https://www.indopos.co.id/read/2018/02/23/128541/kombinasi-sipil-militer-jadi-primadona-di-pilpres-2019
Kombinasi Sipil-Militer Jadi Primadona di Pilpres 2019

Redaktur: Wahyu Sakti Awan


*INDOPOS.CO.ID <http://INDOPOS.CO.ID/>* - Kombinasi tokoh dengan latar
belakang Capres dan Cawapres di Pilpres 2019 juga jadi perhatian. Mulai
dari Sipil-Militer, Nasionalis-Islam, hingga Usia Tua-Usia muda.

Melihat potensi tiga kombinasi ini, Alvara Reserach Center melakukan survei
nasional kepada 2.303 responden pilihan diseluruh Indonesia. Dan hasil
survei ini ternyata merujuk kalau kombinasi Sipil-Militer menjadi pemuncak
pilihan publik.

"Jadi saat kita tanya kombinasi harapan publik. Sipil-Militer sangat tinggi
yaitu 93,2 persen. Kemudian disusul Nasionalis-Islam 89,9 persen dan untuk
Usia tua-usia muda dapat 84,7 persen," papar Hasanuddin Ali, founder Alvara
Research Center saat konferensi pers di Oria Hotel Jakpus, Jumat (23/2).
*(rvn)*


+++++++


https://www.indopos.co.id/read/2018/02/25/128731/penangkapan-petugas-penyelenggara-pemilu-merupakan-ulah-personal


Penangkapan Petugas Penyelenggara Pemilu Merupakan Ulah Personal


*INDOPOS.CO.ID <http://INDOPOS.CO.ID>* - Ketua Badan Pengawas Pemilu
(Bawaslu) Republik Indonesia Abhan, minta masyarakat menanggapi penangkapan
Anggota Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) dan Panitia Pengawas Pemilihan
Umum (Panwaslu) Garut dengan objektif. Sebab ditegaskannya, persoalan ini
muncul bukan secara kelembagaan, melainkan atas ulah personal.

Pihaknya pun berjanji akan segera melakukan introspeksi diri, dan terus
bersemangat untuk menanamkan nilai-nilai integritas kepada jajaran pengawas
pemilu.

Menyikapi hal itu juga, pihaknya akan mengirimkan tim ke Kabupaten Garut
untuk melakukan supervisi Bawaslu ke kabupaten.  "Ini adalah bentuk respon
cepat Bawaslu RI terhadap peristiwa," ujarnya. *(sam)*

Kirim email ke