https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-3898111/kerukunan-umat-beragama-di-festival-balaganjur-banyuwangi?_ga=2.228226330.64370047.1520189494-1493099696.1520189494Follow
detikcom <https://www.facebook.com/detikcom>
<https://twitter.com/detikcom> <https://plus.google.com/u/1/+detikcom>
<https://instagram.com/detikcom/>
Minggu 04 Maret 2018, 22:29 WIB
Kerukunan Umat Beragama di Festival
Balaganjur Banyuwangi
Ardian Fanani - detikNews
Share *0*
<https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-3898111/kerukunan-umat-beragama-di-festival-balaganjur-banyuwangi?_ga=2.228226330.64370047.1520189494-1493099696.1520189494#>
Tweet
<https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-3898111/kerukunan-umat-beragama-di-festival-balaganjur-banyuwangi?_ga=2.228226330.64370047.1520189494-1493099696.1520189494#>
Share *0*
<https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-3898111/kerukunan-umat-beragama-di-festival-balaganjur-banyuwangi?_ga=2.228226330.64370047.1520189494-1493099696.1520189494#>
1 komentar
<https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-3898111/kerukunan-umat-beragama-di-festival-balaganjur-banyuwangi?_ga=2.228226330.64370047.1520189494-1493099696.1520189494#>
Kerukunan Umat Beragama di Festival Balaganjur Banyuwangi Ogoh-ogoh
diarak (Foto: Ardian Fanani)
<https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-3898111/kerukunan-umat-beragama-di-festival-balaganjur-banyuwangi?_ga=2.228226330.64370047.1520189494-1493099696.1520189494#><https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-3898111/kerukunan-umat-beragama-di-festival-balaganjur-banyuwangi?_ga=2.228226330.64370047.1520189494-1493099696.1520189494#><https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-3898111/kerukunan-umat-beragama-di-festival-balaganjur-banyuwangi?_ga=2.228226330.64370047.1520189494-1493099696.1520189494#><https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-3898111/kerukunan-umat-beragama-di-festival-balaganjur-banyuwangi?_ga=2.228226330.64370047.1520189494-1493099696.1520189494#>
*Banyuwangi* - Banyuwangi menggelar Festival Balaganjur dan Ogoh-ogoh.
Event perdana yang masuk dalam Banyuwangi Festival ini menampilkan 45
barisan musik tradisional khas Bali. Akulturasi budaya seni Bali dan
Banyuwangi, menyatu dalam kegiatan ini.
Tak hanya akulturasi budaya dan seni, kerukunan umat beragama terlihat
di gelaran Parade Ogoh-Ogoh dan Balaganjur yang digelar di Desa Karetan,
Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, Minggu (4/3/2018). Masyarakat di
Purwoharjo, bahu membahu menggelar parade yang digelar menjelang Hari
Raya Nyepi tersebut.
*Baca juga: *Hadiri Karnaval Cap Go Meh, Ketua MPR: Indonesia Bangsa
Toleran
<https://news.detik.com/read/2018/03/04/152125/3897584/10/hadiri-karnaval-cap-go-meh-ketua-mpr-indonesia-bangsa-toleran>
*Baca juga: *Cap Go Meh di Magelang, Kesenian Jawa dan Tionghoa Tampil
Bersama
<https://news.detik.com/read/2018/03/02/140227/3894595/1536/cap-go-meh-di-magelang-kesenian-jawa-dan-tionghoa-tampil-bersama>
Parade kali ini diikuti oleh 35 ogoh-ogoh berbagai bentuk, mulai dari
karakter Hanuman, Rahwana, dan karakter lainnya. Satu ogoh-ogoh
rata-rata harus digotong oleh 10 orang.
Di belakang ogoh-ogoh terdapat barisan balaganjur yang mengiringi.
Terdapat 45 grup balaganjur. Balaganjur berasal dari kata Bala dan
Ganjur. Bala memiliki arti pasukan atau barisan, sedangkan Ganjur
berarti berjalan. Balaganjur berarti pasukan atau barisan yang sedang
berjalan dengan membawa gamelan.
Bupati Anas mengatakan tahun ini banyak kebudayaan dan tradisi di
berbagai daerah Banyuwangi diangkat dalam Banyuwangi Festival.
Foto: Ardian Fanani
Menurut bupati 44 tahun tersebut, festival merupakan cara Banyuwangi
untuk konsolidasi masyarakat. Masyarakat yang kesehariannya sibuk
bekerja, atau banyak berada di dalam rumah, melalui festival mereka
keluar rumah dan menyapa tetangga.
"Ini cara Banyuwangi memupuk persatuan masyarakat," kata Anas.
Purwoharjo merupakan kecamatan yang dihuni berbagai umat beragama.
Tempat ibadah dari berbagai agama terletak berdekatan di kecamatan ini.
Semua masyarakat dari berbagai agama membaur dalam pagelaran ini.
Tidak jauh dari lokasi parade, ribuan umat Islam menggelar pengajian di
Pondok Pesantren Salafiyah, Al Falah Purwoharjo. Usai pengajian mereka
menyaksikan Parade Ogoh-ogoh dan Balaganjur.
Bahkan sebelum membuka Parade Ogoh-Ogoh dan Balaganjur, Anas
menyempatkan untuk hadir dalam acara pengajian. "Hari ini kita
menyaksikan bagaimana kerukunan umat beragama di Purwoharjo," kata Anas.
Dalam parade tersebut juga hadir tokoh-tokoh lintas agama, untuk
menyemarakkan parade yang tahun ini masuk dalam agenda Banyuwangi Festival.
"Acara ini murni dari masyarakat, yang tahun ini kami masukkan dalam
agenda Banyuwangi Festival. Festival ini diharapkan kian menguatkan
kerukunan antar umat beragama, dan masyarakat," kata Anas.
*(iwd/iwd)*