https://metro.tempo.co/read/1065011/ini-modus-pelaku-perampokan-membobol-rumah-polisi-dan-tentara?
BeritaUtama&campaign=BeritaUtama_Click_1
Ini Modus Pelaku Perampokan Membobol Rumah
Polisi dan Tentara
Reporter:
M Julnis Firmansyah
Editor:
Ali Anwar
Selasa, 27 Februari 2018 18:35 WIB
0 komentar
<https://metro.tempo.co/read/1065011/ini-modus-pelaku-perampokan-membobol-rumah-polisi-dan-tentara?BeritaUtama&campaign=BeritaUtama_Click_1#comments>
00003
# Font:
# Ukuran Font: -
<https://metro.tempo.co/read/1065011/ini-modus-pelaku-perampokan-membobol-rumah-polisi-dan-tentara?BeritaUtama&campaign=BeritaUtama_Click_1#font-decrease>
+
<https://metro.tempo.co/read/1065011/ini-modus-pelaku-perampokan-membobol-rumah-polisi-dan-tentara?BeritaUtama&campaign=BeritaUtama_Click_1#font-increase>
#
#
Kepolisian Resor Jakarta Barat menunjukkan barang bukti yang disita dari
komplotan spesialis pembobol rumah kosong di kawasan Jakarta Barat, di
Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Barang bukti tersebut di
antaranya dua pucuk senjata api yang digunakan saat beraksi, Selasa, 27
Februari 2018. TEMPO/M Julnis Firmansyah
<https://statik.tempo.co/data/2018/02/27/id_687457/687457_720.jpg>
Kepolisian Resor Jakarta Barat menunjukkan barang bukti yang disita dari
komplotan spesialis pembobol rumah kosong di kawasan Jakarta Barat, di
Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Barang bukti tersebut di
antaranya dua pucuk senjata api yang digunakan saat beraksi, Selasa, 27
Februari 2018. TEMPO/M Julnis Firmansyah
*TEMPO.CO*, *Jakarta* - Komplotan perampok spesialis pembobol rumah
kosong milik polisi dan TNI di Jakarta Barat, mempunyai modus baru dalam
melancarkan aksinya. Kepala Kepolisian Resor Jakarta Barat Komisaris
Besar Hengki Haryadi mengatakan para pelaku *perampokan*
<https://metro.tempo.co/read/1064993/pelaku-perampokan-incar-rumah-polisi-untuk-dapatkan-senjata-api>
yang terdiri atas empat orang itu, beraksi dengan menyamar sebagai
pengemudi ojek /online/ saat mengintai sasarannya.
"Mereka menyamar untuk memantau kondisi rumah korban. Kalau kosong dan
aman, maka jadi target," ujar Hengki di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati,
Jakarta Timur, Selasa, 27 Februari 2018. Menurut Hengki, setelah
pengintaian dengan menyamar sebagai pengemudi ojek /online/, para pelaku
*perampokan*
<https://metro.tempo.co/read/1064981/bobol-rumah-polisi-pelaku-perampokan-tewas-didor>
beraksi dengan dibekali sepucuk senjata api rakitan.
"Mereka tidak akan segan melukai korban jika kepergok," ujar Henki.
Keempat pelaku diincar polisi setelah aksinya membobol rumah seorang
anggota polisi di Jakarta Barat. Dari keempat pelaku, baru dua yang
berhasil dilumpuhkan, yakni Ikhsan dan Haryanto. Sedangkan untuk dua
pelaku lainnya, yakni DS dan AF, masih buron.
Tertangkapnya kedua pelaku berawal dari pengintaian Satuan Kejahatan dan
Kekerasan Polres Jakarta Barat terhadap Haryanto. Setelah berhasil
membekuk Haryanto dan menembak kakinya karena berusaha melarikan diri
pada Senin kemarin, polisi mengejar tersangka Ikhsan.
Namun, saat akan ditangkap di kawasan Kapuk, Jakarta Barat, pada Selasa,
27 Februari 2018, pukul 03.00 WIB, Ikhsan melakukan perlawanan dengan
menembaki petugas hingga sempat mengenai rompi peluru di bagian dada.
Mendapat perlawanan, polisi balas menembak dan melukai bagian dada
Ikhsan sehingga membuatnya tewas. Dari tangan Ikhsan, polisi berhasil
mengamankan sepucuk senjata api rakitan dan sepucuk senjata api Pindad
milik polisi lengkap dengan enam selongsong peluru.
Menurut Hengki, para pelaku *perampokan*
<https://metro.tempo.co/read/884734/polisi-tangkap-dua-anggota-komplotan-perampok-di-daan-mogot>
memang mengincar rumah aparat polisi atau TNI untuk dirampok. “Tujuannya
untuk mengambil senjata api milik anggota tersebut,” kata Hengki.