https://tekno.tempo.co/read/1062532/susi-pudjiastuti-benar-makan-ikan-bikin-cerdas-ini-risetnya?
TeknoUtama&campaign=TeknoUtama_Click_8
Susi Pudjiastuti Benar, Makan Ikan Bikin Cerdas:
Ini Risetnya
Reporter:
Afrilia Suryanis
Editor:
Amri Mahbub
Rabu, 21 Februari 2018 10:05 WIB
0 komentar
<https://tekno.tempo.co/read/1062532/susi-pudjiastuti-benar-makan-ikan-bikin-cerdas-ini-risetnya?TeknoUtama&campaign=TeknoUtama_Click_8#comments>
41005
# Font:
# Ukuran Font: -
<https://tekno.tempo.co/read/1062532/susi-pudjiastuti-benar-makan-ikan-bikin-cerdas-ini-risetnya?TeknoUtama&campaign=TeknoUtama_Click_8#font-decrease>
+
<https://tekno.tempo.co/read/1062532/susi-pudjiastuti-benar-makan-ikan-bikin-cerdas-ini-risetnya?TeknoUtama&campaign=TeknoUtama_Click_8#font-increase>
#
#
Susi Pudjiastuti Benar, Makan Ikan Bikin Cerdas: Ini Risetnya
<https://tekno.tempo.co/read/1062532/susi-pudjiastuti-benar-makan-ikan-bikin-cerdas-ini-risetnya?TeknoUtama&campaign=TeknoUtama_Click_8>
Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti (tengah), memberikan
keterangan pers seusai rapat kerja dengan Komisi IV DPR di Kompleks
Parlemen Senayan, Jakarta, 13 April 2016. Rapat tersebut membahas RUU
Prioritas dan Prolegnas. ANTARA/M Agung Rajasa
*TEMPO.CO, Pennsylvania* - Banyak-banyaklah makan ikan
<https://bisnis.tempo.co/read/1058864/bangun-pasar-ikan-ini-permintaan-susi-pudjiastuti-ke-anies>,
seperti yang dianjurkan Menteri Susi Pudjiastuti
<https://bisnis.tempo.co/read/1043163/menteri-susi-pudjiastuti-diminta-jadi-wapres-jawabannya>.
Ada sebabnya, tentu. Temuan baru dalam penelitian di University of
Pennsylvania, Amerika Serikat--yang diterbitkan di /Scientific Reports,
A Nature Journal/--menyebutkan ikan sangat bagus untuk kesehatan,
terutama bagi anak-anak.
Dalam paparannya, para peneliti menyatakan anak-anak yang memakan ikan
seminggu sekali dapat tidur lebih nyenyak. Tak hanya itu, mereka
memiliki nilai /inteligence quotient /(IQ) rata-rata lebih tinggi 4 poin
dibanding anak-anak yang jarang atau bahkan tidak sama sekali
mengkonsumsi ikan.
Penelitian ini tentu menyempurnakan riset sebelumnya yang menemukan
hubungan antara omega-3-asam lemak dalam berbagai jenis ikan-dan
peningkatan kecerdasan. Penemuan lainnya adalah hubungan omega-3 dan
tidur yang lebih baik. Namun penelitian itu tak menemukan hubungan
antara ikan, kecerdasan, dan tidur yang lebih baik.
Baru dalam penelitian ini untuk pertama kalinya ketiganya saling
terkait. Dalam penelitian yang dilakukan Jianghong Liu, Jennifer
Pinto-Martin, dan Alexandra Hanlon dari School of Nursing dan
Pennsylvania Integrates Knowledge Profesor Adrian Raine itu, mereka
mengungkapkan adanya korelasi antara ikan, tidur, dan kecerdasan.
Baca: *PNBP Mahal, Pemilik Kapal Cantrang Mengeluh ke Menteri Susi
<https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=newssearch&cd=3&cad=rja&uact=8&ved=0ahUKEwji6NvY-rPZAhVTv5QKHdl2AFsQqQIILygAMAI&url=https%3A%2F%2Fbisnis.tempo.co%2Fread%2F1060411%2Fpnbp-mahal-pemilik-kapal-cantrang-mengeluh-ke-menteri-susi&usg=AOvVaw2PZMJtVi-k-Yz-9Tr-qF4j>*
"Bidang penelitian ini tidak berkembang dengan baik. Ini baru muncul,"
kata Liu, penulis utama serta profesor keperawatan dan kesehatan
masyarakat. "Di sini kita melihat omega-3 yang berasal dari makanan,
bukan dari suplemen."
Dalam penelitian ini, tim melakukan riset terhadap 541 anak di Cina
dalam rentang usia 9 sampai 11 tahun. Mereka, yang terdiri atas 54
persen anak laki-laki dan 46 persen anak perempuan, menyelesaikan
kuesioner tentang seberapa sering mereka mengkonsumsi ikan pada
bulan-bulan sebelumnya.
Jawaban yang tersedia adalah "tidak pernah" sampai "setidaknya sekali
seminggu". Mereka juga mengambil tes IQ versi Cina yang disebut Wechsler
Intelligence Scale for Children-Revised, yang menguji kemampuan verbal
dan non-verbal seperti kosakata dan pengkodean.
Sedangkan orang tua mereka diberi pertanyaan seputar kualitas tidur
anak-anaknya. Dari kuesioner itu, para peneliti mencari jawaban tentang
durasi dan frekuensi tidur malam serta kualitas tidur nyenyak anak-anak
pada siang hari. Para peneliti juga menghubungkannya dengan berbagai
informasi demografi, termasuk pendidikan orang tua, pekerjaan, status
perkawinan, dan jumlah anak di rumah.
Dari analisis berbagai poin data inilah tim peneliti menemukan hasil
yang menyenangkan bagi penyantap ikan. Anak-anak yang makan ikan
mingguan mencetak 4,8 poin lebih tinggi dalam ujian IQ dibanding mereka
yang menjawab "jarang" atau "tidak pernah" mengkonsumsi ikan. Mereka
yang menjawab "kadang makan ikan" juga mendapat skor lumayan bagus,
yakni 3,3 poin lebih baik.
Sedangkan untuk kualitas tidur, anak-anak yang mengkonsumsi ikan
memiliki kualitas tidur yang lebih baik. "Kami telah menemukan bahwa
suplemen omega-3 mengurangi perilaku antisosial, jadi tidak mengherankan
jika ikan berperan dalam hal ini," kata Adrian Raine.
Baca: *Menteri Susi Pudjiastuti Temukan Sarang Penyu Lekang di Padang
<https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=newssearch&cd=5&cad=rja&uact=8&ved=0ahUKEwji6NvY-rPZAhVTv5QKHdl2AFsQqQIINSgAMAQ&url=https%3A%2F%2Fbisnis.tempo.co%2Fread%2F1059311%2Fmenteri-susi-pudjiastuti-temukan-sarang-penyu-lekang-di-padang&usg=AOvVaw1ZdCbE_swe4sr8t0wKa3bn>*
Hasil ini membuat Pinto-Martin, Direktur Eksekutif Penn’s Center for
Public Health Initiatives, melihat potensi kuat dalam implikasi
penelitian tersebut. "Ini menambah bukti yang menunjukkan bahwa konsumsi
ikan memiliki manfaat kesehatan yang benar-benar positif dan harus
sering dipromosikan," katanya.
Karena itu, dia melanjutkan, anak-anak harus diperkenalkan dengan ikan
sejak dini. Paling ideal saat anak berusia 10 bulan, tentu dengan
kondisi ikan yang tidak memiliki tulang dan sudah dicincang halus.
"Memperkenalkan rasa sejak dini membuatnya lebih enak," kata Pinto-Martin.
Mengingat mudanya usia peserta studi tersebut, Liu dan rekan memilih
untuk tidak menganalisis rincian yang dilaporkan peserta tentang jenis
ikan yang dikonsumsi. Para peneliti juga ingin menambahkan studi
observasional saat ini untuk menetapkan-melalui uji coba terkontrol
secara acak-bahwa makan ikan dapat meningkatkan kualitas tidur, kinerja
belajar yang lebih baik, dan hasil nyata lainnya.
Untuk saat ini, para peneliti merekomendasikan agar memasukkan ikan ke
dalam makanan secara bertahap. Mengkonsumsi ikan seminggu sekali dapat
menggerakkan keluarga menjadi kelompok pemakan ikan yang tinggi, seperti
yang didefinisikan dalam penelitian ini.
"Melakukan hal itu jauh lebih mudah daripada menyuruh anak-anak untuk
tidur," kata Raine. "Jika ikan meningkatkan kualitas tidur dan kinerja
kognitif, ini adalah keuntungan ganda."
Baca: *Asyiknya Menteri Susi Pudjiastuti dan 2 Menteri Makan Bajamba
<https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=newssearch&cd=6&cad=rja&uact=8&ved=0ahUKEwji6NvY-rPZAhVTv5QKHdl2AFsQqQIIOigAMAU&url=https%3A%2F%2Ftravel.tempo.co%2Fread%2F1059134%2Fasyiknya-menteri-susi-pudjiastuti-dan-2-menteri-makan-bajamba&usg=AOvVaw24ZeuFPDj-PFt-neitCJ4n>*
Simak kabar terbaru tentang Menteri Susi Pudjiastuti
<https://www.tempo.co/tag/susi-pudjiastuti> tentang makan ikan
<https://www.tempo.co/tag/ikan> hanya di kanal /Tempo.co/
<https://www.facebook.com/pg/tekno.tempo.co/posts/?ref=page_internal>.
*SCIENTIFIC REPORT | SCIENCE DAILY | TELEGRAPH*
------------------------------------------------------------------------