https://www.antaranews.com/berita/689439/peneliti-indonesia-terima-
penghargaan-dari-pemerintah-belgia
Peneliti Indonesia terima
penghargaan dari pemerintah
Belgia
Kamis, 1 Maret 2018 06:39 WIB
Ilustrasi - Belgia (REUTERS/Francois Lenoir/Files)
London (ANTARA News) - Peneliti asal Indonesia, dr. Arief Wibowo
menerima penghargaan bergengsi "King Baudouin Award" dari King Baudouin
Foundation, yayasan di bawah pengawasan Ratu Belgia sebagai Honorary
President di bidang kardiovaskular di Brussels, ibu kota Belgia, Rabu.
"Dokter Arief Wibowo satu-satunya orang Indonesia yang mendapatkan
penghargaan yang diberikan dalam rangka peringatan Rare Disease Day pada
tanggal 28 Februari," demikian Sekretaris Pertama Pensoabud KBRI Brusel,
Ance Maylany kepada Antara London, Kamis.
Penelitian dr. Arief Wibowo bertajuk "Neovascularization Potential
Exosomes Derived from Blood Outgrowth Endothelial Cells in Ischemic
Cardiomyopathy" atau Potensi Terapi Exosomes pada Pasien Gagal Jantung
Ischemi merupakan spesialisasinya sejak menempuh program doktoral di
departemen Penelitian Kardiovaskular di Katolieke Universite Leuven (KUL).
Penelitiannya dilakukan di dua tempat yaitu di Departemen Kardiovaskular
Rumah Sakit UZ Leuven dan RS OLV Aalst. Atas penelitannya tersebut, ia
memperoleh dua award, yaitu Paul Dudley White Award dari International
Science Team Award America dan King Boudwijnstichting Award dari Yayasan
berada di bawah Kerajaan Belgia.
Arief berharap lewat penelitiannnya, yang dilakukan sejak 1 Juli 2014,
dapat membantu sebanyak mungkin orang untuk penanganan penyakit jantung
yang memerlukan teknik pengobatan mutakhir.
Prestasi ini turut membuat bangga masyarakat Indonesia di Belgia.
Bertempat di KBRI Brussel, diadakan acara syukuran untuk dr. Arief,
dihadiri Dubes Yuri O. Thamrin serta keluarga besar KBRI yang memberikan
ucapan selamat dan menyampaikan rasa bangga atas kontribusi Arief bagi
bidang keilmuannya dalam mengharumkan nama Indonesia di Belgia.
Atas penghargaan tersebut, King Baudouin Foundation memberikan dana
sebesar 166.000 Euro per tahun selama dua tahun kepada Arief . Menurut
rencana, dana tersebut akan dipakai untuk kolaborasi penelitian lebih
lanjut dengan Departemen Penelitian Jantung, Rumah Sakit Hassan Sadikin
Bandung Indonesia dengan RS di Belgia tempat penelitiannya saat ini.
Pewarta: Zeynita Gibbons
Editor: Monalisa
COPYRIGHT © ANTARA 2018