Maraknya Kecelakaan Proyek, Menteri Basuki Malah Bilang Begini Rabu, 21 Feb 2018 05:00 | editor : Saugi Riyandi
<https://www.jawapos.com/uploads/news/2018/02/21/maraknya-kecelakaan-proyek-menteri-basuki-malah-bilang-begini_m_190324.jpeg> Menteri PUPR Basuki Hadimuljono *(Sachril Agustin/JawaPos.com)* Berita Terkait - Ngebut Proyek Infrastruktur <https://www.jawapos.com/read/2017/09/12/156684/ngebut-proyek-infrastruktur> *JawaPos.com* - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono tak sependapat apabila kejadian kecelakaan konstruksi disebabkan oleh percepatan pembangunan infrastruktur. Menurutnya, pembangunan infrastruktur saat ini belum apa-apa bila dibandingkan dengan Malaysia dan China. "Di China, pembangunan jalan tol satu tahun sekitar 4.000 kilometer (km) dan Indonesia sendiri dalam 5 tahun menargetkan 1.000 km. Bukan sebagai sebuah alasan, tetapi kita menekankan pentingnya kedisiplinan pelaksanaan dan pengawasan dalam menjamin kualitas, keamanan dan keselamatan konstruksi <https://www.jawapos.com/read/2018/02/18/189622/berkat-infrastruktur-masyarakat-ri-perlu-bangga-dengan-predikat-ini>," ujarnya di Jakarta, Selasa (20/2). Basuki menegaskan pemerintah sepakat untuk menghentikan sementara proyek pembangunan infrastruktur yang ada. Alasannya, proyek-proyek tersebut harus dievaluasi terlebih dahulu. Catatan kecelakaan infrastruktur *(Rofiah Darajat/Jawapos.com)* "Pengawasan terhadap infrastruktur memerlukan pengawasan yang lebih ketat karena pembangunan kita tidak hanya di satu tempat, banyak sekali. Apapun pekerjaan yang dikerjakan secara normal atau cepat semuanya membutuhkan pengawasan manajemen kontrol yang ketat dan detail," kata Basuki. Basuki <https://www.jawapos.com/read/2018/02/19/189874/menteri-basuki-sindir-the-jak-masa-kalah-dengan-bonek> mengatakan langkah yang dilakukan ini untuk menjamin keamanan dan keselamatan para pekerja dari pengerjaan konstruksi. Dalam dua tahun ini, terjadi 14 kecelakaan konstruksi yang beberapa diantaranya memakan sejumlah korban jiwa maupun luka-luka. "Semua pekerjaan yang bersifat layang (elevated) di seluruh Indonesia, yang memakai pekerjaan dengan beban berat, seperti pemasangan girder dan pilar atau pierhead akan dihentikan sementara. Penghentian ini berlaku untuk seluruh pembangunan jalan tol Trans Jawa, Trans Sumatera, tol di Kalimantan, Sulawesi, jembatan panjang maupun proyek LRT, MRT dan proyek swasta," tegasnya. Dari pemberhentian proyek ini, evaluasi menyeluruh akan dilakukan oleh Asosiasi Kontraktor Indonesia yang dibantu oleh konsultan independen. Sementara untuk konstruksi at grade seperti pekerjaan rigid pavement, pengaspalan, fondasi, dan bendungan, akan terus dilanjutkan. Lebih lanjut, Basuki menjelaskan, pemberhentian ini akan berakhir setelah evaluasi selesai dilakukan dan diterima rekomendasi dari Ketua Komite Keselamatan Konstruksi (KKK) untuk diputuskan apakah proyek bisa dilanjutkan atau tidak. Nantinya, hasil evaluasi ini akan disampaikan kepada Kementerian atau lembaga terkait sebagai bahan pertimbangan untuk memberikan sanksi kepada kontraktor, konsultan dan satuan kerja Kementerian atau lembaga yang bertanggung jawab. "Misalnya kejadian robohnya dinding underpass di Jalan Perimeter Selatan Bandara Soekarno Hatta. Sanksi ini akan diberikan oleh Menteri Perhubungan berdasarkan hasil evaluasi. Begitupun lainnya," jelasnya.
