http://mediaindonesia.com/news/read/147791/pelibatan-tni-untuk-berantas-spekulan-beras/2018-0304
<http://mediaindonesia.com/news/read/147791/pelibatan-tni-untuk-berantas-spekulan-beras/2018-03-04>


Pelibatan TNI Untuk Berantas Spekulan Beras

Ahad, 4 March 2018 14:58 WIB Penulis: *Denny S *

<http://mediaindonesia.com/files/news/2018/03/ant-201709-002664.jpg>
<http://mediaindonesia.com/files/news/2018/03/ant-201709-002664.jpg>

ANTARA/Ampelsa

TNI kini merambah bisnis pangan dengan menjadi mitra Badan Usaha Logistik
(Bulog) membeli gabah petani. Keterlibatan TNI dalam bisnis pangan ini
diharapkan mampu memutus mata rantai praktek spekulan beras di lapangan.

Komandan Korem 101/Antasari Kolonel Inf Yudianto Putrajaya, Minggu (4/3)
mengatakan sudah ada kerjasama antara TNI, Bulog dan Bank BRI terkait
penyerapan atau pembelian langsung gabah ke petani di Kalsel yang bertujuan
untuk menjamin kestabilan harga di tingkat petani.

"TNI ikut membantu penyerapan gabah petani sebagai tindaklanjut nota
kesepahaman Tim Serapan Gabah Petani (Sergab) antara TNI, Bulog, dan BRI di
Kalsel," tuturnya.

Pembelian gabah petani ini dikatakan Danrem bertujuan untuk menjamin
kestabilan harga gabah di tingkat petani, yang selama ini kerap
dipermainkan para spekulan atau tengkulak. "Tujuannya agar harga gabah
petani stabil, tidak anjlok sehingga merugikan petani," ujarnya.

Mekanismenya para Dandim dan babinsa di lapangan harus melibatkan personel
Bulog sebagai pendamping untuk mengetahui mutu gabah yang di beli.

Jajaran TNI/Kodim di lapangan diminta untuk dapat berkoordinasi dengan
penggilingan besar di daerah masing-masing supaya proses penggilingan dapat
terawasi serta menghasilkan beras dengan kualitas baik.

Kepala Bulog Divre Kalsel, Dedi Supriadi, mengatakan TNI melalui koperasi
TNI menjadi mitra kerja bulog dalam proses pengadaan beras petani.

"Lewat koperasi TNI mereka membeli gabah langsung ke petani, dimana BRI
menjadi penyalur modal bagi koperasi tersebut. Bulog nantinya akan membeli
beras dari koperasi tersebut sesuai harga dan standar mutu ditetapkan
pemerintah," ujarnya.

Dikatakan Dedi kerjasama ini dinilai akan membantu bulog dalam penyerapan
beras di lapangan. Pada 2018 Bulog menargetkan serapan beras sebanyak
22.000 ton. Sedangkan koperasi TNI sendiri menargetkan serapan 5.000 ton
gabah setara 2.500 ton beras di tiap Dandim. Bulog menetapkan standar beras
dibeli berupa kadar air maksimal 14 persen, kadar menir 2 persen, dan
derajat sosoh 95 persen.

Diakui Dedi selama ini serapan beras sering tidak mencapai target akibat
berbagai kendala di lapangan. Harga pembelian beras pemerintah saat ini
sebesar Rp7.300 perkilogram untuk beras medium dan Rp8.500 perkilogram
untuk jenis medium plus. (OL-7)

Kirim email ke