https://www.antaranews.com/berita/690083/usulan-tiga-anak-muncul-di-
kongres-rakyat-china
Usulan tiga anak muncul di
Kongres Rakyat China
Sabtu, 3 Maret 2018 14:46 WIB
Bendera China. (Wikimedia Commons)
Beijing (ANTARA News) - Usulan mengenai kebijakan memiliki tiga orang
anak bagi pasangan suami-istri China muncul di pertemuan Kongres Rakyat
Nasional (NPC) selain amandemen undang-undang dan revisi pembatasan masa
jabatan presiden dan wakil presiden negara berpenduduk terbanyak di
dunia itu.
Seorang legislator menyampaikan usulan agar pasutri daratan Tiongkok itu
diizinkan memiliki anak ketiga menyusul rendahnya angka kelahiran pada
tahun lalu.
Zhu Lieyu, anggota NPC sekaligus pengacara asal Guangzhou, Provinsi
Guangdong, menyampaikan usulan itu disertai alasan bahwa rakyat China
akan mengalami tingkat kesuburan yang rendah jika negara gagal dalam
mengatasi persoalan kependudukan.
"Ada kesenjangan antara dampak dan harapan atas kebijakan dua anak yang
menemui kegagalan, bahkan angka kelahiran di China makin rendah,"
katanya sebagaimana dikutip jiemian.com, Sabtu.
Biro Pusat Statistik setempat mencatat angka kelahiran sebesar 17,23
juta pada 2017 yang merupakan tahun kedua implementasi kebijakan
memiliki dua orang anak.
Angka kelahiran tersebut menurun 630 ribu atau 0,52 persen dibandingkan
dengan angka kelahiran pada 2016.
Meskipun angka kelahiran baru di China pada 2016 yang mencapai 17,86
juta atau tertinggi sejak 2000, Zhu beranggapan bahwa peningkatan
populasi pada saat itu juga disebabkan oleh banyaknya pasutri yang
enggan punya anak pada 2015 atau "tahun kambing" yang menurut
kepercayaan masyarakat setempat sebagai tahun yang tidak elok untuk
memiliki keturunan baru.
Huang Wenzheng, seorang pakar kependudukan, sepakat dengan usulan Zhu
tersebut. Namun dizinkannya memiliki anak ketiga tidak cukup kuat
menjadi alasan untuk mengatasi rendahnya tingkat kesuburan.
Menurut dia, angka kelahiran baru di China akan terus berkurang hingga
ratusan ribu selama 10 tahun ke depan.
Berkurangnya jumlah penduduk tersebut akan mengancam perkembangan
ekonomi hingga 20 tahun mendatang jika pemerintah China masih
mempertahankan kebijakan dua anak, demikian pernyataan Huang yang
dikutip Global Times.
"Persaingan antarnegara di bidang teknologi, ekonomi, dan populasi
sangat ketat dan membutuhkan tenaga-tenaga berbakat. Oleh sebab itu,
masalah angka kelahiran menjadi sangat penting," kata Zhu menambahkan.
Pertemuan NPC atau setingkat DPR yang dirangkai dengan pertemuan Lembaga
Konsultasi Politik Rakyat China (CPPCC) atau setingkat MPR yang dimulai
Sabtu juga mengagendakan penetapan presiden dan wakil presiden untuk
masa lima tahun mendatang.
Pewarta: M. Irfan Ilmie
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2018
* TAGS:
* china <https://www.antaranews.com/tag/china>
* pasutri china <https://www.antaranews.com/tag/pasutri-china>
* kongres rakyat nasional
<https://www.antaranews.com/tag/kongres-rakyat-nasional>