http://sp.beritasatu.com/home/kegiatan-ekspor-freeport-terhenti/122857

*Kegiatan Ekspor Freeport Terhenti*
*ID* | Senin, 19 Februari 2018 | 19:37

JAKARTA]Kegiatan ekspor PT Freeport Indonesia saat ini berhenti, seiring
dengan berakhirnya izin ekspor pada 16 Februari lalu. Pasalnya, Kementerian
Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) belum menyelesaikan evaluasi
permohonan perpanjangan izin ekspor perusahaan tambang asal Amerika Serikat
tersebut.

Juru bicara Freeport Indonesia Riza Pratama berharap pemerintah segera
menerbitkan perpanjangan izin ekspor. "Kami masih menunggu dari Kementerian
ESDM. Semoga dapat segera," kata Riza di Jakarta, Minggu (18/2).

Pemerintah mengizinkan ekspor konsentrat asalkan perusahaan tambang
membangun* smelter* di dalam negeri. Kemajuan pembangunan *smelter* itu
dievaluasi setiap enam bulan, terhitung sejak diterbitkannya rekomendasi
ekspor. Izin ekspor diberikan selama satu tahun dan bisa diperpanjang pada
tahun berikutnya.
Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Mineral Kementerian ESDM Bambang Susigit
mengatakan, evaluasi itu dilakukan setelah Freeport mengajukan permohonan.
Namun dia belum mau menyebut kapan evaluasi itu rampung. "Masih dalam
proses evaluasi," kata Bambang.

Perpanjangan rekomendasi ekspor diberikan bila memenuhi persyaratan antara
lain kemajuan pembangunan smelter. Adapun progres smelter itu minimal 90%
dari rencana kerja selama satu tahun. Perhitungan setahun itu dimulai
ketika perusahaan tambang mengantongi rekomendasi ekspor.

Rekomendasi ekspor sebelumnya dikeluarkan berdasarkan surat permohonan PT
FI Nomor 571/OPD/II/2017, tanggal 16 Februari 2017. Rekomendasi yang sama
juga diberikan kepada PT Amman Mineral Nusa Tenggara (PT AMNT). Dalam surat
permohonan tersebut, PT FI dan PT AMNT juga telah menyatakan komitmen untuk
melaksanakan pembangunan fasilitas pemurnian di dalam negeri.

Persetujuan rekomendasi ekspor ini diberikan dengan mengacu pada Peraturan
Menteri ESDM Nomor 6 tahun 2017 dan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor
1/M-DAG/PER/1/2017 Tahun 2017.

Volume ekspor sebesar 1.113.105 Wet Metric Ton (WMT) konsentrat tembaga
diberikan kepada PT FI berdasarkan Surat Persetujuan Nomor 352/30/DJB/2017,
tanggal 17 Februari 2017. Pemberian izin berlaku sejak tanggal 17 Februari
2017 sampai dengan 16 Februari 2018.

Menurut catatan Kementerian ESDM, realisasi ekspor konsentrat tembaga PT
Freeport Indonesia hingga akhir 2017 lalu mencapai sekitar 921 ribu ton.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Bambang Gatot
mengatakan, perpanjangan rekomendasi ekspor tidak serta merta diberikan.
Pasalnya ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi.

*Smelter*

Salah satu syarat utama ialah pembangunan smelter. Pihaknya akan
mengevaluasi progres smelter Freeport. Smelter Freeport memang belum masuk
tahap konstruksi. Namun Bambang menyebut Freeport selama ini telah
melakukan berbagai macam studi. "Itu nanti kita evaluasi," tegasnya.

Freeport sudah menunjuk PT Surveyor Indonesia untuk mengevaluasi progres
smelter. Hasil evaluasi itu sudah dilampirkan dalam berkas permohonan
perpanjangan izin ekspor. Surveyor menyatakan kemajuan pembangunan smelter
mencapai 2,45%. Capaian itu sesuai dengan rencana pembangunan selama satu
tahun. Pasalnya ada sekitar 38 item rencana kerja yang digarap selama satu
tahun terakhir.

Freeport membangun smelter sejak 2014 silam dengan nilai investasi US$ 2,1
miliar. Smelter itu berlokasi di Gresik, Jawa Timur, dengan kapasitas 2
juta ton konsentrat. Hanya saja pembangunan smelter berjalan lambat
lantaran Freeport meminta kepastian operasi pasca-berakhirnya Kontrak Karya
pada 2021. Kini kepastian operasi itu menjadi bagian yang tidak terpisahkan
dalam proses negosiasi dengan pemerintah dalam menyusun lampiran Izin Usaha
Pertambangan Khusus (IUPK).

Perusahaan tambang asal Amerika Serikat itu beralih status menjadi IUPK
seiring dengan kebijakan pemerintah yang melarang pemegang Kontrak Karya
untuk mengekspor konsentrat sejak awal 2017.

Hanya pemilik IUPK yang membangun smelter lah yang diizinkan ekspor hingga
2022. [ID/M-6]

Berita Terkait

   -

   Freeport Tak Lagi Sponsori Klub Persipura
   
<http://sp.beritasatu.com/home/freeport-tak-lagi-sponsori-klub-persipura/118666>
   -

   Sebut Demo Freeport Dibayar, Bupati Mimika Dikecam DPRP
   
<http://sp.beritasatu.com/home/sebut-demo-freeport-dibayar-bupati-mimika-dikecam-dprp/118569>
   -

   Soal PHK, Freeport Belum Tegas pada Redpath
   
<http://sp.beritasatu.com/ekonomidanbisnis/soal-phk-freeport-belum-tegas-pada-redpath/115930>
   -

   DPRP: Cegah Kerawanan, Freeport Perlu Bantu Masalah PHK Redpath Indonesia
   
<http://sp.beritasatu.com/home/dprp-cegah-kerawanan-freeport-perlu-bantu-masalah-phk-redpath-indonesia/115735>
   -

   PT Redpath Indonesia Dinilai Perbesar Kesenjangan dan Timbulkan Kerawanan
   
<http://sp.beritasatu.com/ekonomidanbisnis/pt-redpath-indonesia-dinilai-perbesar-kesenjangan-dan-timbulkan-kerawanan/115709>
  • [GELORA45] ... Sunny ambon ilmeseng...@gmail.com [GELORA45]
    • [GELOR... 'Karma, I Nengah [PT. BI-POS]' ineng...@chevron.com [GELORA45]

Kirim email ke