https://www.kompasiana.com/abanggeutanyo/teluk-aden-dan-perompak-somalia-arena-adu-gengsi-pasukan-komando-dunia_5500b1c9813311e118fa7c08
Teluk Aden dan Perompak Somalia, Arena Adu Gengsi Pasukan Komando Dunia
18 April 2011   00:00 Diperbarui: 26 Juni 2015   06:42  2108  0 0
[image: Teluk Aden dan Perompak Somalia, Arena Adu Gengsi Pasukan Komando
Dunia]
<https://assets-a2.kompasiana.com/statics/crawl/555de2120423bd20058b4567.jpeg?t=o&v=760>
13030704822060631332

[caption id="attachment_101352" align="aligncenter" width="618"
caption="Perompak, Bajak Laut ini menunggu mangsa."][/caption]

Perompak Somalia tidak seperti perompak bangsa Viking yang berwajarah seram
dengan kacamata sebelah mata. Perompak Somalia itu tidak juga mirip dengan
bajak laut dalam film The Pirates of The Carribian yang jenaka. Perompak
Somalia ternyata ada dalam 4 (empat)  kelompok, setiap kelompok itu
memiliki ciri khasnya masing-masing.

Dari ciri khas atau teknik melakukan perompakan akan dapat diketahui dari
kelompok mana yang melakukan aksi tersebut. *Dengan mengenal ciri khas dan
kelompok mana yang melakukan aksi perompakan maka kita akan dapat
menyiapkan opsi apa  untuk melakukan tindakan yang tepat*, apakah perlu
negosiasi atau malah harus disikapi secara represif?

Baik tindakan represif maupun negosiasi harus punya beberapa opsi, paling
tidak 2 opsi. Tujuannya agar tidak kehabisan akal jika sebuah tindakan
dilakukan namun tidak membuahkan hasil maka langusng ada opsi berikutnya
yang lebih intensif baik utuk represif maupun negosiasi.

Sebelum kita kaji apa yang akan dilakukan oleh Pasukan Komando kita yang
beranggotakan 401 orang  akan  siaga di Kerajaan Oman, baiknya kita
mengenal lebih dulu secara umum lokasi perompakan dan profil perompak
Somalia dalam beberapa penjelasan berikut.

*Lokasi Berbahaya di Perairan Somalia.*

Perairan Somalia sepanjang 3330 Km membentang dari perbatasan Kismayo dan
Kenya sampai perbatasan Djibouti di Teluk Aden. Saat kejadian berlangsung,
posisi* Kapal Sinar Kudus* beserta 20 ABK nya berada di sekitar Samudera
Hindia dan  Laut Arab, yaitu 350 Km dari *pulau Suqutra*. Di sinilah kapal
itu diserang perompak. Posisi Kapal yang berangkat dari Indonesia
(Makassar) menuju Roterdam memang  harus melewati jalur itu (supaya
efisien) jika ingin memasuki Terusan Suez dan Laut Merah  (dari teluk Aden)
dan menuju ke Eropa, misalnya ke Belanda (Rotterdam).

Areal yang paling berbahaya di perairan Somalia itu sebetulnya dapat
disiasati jika Kapal Sinar Kudus tidak terlalu merapat ke perairan Somalia.
Mungkin akan sedikit memakan waktu dan sedikit menambah biaya jika kapal
itu menjauhi pulau Suqutra. Tapi yang terjadi adalah kapal tersebut
mendekati perairan berbahaya tersebut sehingga terjadilah peristiwa yang
paling ditakuti oleh para Nahkoda kapal niaga seluruh dunia terhadap
perompak Somalia.

Panjang areal perairan Somalia yang adalah 2000 mil laut dengan lebar 380
mil dari bibir pantai daratan Somalia. Selain itu, di pintu masuk Teluk
Aden, terdapat  daerah super rawan dengan panjang 640 mil dengan lebar
rata-rata 50 mil.

Pulau Squtra sendiri, meskipun milik Yaman tapi pulau itu lebih banyak
dihuni oleh nelayan Somalia. Tidak tertutup kemungkinan para gengster
Somalia memantau situasi lalulintas laut dari berbagai penjuru (Laut Arab,
Perairan Somalia, Lautan Hindia dan Teluk Aden)  dari lokasi strategis ini.
Informan yang berafiliasi dengan orang Yaman di pulau tersebut memberi
informasi via GPS  dan radio UHF tentang situasi dan kondisi perairan
kepada para penyerang untuk melakukan serangan pada titik tertentu.

Ada 8 (Delapan)   titik lokasi  yang menjadi sarang gengster perompak
Somalia antra lain adalah :

   - Gulf Aden Attack Zone (masuk Somali Land). Lokasinya di dalam areal
   Teluk Aden berbatasan dengan Yaman. Lebar areal rata-rata 50 mil dan
   panjang 100 mil. Kapal yang dirampas di daerah ini akan di bawa ke kota
   Pelabuhan Bosaso.
   - Mongadishu Attack Zone (masuk Puntland). Areal mereka adalah
   Puntland.  Lokasi (lapak) daerah kekuasaan  berada antara 100 mil -600 mil
   dari perbatasan Kenya hingga ke arah Timur perairan Somalia atau menuju ke
   arah Teluk Aden. Kapal  yang ditangkap akan disandarkan di pelabuhan
   Mongadishu dan awaknya di sandera ke lokasi yang rahasia di dekat pelabuhan
   Mongadishu.
   - Somalia Stay Away Zone. Lokasinya berada di pantai  Somalia. Areal
   antara 170 - 300 mil dari lepas pantai Somalia bagian Utara.
   - Eyl Ransome Zone (masuk Puntland).  Ini adalah lokasi paling berbahaya
   diantara sejumlah lokasi. Lokasi ini menjadi pusat logistik dan informasi
   bagi para perompak yang bertugas menyerang kapal yang dilaporkan oleh
   pemberi informasi.
   - Hobyo Ransom Zone (masuk Puntland). Lokasinya dekat kota Pelabuhan
   Hobyo dan Mudug di  perairan Somalia selebar 50 Km dan panjang sejauh 600
   Km dari bibir pantai ke arah Lautan Hindia.
   - Haradhere Ransom Zone  (masuk Puntland). Sebuah kota dekat Hobyo.
   Kota  Haradhere ini bukan kota pelabuhan sehingga kapal yang mereka bajak
   akan di bawa ke Hobyo.
   - Mogadishu Mothership Home Port. Areal operasinya seluas 250 mil laut
   dari kota Mongadishu dan menguasai areal Samudera  Hindia pada jangkauan
   lebar 50 mil laut.
   - Bosaso Zona. (masuk Somali Land). Adalah sebuah kota pelabuhan besar
   di Somalia setelah Mongadishu. Kota ini adalah kota paling menyenangkan
   para perompak karena luas daerah yang sempit di sekitar pantai Yaman
   menjadi lahan yang sangat baik untuk bergerak cepat merampok kapal yang
   sedang melintas areal sempit tersebut.

Di seluruh zona berbahaya di atas,  para penyerang berusaha mencapai titik
koordinat yang telah ditentukan oleh pemantau untuk melakukan penyergapan.
Mereka melakukan serangan dengan cepat sekali menggunakan kapal motor kecil
yang cepat. Mereka menembaki kapal secara langsung. Lalu memasang tangga
atau tali tambang untuk memanjat kapal dan akhirnya menghunus senjata ke
Nahkoda dan ABK. Lantas kapal diambil alih oleh "Nahkoda Somalia" untuk di
bawa ke  pelabuhan salah satu Zona tersebut di atas.

[caption id="attachment_101353" align="aligncenter" width="596"
caption="Perompak dari berbagai kelompok ini memiliki peralatan yang
memadai. Perbedaannya adalah dalam hal koordinasi dan pengorganisasian."]
[image: 13030705461662639097]
13030705461662639097
[/caption]

*Mengenal Gengster Perompak Somalia.*

Secara umum berdasarkan laporan Asosiasi East African Seafarers
memperkirakan, ada setidaknya 5 (lima)  geng bajak laut dan total
anggotanya seribu orang bersenjata. Akan tetapi menurut laporan BBC ada 3
(Tiga) besar kelompok  yang mengorganisir SDM  perompak Somalia yaitu :

   1. Dari kalangan nelayan Somalia.
   2. Dari kalangan mantan milisi rezim Siad Berre yang memerintah Somalia
   tahun 1964- 1991. Terutama adalah anggota seniornya yang berusia di atas 35
   tahun.
   3. Dari kalangan para teknisi yang menguasai teknologi informasi dan
   kelautan.

Dari ke tiga unsur kelompok (SDM)  di atas terdapat kurang lebih 1100 orang
perompak yang memiliki peralatan untuk menyerang, seperti RPG-7 peluncur
granat terbaik saat ini, Pistol semi otomatis dan Senapan Mesin. (AP, 2
Desember 2010).

*The Associated Press has determined through telephone and e-mail
interviews with three insiders that training for an anti-piracy force of up
to 1,050 men has already begun in Puntland, a semiautonomous region in
northern Somalia that is believed to hold reserves of oil and gas. (*1,000-man
militia being trained in north Somalia.AP. 2/12/2010)*.* Mereka inilah yang
dibagi ke dalam 4 (empat)  Geng utama yang menguasai dunia perompak
Somalia, yaitu :


   1. Marka group, dipimpin *Yusuf Mohammed Siad Inda’ade *yang agak
   berantakan, kurang terorganisir dan menguasai kota pesisir Marka (Maakhir
   Land).
   2. National Volunteer Coast Guard yang dipimpin oleh *Garaad
Mohamed.* Mereka
   spesialis mencegat kapal-kapal kecil dan perahu nelayan di Kismayo, pesisir
   selatan.
   3. Kelompok nelayan tradisional. Mereka terorganisir dengan rapi. Lokasi
   operasi mereka  di sekitar Puntland dan dikenal sebagai Puntland
group milik* Abdirahman
   Farole, President of Puntland.*
   4. Somali Marines paling kuat dan canggih. Kelompok ini paling disegani
   pada saat ini karena terorganisir berstruktur militer. Mereka memiliki
   armada dan komandan angkatan laut yang masih aktif saat ini. *Sulit
   menemukan siapa pemimpinnya*karena mereka bertindak secara ilegal dan
   berpura-pura patroli laut. Jika ada kesempatan mereka melakukan  pembajakan
   dengan mengatasnamakan ke tiga kelompok di atas.

Atas penjelasan di atas, jika melihat posisi kapal tersebut dirampok di
sekitar pulau Suqutra, berarti kapal itu bersandar di pelabuhan daerah
Somali Land, tepatnya di dikuasasi di daerah Bosaso Zona. Wilayah ini
berada dalam kekuasaan mantan milisi Siad Berre yang menguasai Somali Land.
Dengan demikian pemerintah kita dapat melakukan pendekatan kepada kelompok
yang menguasai Somali Land tepatnya pelabuhan Bosaso.

*Solusi Terhadap Masalah Pembajakan Kapal Laut di Somalia.*

Selain Menlu Maarti  yang telah beberapa kali melakukan kontak dengan
berbagai pihak intelejen, cara lain adalah meminta bantuan Dubes Somalia
Mohamud Olow Barowboleh. Kita minta secara langsung untuk melakukan
negosiasi dengan kelompok Somali Marines. Sulitnya tidak diketahui secara
pasti nama pemimpinnya karena mereka bergerak ilegal.

Inilah yang membedakan mengapa angkatan laut Malaysia dengan mudah
menangkap perompak Somalia yang membajak kapal mereka. *Tanpa menganggap
enteng kehebatan dan keberhasilan AL Malysia yang  mampu "menekuk lutut"
pembajak, *kita perlu meniru keberhasilan tersebut, meskipun sedikit beda
kadarnya dan  harus dengan penuh perhitungan.

Situasi dan kondisinya memang  beda. Bedanya kapal kita disandera oleh
kelompok yang lebih terorganisir dan beringas serta memiliki peralatan dan
koordinasi yang lebih canggih ketimbang  3 (Tiga) kelompok lainnya.   Oleh
karena itulah pemerintah perlu langkah hati-hati dan penuh perkiraan. Tidak
terpancing oleh keberhasilan Malaysia lantas TNI (Pasukan Komando) langsung
ikut-ikutan terjun dan hasilnya malah beresiko  dan membuat citra dan
kepercayaan diri TNI kita nantinya  jadi serba salah.

Persiapan telah dilakukan. Dua buah fregat telah menuju laut lepas dan akan
bersandar di Oman. sebanyak 401 serdadu pasukan Khusus dilengkapi
Helikopter sudah menerima data laporan intelejen mengenai beberapa
informasi penting. Serangan mendadak akan dilakukan dan kita tinggal
menunggu hasilnya, berhasilkah atau tidak? Yang jelas pasti berhasil karena
bargaining dengan perompak dan agennya pasti sedang berlangsung.

*Mengapa kesannya seolah-olah pemerintah lamban mengambil tindakan?* Ini
yang tidak dipahami oleh khlayak umum, bahwa untuk serangan khusus oleh
misi pasukan komando harus dirahasiakan memang. Tidak boleh terbuka dan
diumumkan agar misi rahasia dapat berjalan tidak terduga.

Jadi kepada mereka kita titipkan tugas dan tanggung jawab yang berat dan
dilematis. Satu sisi lawan yang dihadapi memang licik (berat), kedua misi
ini akan menentukan reputasi pasukan komando kita.  Oleh karena itulah
mereka tidak perlu *kasak-kusuk* dan terbawa obsesi keberhasilan Malaysia,
apalagi Malaysia menawarkan jasanya, seolah-olah kita tidak berdaya sama
sekali. bukan?

Tapi itulah ciri khas kita. Ciri khas pasukan yang telah matang dan dewasa
menyikapi kapan saatnya bertindak dan kapan saatnya harus diam seribu
bahasa, meskipun tekanan dan dan pancingan datang tiada kenal ampun..

Semoga solusi di atas dapat membantu kita semua untuk tetap tenang dan
berdoa agar semua berjalan baik-baik saja.

Salam Kompasiana

abanggeutanyo.

*Catatan* :   Mengenal Motif atau Alasan Perompak Somalia, tidak dimasukkan
dalam tulisan ini untuk     memperpendek  tulisan (repotase)  ini.
KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MEN

Kirim email ke