wuhuang wansui wansui wanwansui!
 吾皇 萬歲  萬歲  萬萬歲!

 

 

 

 ---
 “Komite Pusat PKT mengajukan penghapusan dalam konstitusi ketentuan tentang 
batas masa jabatan presiden selama lima tahun untuk dua periode 
berturut-turut,” demikian disampaikan kantor berita Xinhua pada Minggu (25/2).

 ...
 “Saya pikir ia (Xi) akan jadi kaisar seumur hidup dan Mao Zedong pada abad 
ke-21,” kata profesor ilmi politik di Chinese University of Hong Kong, Willy 
Lam. “Jika kesehatannya terus trejaga, ia ingin berkuasa selama 20 tahun. Itu 
artinya Xi akan menjabat sebagai Sekjen PKT hingga 2032 dan Presiden Tiongkok 
hingga 2033,” imbuh Lam menyikapi proposal PKT.

 ...
 Politik Tiongkok I PKT Serukan Pencabutan Batas Masa Jabatan Presiden
 Xi Bisa Perpanjang Kekuasaan 
http://www.koran-jakarta.com/xi-bisa-perpanjang-kekuasaan/ 
 
 


Foto : AFP/WANG ZHAO 


 

 PKT akan mengusulkan pada Kongres awal Maret mendatang, agar masa jabatan 
presiden yang tercantum dalam konstitusi agar tak dibatasi. Jika proposal ini 
disetujui, maka Presiden Xi Jinping bisa memperpanjang masa kekuasaannya.
 BEIJING – Pemimpin paling berkuasa di Tiongkok, Xi Jinping, diwartakan bisa 
mempertahankan jabatannya dalam jangka waktu tak terbatas setelah Partai 
Komunis Tiongkok (PKT) pada Minggu (25/2) menyerukan pencabutan batas masa 
jabatan presiden.
 Xi, 64 tahun, yang juga menjabat sebagai ketua PKT dan dipandang sebagai 
pemimpin terhebat Tiongkok sejak Mao Zedong, sebelumnya telah menjabat sebagai 
Presiden Tiongkok sejak 2013. Jika aturan batasan masa jabatan tidak dicabut, 
maka ia harus meninggalkan jabatnya pada 2023 mendatang.
 “Komite Pusat PKT mengajukan penghapusan dalam konstitusi ketentuan tentang 
batas masa jabatan presiden selama lima tahun untuk dua periode 
berturut-turut,” demikian disampaikan kantor berita Xinhua pada Minggu (25/2).
 Dalam proposal perubahan tersebut oleh PKT, juga berlaku bagi masa jabatan 
wakil presiden. Proposal PKT ini akan diajukan ke dewan legislatif pada Kongres 
tahunan PKT yang dimulai 5 Maret mendatang.
 Sebelumnya, Xi telah meninggalkan model kepemimpinan kolektif yang digagas 
Deng Xiaoping, seorang arsitek reformasi ekonomi Tiongkok di era ’80-an. Dua 
pendahulu Xi yaitu Jiang Zemin dan Hu Jintao, menjabat posisi Presiden Tiongkok 
selama dua periode, dan Xi jauh-jauh hari sudah menyatakan ambisi politik yang 
lebih besar.
 “Saya pikir ia (Xi) akan jadi kaisar seumur hidup dan Mao Zedong pada abad 
ke-21,” kata profesor ilmi politik di Chinese University of Hong Kong, Willy 
Lam. “Jika kesehatannya terus trejaga, ia ingin berkuasa selama 20 tahun. Itu 
artinya Xi akan menjabat sebagai Sekjen PKT hingga 2032 dan Presiden Tiongkok 
hingga 2033,” imbuh Lam menyikapi proposal PKT.
 Ubah Konstitusi
 Pada Kongres PKT ke-19 Oktober lalu saat membeberkan 7 anggota Komite Tetap 
Politbiro, Xi mengemukakan bahwa hingga saat itu belum ada calon kuat 
penggantinya. Dalam filosofi politiknya yang berjudul Xi Jinping Thought on 
Socialism with Chinese Characteristics for a New Era, Xi amat memuja model 
kepemimpinan Mao.
 Komite Pusat PKT selain akan mencabut batas masa jabatan presiden, juga akan 
memasukkan filosofi politik Xi dalam konstitusi nasional.
 Sejak berkuasa pada pengujung 2012, Xi lebih menekankan upaya pemberantasan 
korupsi. Lewat kampanye antikorupsi ini, lebih dari satu juta orang telah 
dihukum. Beberapa kritikus menyikapi kampanye antikorupsi ini sebagai upaya Xi 
untuk menghapuskan oposisi dalam pemerintahan. Di sisi lain, demi mengekalkan 
kekuasaanya, Xi tetap mempertahankan sekutu-sekutu politiknya.
 Salah satu hasil terpenting Kongres PKT ke-19 yaitu pembentukkan institusi 
baru antikorupsi yaitu Komisi Pengawasan Nasional yang akan melakukan 
koordinasi investigasi di setiap lini pemerintahan juga mengincar individu di 
luar anggota PKT.
 Komisi Pusat PKT juga akan mengusulkan agar Komisi Pengawasan Nasional 
dijadikan institusi negara yang baru yang termaktub dalam konstitusi.
 Dalam penjelasannya pada pejabat PKT, Preiden Xi pada Sabtu (24/2) menegaskan 
bahwa konstitusi merupakan kunci bagi pembangunan kemakmuran masyarakat, negara 
sosialis modern dan mengembalikan masa kejayaan Tiongkok. “Tak ada organisasi 
maupun individual yang memiliki hak istimewa untuk melangkahi konstitusi maupun 
aturan hukum,” kata Xi seperti dikutip dari Xinhua.
 Menurut pengamat politik Tiongkok dari Hong Kong Baptist University, 
Jean-Pierre Cabestan, menyatakan bahwa Xi menginginkan reformasi konstitusi 
segera diadopsi. “Xi dipastikan akan mengamankan reformasi diadopsi tanpa 
perlawanan,” pungkas Cabestan.
 
 AFP/I-1
 

Kirim email ke