] 
<[email protected]>; "[email protected]" 
<[email protected]>; Persaudaraan 
<[email protected]>; Sahala Silalahi 
<[email protected]>Terkirim: Minggu, 18 Februari 2018 03.29.46 GMT+1Judul: 
[GELORA45] Bukti nyata perang terselubung AS vs Rusia di Suriah (Bagian 1)
     
 


 
 
https://www.antaranews.com/berita/686314/bukti-nyata-perang-terselubung-
 
as-vs-rusia-di-suriah-bagian-1
 
 
Bukti nyata perang terselubung 
 
 
AS vs Rusia di Suriah (Bagian 1)
 
  Jumat, 16 Februari 2018 17:10 WIB 
  Moskow (ANTARA News) - Pada 7 Februari pekan lalu terjadi pertempuran yang 
disebut-sebut sebagai konfrontasi terbuka pertama antara Amerika Serikat dan 
Rusia di Suriah di mana kedua negara membela dua pihak yang saling bermusuhan 
di Suriah,
 
 Konfrontasi ini menghebohkan karena merenggut banyak sekali nyawa orang Rusia 
yang semakin menguatkan dugaan adanya perang terselubung antara AS dan Rusia di 
Suriah.
 
 Kantor berita Reuters kemudian menyelidiki sekitar peristiwa menghebohkan yang 
telah menciptakan dimensi baru dalam Perang Saudara Suriah yang sudah 
mencabik-cabik negeri Arab yang dibatasi Laut Tengah di bagian baratnya itu..
 
 Berikut laporan bagian Reuters yang ditampilkan ANTARA News dalam tiga bagian.
 
 Sekitar 300 orang yang bekerja untuk perusahaan keamanan swasta Rusia yang 
berkaitan dengan pemerintah Moskow terbunuh atau tewas di Suriah pekan lalu, 
kata tiga sumber yang mengetahui soal ini kepada Reuters.
 
 Seorang dokter Rusia mengatakan sekitar 100 orang tewas, sedangkan satu sumber 
yang mengenal beberapa petempur mengatakan bahwa jumlah yang terbunuh mencapai 
80 orang.
 
 Waktu pengungkapan jumlah korban ini bertepatan dengan sebuah pertempuran yang 
terjadi pada 7 Februari lalu di dekat kota Deir al-Zor, Suriah, kata para 
pejabat dan orang-orang yang terlibat dengan para petempur.
 
 Pasukan koalisi pimpinan AS menyerang pasukan yang berafiliasi kepada sekutu 
Rusia, Presiden Suriah Bashar al-Assad.
 
 Pemerintah Rusia sendiri hanya mengakui lima warganya tewas, dan kelimanya itu 
pun disebut pemerintah Rusia tidak ada kaitan dengan pasukan militer Rusia.
 
 Pertempuran itu sendiri menunjukkan Rusia terlibat lebih jauh secara militer 
di Suriah, dan berisiko membuka konfrontasi terbuka dengan pasukan Amerika 
Serikat di Suriah.
 
 Jumlah korban ini adalah yang paling banyak yang diderita Rusia dalam sebuah 
pertempuran sejak bentrokan sengit di Ukraina pada 2014 yang merenggut 100 
nyawa tentara Rusia. Moskow membantah telah mengirimkan tentara dan relawan ke 
Ukraina dan tidak pernah membenarkan jumlah 100 nyawa itu.
 
 Sementara itu korban luka yang diungsikan dalam beberapa hari terakhir dari 
Suriah telah dikirimkan ke empat rumah sakit militer di Rusia, kata lima sumber 
yang mengetahui masalah ini kepada Reuters.
 
 Si dokter militer yang bekerja pada sebuah rumah sakit militer Rusia dan 
terlibat langsung dalam perawatan orang-orang terluka yang dievakuasi dari 
Suriah, mengatakan bahwa Sabtu malam itu sekitar 50-an pasien  berada di rumah 
sakitnya yang sekitar 30 persennya kritis.
 
 Si dokter yang meminta namanya tidak disebutkan karena tidak dibolehkan 
menyampaikan informasi mengenai jumlah korban itu mengatakan paling tidak tiga 
sorti penerbangan mengangkut petempur yang terluka telah diterbangkan ke Moskow 
antara Jumat pekan lalu dan Senin pagi minggu ini.
 
 Dia mengatakan para petempur itu dipulangkan dengan pesawat kargo militer 
berperlengkapan khusus yang masing-masing bisa mengakomodasi dua atau tiga 
perawatan kasus intensif dan belasan pasien luka lebih ringan.
 
 Maria Zakharova, juru bicara kementerian luar negeri Rusia, mengungkapkan 
informasi awalnya adalah bahwa lima warga negara Rusia di daerah pertempuran 
kemungkinan terbunuh, "tetapi mereka bukan tentara Rusia".  Dia menyebut 
laporan bahwa puluhan atau ratusan korban Rusia itu sebagai disinformasi yang 
diciptakan lawan-lawan Rusia.
 
 Kremlin sendiri sudah menyatakan belum lama pekan ini bahwa mereka tak punya 
informasi soal korban.
 
 Reuters tak berhasil menghubungi perusahaan para kontraktor (tentara bayaran) 
Rusia itu, Grup Wagner, yang tentara-tentara bayarannya pernah menerima medali 
perang dari Kremlin sewaktu aktif di militer Rusia.
 
 Si dokter militer mengatakan bahwa seorang rekannya sesama dokter yang terbang 
ke Suriah untuk penerbangan pengungsian berkata bawa sekitar 100 orang dalam 
pasukan Rusia tewas pada akhir pekan lalu, dan 200 lainnya cedera.
 
 Menurut si dokter, kebanyakan korban adalah kontraktor militer swasta Rusia.
 
 Yevgeny Shabayev, pemimpin organisasi paramiliter Cossack yang memiliki kaitan 
dengan para tentara bayaran Rusia itu, mengaku pernah mengunjungi korban 
terluka di Suriah di Rumah Sakit Pusat Kementerian Pertahanan di Khimki, di 
pinggiran kota Moskow, Rabu pekan ini.
 
 Dia mengungkapkan para korban luka berkata kepada dia bahwa dua unit tentara 
bayaran Rusia yang terlibat dalam pertempuran dekat Deir al-Zor berjumlah 550 
orang. Dari angka itu, kini tinggal 200 yang tidak mati atau tidak terluka, 
kata para korban luka itu.
 
 Shabayev mengatakan bangsal yang dia kunjungi memuat delapan pasien, yang 
semuanya dievakuasi dari Suriah dalam beberapa hari terakhir, dan lebih banyak 
lagi di bangsal-bangsal lain di rumah sakit militer lannya.
 
 "Jika Anda paham segalanya soal aksi militer dan luka akibat pertempuran maka 
Anda dapat membayangkan apa yang terjadi di sana. Misalnya, teriakan 
terus-terusan," kata Shabayev kepada Reuters. 
 
 Seorang sumber yang punya koneksi dengan organisasi Wagner, dan seorang lain 
yang mengaku telah berbicara kepada orang-orang yang ambil bagian dalam 
pertempuran 7 Februari, mengatakan kepada Reuters bahwa kontak-kontak dia telah 
memberi tahu dia bahwa sekitar 80 kontraktor Rusia terbunuh.
 
 Sumber yang meminta namanya tidak disebutkan itu menyebutkan bahwa total 
sekitar 300 orang terbunuh atau terluka.  Dia mengungkapkan kebanyakan yang 
terluka memiliki pecahan-pecahan peluru dalam tubuhnya yang tak terlihat dari 
Sinar X sehingga menyulitkan perawatan mereka.
 
 "Prognosa untuk kebanyakan yang luka adalah suram," kata dia seperti dikutip 
Reuters.
 
 Baca juga: Bukti nyata perang terselubung AS vs Rusia di Suriah (Bagian 2) dan 
Bukti nyata perang terselubung AS vs Rusia di Suriah (Bagian 3)
 
 
Pewarta: -
 Editor: Jafar M Sidik
 COPYRIGHT © ANTARA 2018
 
 
 
 
     

Kirim email ke