Apakah memungkinkan memperkenalkan ilmu pengetahuan tanpa mencela agama?
Pada saat ilmu pengetahuan membuat hipotesa big bang usia bumi 4.5 milyar tahun 
dan usia universe 14 milyar tahun itu pada dasarnya telah mencela agama yang 
mengatakan usia bumi cuman 6 ribu tahun. Demikian juga pada waktu ilmu 
pengetahuan membuat hipotesa bahkan membuktikan bumi bulat juga pada dasarnya 
telah mencela agama yang mengatakan bumi datar. Dst. dst. banyak sekali.
Saya setuju dengan anda yg pada intinya mengatakan ilmu pengetahuan dan agama 
itu tidak sama, justru hal itulah maka konstitusi UUD 45 pasal 31 ayat 5 
"Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi 
nilai-nilai agama..." menjadi suatu hal yang tidak mungkin, bahkan membuat ilmu 
pengetahuan jadi mandul dan rakyat bodoh.



---In [email protected], <lusi_d@...> wrote :

Beginn der weitergeleiteten Nachricht:

Datum: Sat, 17 Feb 2018 19:59:04 +0100
Von: "Lusi D." <lusi_d@...>
An: "jonathangoeij@... [GELORA45]" <[email protected]>


Agama itu bukan ilmu pengetahuan, tapi kepercayaan. Research itu tidak
termasuk dalam kategori kepercayaan, melainkan branch of science.
Seorang ilmuwan atau kaum intelegensia wajib memperkenalkan kebenaran
atas dasar ilmu pengetahuan yang bisa dibuktikan, tanpa mencela
kepercayaan seseorang. Hanya dengan demikian para ilmuwan ikut aktif
membantu meningkatkan taraf ilmu pengetahuan masyarakatnya.

Lusi.-

Kirim email ke