Kelihatannya apa yg anda kuatirkan itu benar2 jadi kenyataan, konstitusi UUD 45 
hasil amandemen jelas mengatakan itu. Dalam praktek se-hari2 agama sedemikian 
dominannya, ilmu pengetahuan menemukan vaksin tetapi begitu agama mengatakan 
haram ya haramlah tidak perduli banyaknya korban berjatuhan. 

 Contoh2 sedemikian banyaknya.
 

 Catatan: amandemen UUD 45 itu dilakukan sewaktu Amien Rais jadi Ketua MPR. 
 

 kutipan:
 Yang menjadi masalah, kalau perkembangan ILMU-pengetahuan itu dinyatakan 
bertentangan dengan kepercayaan Agama, apakah Pemerintah harus menghentikan 
bahkan MELARANG demi menjunjung tinggi nilai2 Agama??? 

---In [email protected], <SADAR@...> wrote :

 Dalam kenyataan hidup manusia, seringkali bisa ditemui perbedaan/pertentangan 
terjadi antara pendapat/kesimpulan Agama dan ilmu. Dan, seringkali pula 
dikatakan begitu Agama diyakini begitu beratnya, hakekatnya menjadi penghambat 
perkembangan ILMU! Oleh karena itu perlu ada pemerintah yang bisa mendorong 
kemajuan ILMU demi perbaikan kehidupan manusia banyak, ... TIDAK terhambat pada 
kepercayaan AGAMA manapun. Bisa dibayangkan kalau kita sampai sekarang harus 
mengikuti keyakinan dumi adalah DATAR, ... apa bisa terjadi perkembangan ilmu 
pengetahuan sedemikian maju yg sangat menguntungkan kehidupan manusia. 
Khususnya dibidang penerbangan dan ruang angkasa, ...
  
 Sekarang nampaknya perkembangan ilmu kembali mendapat tantangan Agama, seperti 
ilmu Cloning, tekonologi copy kehidupan, yang kalau berlanjut dan BERHASIL 
tentu akan menyangkal kepercayaan Agama manusia adalah TUHAN yang menciptakan! 
RRT sampai sekarang juga tidak berani mengijinkan teknologi cloning itu 
digunakan untuk manusia, mengcopy manusia. Tapi, memperkenankan untuk 
kepentingan pengobatan, ... mengcloningkan organ manusia pada babi misalnya, 
jadi nanti organ manusia yg rusak boleh diambilkan organ yg tumbuh hasil 
cloning dibabi itu. Kira-kira begitu penangkapan saya, maaf kalau salah 
mengerti tulisan yang pernah saya baca itu. Beberapa saat yl. juga baca RRT 
berhasil cloning monyet pertama didunia, ... yg juga membuat orang jadi takut 
segera bisa mencapai cloning manusia?!
  
 Yang menjadi masalah, kalau perkembangan ILMU-pengetahuan itu dinyatakan 
bertentangan dengan kepercayaan Agama, apakah Pemerintah harus menghentikan 
bahkan MELARANG demi menjunjung tinggi nilai2 Agama??? Lalu, bukankah Agama 
harus memberi toleransi lebih tinggi, agar KEMAJUAN ILMU pengetahuan tidak 
terhambat, ...! Mudah-mudahan saja tidak lagi terjadi Galileo kedua didunia 
ini, ... demi pertahankan keyakinan Agama yang jelas SALAH itu, dengan 
KEKUASAAN mengalahkan ILMU yang ilmiah itu bahkan tidak segan-segan membunuh 
orangnya!
  
 Salam,
 ChanCT
  
  
 From: Jonathan Goeij jonathangoeij@... [GELORA45]
 Sent: Wednesday, February 21, 2018 5:15 AM
 To: Yahoogroups
 Subject: Re: Fw: [GELORA45] Re: Warga Curhat Banjir Seleher, Anies: Doa Lekas 
Surut


  

   
 Apakah memungkinkan memperkenalkan ilmu pengetahuan tanpa mencela agama?
  
 Pada saat ilmu pengetahuan membuat hipotesa big bang usia bumi 4.5 milyar 
tahun dan usia universe 14 milyar tahun itu pada dasarnya telah mencela agama 
yang mengatakan usia bumi cuman 6 ribu tahun. Demikian juga pada waktu ilmu 
pengetahuan membuat hipotesa bahkan membuktikan bumi bulat juga pada dasarnya 
telah mencela agama yang mengatakan bumi datar. Dst. dst. banyak sekali.
  
 Saya setuju dengan anda yg pada intinya mengatakan ilmu pengetahuan dan agama 
itu tidak sama, justru hal itulah maka konstitusi UUD 45 pasal 31 ayat 5 
"Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi 
nilai-nilai agam a..." menjadi suatu hal yang tidak mungkin, bahkan membuat 
ilmu pengetahuan jadi mandul dan rakyat bodoh.
  
  
  
  
 ---In [email protected], <lusi_d@...> wrote :

 Beginn der weitergeleiteten Nachricht:

Datum: Sat, 17 Feb 2018 19:59:04 +0100
Von: "Lusi D." <lusi_d@...>
An: "jonathangoeij@... [GELORA45]" <[email protected]>


Agama itu bukan ilmu pengetahuan, tapi kepercayaan. Research itu tidak
termasuk dalam kategori kepercayaan, melainkan branch of science.
Seorang ilmuwan atau kaum intelegensia wajib memperkenalkan kebenaran
atas dasar ilmu pengetahuan yang bisa dibuktikan, tanpa mencela
kepercayaan seseorang. Hanya dengan demikian para ilmuwan ikut aktif
membantu meningkatkan taraf ilmu pengetahuan masyarakatnya.

Lusi.-
  








  

Kirim email ke