Kalau Bukan Keturunan PKI, Jokowi Diminta Alumni 212 Bersuara
MINGGU, 04 MAR 2018 11:14 | EDITOR : ILHAM SAFUTRA
 
Berita Terkait
  a.. Isu PKI Akan Pengaruhi Elektabilitas Jokowi di Pilpres 2019
   
  b.. Begini Kegaulan Jokowi Saat Pesan Jaket yang Dilukis
   
  c.. Jika Jokowi Gandeng Ahok di Pilpres 2019JawaPos.com - Isu kebangkitan 
Partai Komunis Indonesia (PKI) kembali mengemuka. Bahkan isu-isu tersebut 
menuding sang Presiden, Joko Widodo (Jokowi) keturunan dari salah satu kader 
partai terlarang tersebut.

Tudingan dari isu itu dianggap hoax dan ada juga yang meyakininya. Atas isu 
ini, Ketua Tim Media Persaudaraan Alumni 212, Novel Bamukmin, mendorong 
Presiden ketujuh itu untuk bersuara dan menerangkan kepada masyarakat.

"Masyarakat ingin Jokowi memberikan klarifikasi yang benar, dari latar belakang 
sejarah orang tuanya harus dijelaskan kepada masyarakat. Bahkan ketika 
pernikahan putrinya pun ibunya enggak hadir," kata Novel Bamukmin saat 
dikonfirmasi, Minggu (4/3).

Sebagaimana diketahui tudingan isu yang menyebutkan Jokowi keturunan komunis 
itu mengemuka sejak dia menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta dan hingga kini 
kembali dihembuskan.

Menurut Novel, pernyataan terkait latar belakang orang tua Jokowi sangat 
ditunggu oleh masyarakat. Hal itu dapat meyakinkan masyarakat bahwa mantan Wali 
Kota Solo itu bukan anak keturunan komunis.

"Latar belakang orang tua Jokowi yang asli itu sangat ditunggu agar tidak 
terjadi ketimpang siuran berita yang akan merugikan Jokowi sendiri, beda dengan 
Presiden sebelumnya yang jelas silsilah dan latar belakang kedua orang tuanya," 
ujar Novel.

Kecurigaan Novel terhadap Jokowi yang memberikan ruang kepada keturunan komunis 
yakni kehadiran sosok Ribka Tjiptaning sebagai kader PDIP. Dia berpendapat PKI 
akan bangkit kembali.

"Jokowi tidak pernah tegas, bahkan seorang ulama yang gigih membuka dan 
membongkar data-data PKI dengan jelas dan gamblang malah dipenjarakan," ucap 
Novel.

Oleh karena itu, juru bicara FPI itu menginginkan agar Jokowi dapat segera 
memberikan klarifikasi terhadap masyarakat jika bukan anak keturunan PKI.

"Maka jangan salahkan masyarakat kalau selama ini berpandangan negatif terhadap 
Jokowi, tanda-tanda bangkitnya PKI yang tersebar di masyarakat akan semakin 
liar," pungkasnya.

Pada peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada 1 Oktober 2017 lalu, Jokowi telah 
menegaskan bahwa dirinya bukan keturunan PKI. Bahkan ketika peristiwa itu 
meledak, dirinya baru berusia empat tahun.

(rdw/JPC)

Kirim email ke