From: 'j.gedearka' [email protected] [GELORA45] 
Sent: Thursday, February 22, 2018 3:14 AM
  



http://ekonomi.kompas.com/read/2018/02/21/122000826/sri-mulyani-anda-tidak-bisa-merencanakan-mengapa-saya-harus-kasih-anggaran


Sri Mulyani: Anda Tidak Bisa Merencanakan, 

Mengapa Saya Harus Kasih Anggaran?
Andri Donnal Putera
Kompas.com - 21/02/2018, 12:20 WIB

Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat 
(PUPR) Basuki Hadimuljono di Kementerian PUPR, Jakarta, Senin 
(19/2/2018)(KOMPAS.com/ARIMBI RAMADHIANI )

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kecewa dengan 
banyaknya jumlah revisi daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) sebanyak 
52.400 dari sekitar 26.000 satuan kerja (satker) di kementerian atau lembaga 
yang ada di Indonesia.

Adanya revisi DIPA diartikan dengan perencanaan yang tidak matang sehingga 
penggunaan uang negara berpotensi tidak efektif dan efisien.

Hal itu dikatakan Sri Mulyani saat memberikan sambutan dalam Rapat Koordinasi 
Nasional Pelaksanaan Anggaran Kementerian/Lembaga Tahun 2018 di gedung 
Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Rabu (21/2/2018).

"Ini artinya setiap satker revisi (DIPA). Waktu Anda membuat perencanaan 
anggaran, yang penting saya dapat duitnya dulu, nanti belakangan saya pikirin 
uangnya untuk apa, how bad that habit is," kata dia. 

Baca juga: Sri Mulyani Ganti Sistem Belanja Kementerian/Lembaga, Kini Pakai 
Kartu Kredit 

Menteri yang akrab disapa Ani ini berkali-kali mengulangi kalimat 52.400 revisi 
DIPA di hadapan peserta rapat.

Menurut dia, fakta tersebut sama saja dengan tidak merencanakan dengan baik 
belanja kementerian/lembaga dan juga tidak menghargai uang negara yang susah 
payah dihimpun untuk kepentingan masyarakat luas.

"Jelek sekali, jelek sekali kelakuan dan kebiasaan itu. Berarti kita tidak 
hormati uang itu kita kumpulkan dari rakyat untuk kembali ke rakyat," tutur Ani.

Bahkan, saking kecewanya, Ani sampai mengatakan tidak akan memberikan anggaran 
lagi atau memotong anggaran bagi kementerian/lembaga yang kedapatan melakukan 
revisi DIPA terbanyak.

Baca juga: Dorong Belanja Pemerintah, Penyerahan DIPA Dipercepat 



Hal itu dilakukan agar pihak yang dimaksud merasa malu dan diharapkan bisa 
mengubah kebiasaan buruk dengan cara kerja yang profesional.

"Yang melakukan revisi sangat sering, tahun depan tidak usah dikasih anggaran. 
Anda tidak bisa merencanakan anggaran, kenapa saya harus kasih anggaran?" ujar 
Ani.

Adapun berdasarkan APBN 2018, total belanja kementerian/lembaga yang ditetapkan 
sebesar Rp 847 triliun. Sementara total belanja negara secara keseluruhan dalam 
APBN 2018 adalah Rp 2.220,7 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menerima penghargaan sebagai menteri terbaik di 
dunia.(Kompas TV)










Kirim email ke