http://internasional.kompas.com/read/2018/02/21/13061451/di-china-muncul-fenomena-striptis-di-
upacara-pemakaman
Di China, Muncul Fenomena Striptis di
Upacara Pemakaman
Ardi Priyatno Utomo
<http://indeks.kompas.com/profile/1352/Ardi.Priyatno.Utomo>
Kompas.com - 21/02/2018, 13:06 WIB
Seorang gadis tengah menghibur pada sebuah upacara pemakaman di China.
Saat ini, pemerintah tengah getol memberantas fenomena striptis di
upacara pemakaman karena dianggap tidak beradab.
Seorang gadis tengah menghibur pada sebuah upacara pemakaman di China.
Saat ini, pemerintah tengah getol memberantas fenomena striptis di
upacara pemakaman karena dianggap tidak beradab.(Weibo via ABC News)
*BEIJING, KOMPAS.com* - Pemerintah China
<http://indeks.kompas.com/tag/China> melalui Kementerian Kebudayaan
mengumumkan bakal menggelar operasi untuk memberantas sebuah fenomena.
Fenomena yang tumbuh di kota kecil itu adalah memanggil gadis penghibur
untuk melakukan pertunjukkan striptis
<http://indeks.kompas.com/tag/striptis> di upacara pemakaman
<http://indeks.kompas.com/tag/pemakaman>.
Dilansir /The Telegraph/ Selasa (20/2/2018), China mulai melaksanakan
operasi pertama pada 2006. Kemudian yang kedua dilakukan di 2015.
"Kami menyasar pertunjukkan cabul, vulgar, dan sarat pornografi di
upacara pemakaman, pernikahan, atau merayakan Tahun Baru China," ujar
kementerian dalam rilis resmi.
*Baca juga : Bangunan Tua di China Kini Bisa Dilengkapi Fasilitas Lift
Berbayar
<http://internasional.kompas.com/read/2018/02/20/22130761/bangunan-tua-di-china-kini-bisa-dilengkapi-fasilitas-lift-berbayar>
*
Kementerian kebudayaan melanjutkan seperti dilansir /Xinhua/, aksi itu
dianggap tidak berabad karena menyewa pertunjukkan tari telanjang di
sebuah pemakaman.
Penggerebekan yang dilakukan kementerian dilaporkan menyasar 19 kota
yang berada di empat provinsi; Henan, Anhui, Jiangsu, dan Hebei.
Media pemerintah, /Global Times/ memberitakan, Beijing menjanjikan
hadiah uang kepada masyarakat yang melaporkan adanya praktik striptis di
pemakaman melalui nomor yang disediakan.
Lantas, mengapa keluarga yang anggotanya meninggal mendatangkan gadis
penghibur untuk melakukan tarian telanjang?
Dilansir /Global Times/, beberapa masyarakat di China percaya, menggelar
striptis bakal menarik banyak orang untuk menghadiri upacara pemakaman.
Hal itu dipercaya merupakan penghormatan bagi orang yang meninggal, dan
memberikan keberuntungan bagi arwahnya dalam mengarungi perjalanan ke
alam baka.
Namun, kepercayaan tersebut ditentang oleh profesor media, Kuang Haiyan.
Menurutnya, praktik itu tak lebih dari pemujaan terhadap kesuburan.
"Menurut interpretasi antropologi
<http://indeks.kompas.com/tag/antropologi> budaya, pertunjukkan erotis
tersebut merupakan bentuk penyampaian permintaan agar keturunan orang
yang meninggal itu bisa mendapat banyak anak," kata Kuang.
*Baca juga : China Kecam Pencurian Jempol Patung Prajurit Terakota di AS
<http://internasional.kompas.com/read/2018/02/19/13432891/china-kecam-pencurian-jempol-patung-prajurit-terakota-di-as>
*