*Mau tahu tentang atheis tanyakanlah ke si atheis, sama halnya dengan
komunisme, tanyakanlah kepada anggota partai komunis atau orang yang
menyebut dirinya komunis atau juga baca nuku tentang komunisme, jangan
tanya kepada yang bukan bidangnya. Masalhnya sama dengan kalau tahu tentang
Islam tanyalah kepada orang Islam atau petinggi agama Islam, jangan tanya
kepada yang tidak berpentahuan tentang Islam, sebab bisa mendapat
keterangan yang salah.*

https://www.eramuslim.com/ustadz/ada-yang-bertanya-tentang-atheis.htm
Ada Yang Bertanya Tentang Atheis Komunisme

Redaksi – Jumat, 16 Februari 2018 16:00 WIB
Berita Terkait

   -

   Kufur Nikmat, Yang Membatalkan Syahadatain (2)
   
<https://www.eramuslim.com/ustadz/kufur-nikmat-yang-membatalkan-syahadatain-2.htm>
   -

   Bertawakal Kepada Selain Allah, Yang Membatalkan Syahadatain (1)
   
<https://www.eramuslim.com/ustadz/bertawakal-kepada-selain-allah-yang-membatalkan-syahadatain-1.htm>
   -

   Lebih Mencintai Dunia Dibanding Akhirat, Bahaya Batalkan Syahadat (8)
   
<https://www.eramuslim.com/ustadz/lebih-mencintai-dunia-dibanding-akhirat-bahaya-batalkan-syahadat-8.htm>
   -

   Berhukum Selain Hukum Allah, Yang Membatalkan Syahadatain 6
   
<https://www.eramuslim.com/ustadz/berhukum-selain-hukum-allah-yang-membatalkan-syahadatain-6.htm>
   -

   Taat Buta Kepada Selain Allah, Yang Membatalkan Syahadatain (5)
   
<https://www.eramuslim.com/ustadz/taat-buta-kepada-selain-allah-yang-membatalkan-syahadatain-5.htm>



Pada zaman dahulu maupun dewasa ini, selalu saja ada orang orang yang
mengingkari adanya Tuhan, yang biasa disebut dengan atheisme. Apa maknanya
ini ?

Manusia telah menyembah alam raya secara total karena merasa tidak cukup
dengan hanya menyembah sebagiannya saja, lalu disematkan kepada alam raya
segala sifat ketuhanan. Alam raya , menurut keyakinan mereka, mampu
menciptakan dan memberikan rezeki, memberi nikmat dan menahannya,
menghidupkan dan mematikan, mengatur, berbuat, menyusun dan menjadikan.

Mereka mengklaim bahwa manusialah yang paling agung dalam alam raya ini,
yang seterusnya membawa mereka terjerumus dalam penyembahan diri sendiri.
Mereka juga menyakini bahwa manusialah sumber Tasyri’ (legislatif/pembuat
undang undang) dan hakimiyah (yudikatif dan eksekutif) serta sumber segala
perintah dan larangan.

Bagi mereka, manusia bebas untuk berbuat atau tidak, dan bebas melakukan
segala sesuatu, dimana keyakinan seperti ini mengakibatkan ia dengan mudah
dapat dikuasai hawa nafsunya dan kemudian menzalimi sesamanya.

Setiap mereka mengklaim dirinya tuhan. Filsafat komunisme mengangkat rakyat
sebagai tuhan. Rakyat dapat berbuat apa saja yang dikehendakinya dan tidak
ada yang dapat menyanggah keputusannya. Kemudian rakyat diwakili oleh
beberapa person yang bertindak bagaikan tuhan tuhan. Akibat ulah tangan
tangan mereka terjadilah berbagai tragedi yang tidak pernah terjadi
sebelumnya. Misalnya, pada masa Stalin saja telah terbunuh 19 juta jiwa
rakyat bangsa bangsa yang bernaung di bawah Soviet . (Begitupun dengan
China, Jutaan Rakyat terbunuh dalam berbagai revolusinya, pen).

Kesimpulannya, atheisme hanyalah suatu corak dari kemusrikan. Ia tidak
lebih dari perpindahan manusia dari bentuk kemusyrikan yang partikular
(menyekutukan tuhan dengan sebagian alam) kepada kemusyrikan yang
totalitas, dari kemusyrikan yang lahiriyah kepada kemusyrikan yang
mendalam. Karena itu, manusia atheis memberikan sifat sifat ketuhanan
kepada seluruh alam raya, setelah sebelumnya ia hanya memberikan sifat
sifat tersebut kepada sebagian alam saja, pada akhirnya ia menyembah dan
mengabdi kepada dirinya setelah sebelumnya menyembah yang lain.(dz)

Kirim email ke