----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: Sunny ambon [email protected] [GELORA45] <[email protected]>Terkirim: Minggu, 25 Februari 2018 10.24.25 GMT+1Judul: [GELORA45] Kombinasi Sipil-Militer Jadi Primadona di Pilpres 2019 + Penangkapan Petugas Penyelenggara Pemilu
https://www.indopos.co.id/read/2018/02/23/128541/kombinasi-sipil-militer-jadi-primadona-di-pilpres-2019 Kombinasi Sipil-Militer JadiPrimadona di Pilpres 2019 Redaktur: Wahyu Sakti Awan INDOPOS.CO.ID- Kombinasi tokoh dengan latar belakang Capres dan Cawapres diPilpres 2019 juga jadi perhatian. Mulai dari Sipil-Militer,Nasionalis-Islam, hingga Usia Tua-Usia muda. Melihat potensi tiga kombinasi ini, Alvara ReserachCenter melakukan survei nasional kepada 2.303 responden pilihandiseluruh Indonesia. Dan hasil survei ini ternyata merujuk kalaukombinasi Sipil-Militer menjadi pemuncak pilihan publik. "Jadi saat kita tanya kombinasi harapan publik.Sipil-Militer sangat tinggi yaitu 93,2 persen. Kemudian disusulNasionalis-Islam 89,9 persen dan untuk Usia tua-usia muda dapat 84,7persen," papar Hasanuddin Ali, founder Alvara Research Centersaat konferensi pers di Oria Hotel Jakpus, Jumat (23/2). (rvn) +++++++ https://www.indopos.co.id/read/2018/02/25/128731/penangkapan-petugas-penyelenggara-pemilu-merupakan-ulah-personal Penangkapan Petugas PenyelenggaraPemilu Merupakan Ulah Personal INDOPOS.CO.ID - Ketua Badan Pengawas Pemilu(Bawaslu) Republik Indonesia Abhan, minta masyarakat menanggapipenangkapan Anggota Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) dan PanitiaPengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Garut dengan objektif. Sebabditegaskannya, persoalan ini muncul bukan secara kelembagaan,melainkan atas ulah personal. Pihaknya pun berjanji akan segera melakukan introspeksi diri, danterus bersemangat untuk menanamkan nilai-nilai integritas kepadajajaran pengawas pemilu. Menyikapi hal itu juga, pihaknya akan mengirimkan tim ke KabupatenGarut untuk melakukan supervisi Bawaslu ke kabupaten. "Iniadalah bentuk respon cepat Bawaslu RI terhadap peristiwa,"ujarnya. (sam)
