----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: Jonathan Goeij
[email protected] [GELORA45] <[email protected]>Kepada:
Yahoogroups <[email protected]>Terkirim: Kamis, 1 Maret 2018 01.20.04
GMT+1Judul: [GELORA45] Tak Hanya Warga Tionghoa, Umat Muslim Juga Ramaikan Cap
Go Meh di Pulau Kemaro
Tak Hanya Warga Tionghoa, Umat Muslim Juga Ramaikan Cap Go Meh di Pulau Kemaro
|
|
|
| | |
|
|
|
| |
Tak Hanya Warga Tionghoa, Umat Muslim Juga Ramaikan Cap Go Meh di Pulau ...
ndonesia memang kaya akan keberagaman apalagi tentang budaya, rasa menghormati
dan mempelajari masih terasa di N...
|
|
|
Rabu, 28 Februari 2018 18:20
Sripoku.com/Wahyu KurniawanSeorang Muslimah yang berziarah dan mendoakan Siti
Fatimah di Makamnya di Pulau Kemaro Palembang, Rabu (28/2/2018).
SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Suatu pemandangan yang begitu indah terlihat di Pulau
Kemaro pada hari Rabu (28/2/2018).
Suasana di Pulau ini terlihat sangat ramai dan meriah, banyak pengunjung yang
datang dari seantero daerah.
Indonesia memang kaya akan keberagaman apalagi tentang budaya, rasa menghormati
dan mempelajari sangat terasa di Nusantara khususnya di Kota Palembang..
Perayaan Cap Go Meh, yang menyatukan keberagamaan budaya dan agama tak perlu
saling membeda-bedakan satu sama lain.
Bukan hanya untuk warga Tionghoa, perayaan hari terakhir dari tahun baru imlek
ini juga didatangi dari semua suku, agama dan ras.
Momen cap go meh dimanfaatkan bagi masyarakat untuk melakukan piknik bersama
keluarga, Rabu (28/2) (SRIPOKU.COM/RANGGA EFRIZAL)
Hal ini terlihat dari pantauan Sripo dilapangan, umat agama muslim dan
kristiani pun datang dan berziarah di makam Siti Fatimah.
Mereka berdoa dengan agama kepercayaan masing-masing.
Masnun, seorang pengunjung yang datang dari Tanjung Enim mengatakan, ia sengaja
untuk berziarah dimakam tersebut karena momennya pas dan ramai.
"Untuk apa ngebedaiin hal yang tak perlu di buat beda, kan niatnya untuk
ibadah, kan ini juga makam orang Islam,"jelasnya.
cap go meh (SRIPOKU.COM/Rahmad Zilhakim)
Hal itu juga dikatakan oleh Devi seorang keturunan Tionghoa yang mengatakan
bahwa jangan ada lagi perbedaan yang terlalu menonjol ditahun ini semua
masyarakat harus hidup rukun.
"Saya memang jarang di Indonesia, tapi saya berharap tahun ini tidak ada lagi
keributan tentang isu ras,"ujarnya sambil terbatah-batah menggunakan bahasa
Indonesia.
Masih di Pulau Kemaro, tak pelak pohon cinta masih menjadi pilihan untuk
berkunjung ketika Cap Go Meh, terlihat banyak yang duduk diarea pohon tersebut
dan berswafoto.